https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/issue/feedJurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia2026-10-16T16:12:21+07:00Ade Herman Surya Direjaadehermansuryadireja@gmail.comOpen Journal Systems<p align="justify"><strong>Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) </strong>accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. <strong>Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC)</strong> also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.</p> <p align="justify"><strong>Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC)</strong> is indexed by:<br /><a href="https://scholar.google.com/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/GS.png" alt="scholar" width="100" height="39" /></a> <a href="https://neliti.com/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/neliti.png" alt="neliti" width="100" height="39" /></a> <a href="hhttps://garuda.kemdikbud.go.id/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/garuda.png" alt="garuda" width="100" height="39" /></a> <a href="https://onesearch.id/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/Onesearch.png" alt="onesearch" width="100" height="39" /></a><a href="https://www.crossref.org" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/crossref.png" alt="crossref" width="100" height="39" /></a></p> <table class="data" width="100%" bgcolor="#f3fff0"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">Journal title</td> <td width="80%"><strong>Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC)</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Subject</td> <td width="80%">Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Language</td> <td width="80%">English (preferred), Indonesia</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">ISSN</td> <td width="80%">2964-2434</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frequency</td> <td width="80%">12 issues per year </td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">DOI</td> <td width="80%"><strong>10.70570</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Acreditation</td> <td width="80%">-</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Editor-in-chief</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=rKcgrxkAAAAJ&hl=id&authuser=1" target="_blank" rel="noopener"><strong>Ade Herman Surya Direja</strong></a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Publisher</td> <td width="80%">Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Citation Analysis</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=CzH2vu0AAAAJ&hl=en" target="_top">Google Scholar</a></td> </tr> </tbody> </table>https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2471Pengaruh Discharge Planning Berbasis Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Postpartum 1-2 Hari Dalam Melakukan Perawatan Pencegahan Ikterus Neonatorum Di RSUD Cililin Tahun 20262026-10-01T19:06:11+07:00Sutihat Sqisyaqinala@gmail.comHernawati Eqisyaqinala@gmail.comBarbara Mqisyaqinala@gmail.com<p>Ikterus neonatorum merupakan masalah yang sering terjadi pada bayi baru lahir dan dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Oleh karena itu, <em>discharge planning</em> melalui edukasi mengenai perawatan bayi baru lahir dan pencegahan ikterus penting untuk meningkatkan pengetahuan ibu serta mendukung deteksi dini. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh <em>discharge planning</em> berbasis <em>leaflet</em> terhadap pengetahuan ibu postpartum 1-2 hari dalam melakukan perawatan pencegahan ikterus neonatorum di RSUD Cililin tahun 2026. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan desain <em>quasi experimental one group pretest-postest design</em>. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu postpartum 2 hari dengan jumlah sampel sebanyak sebanyak 49 orang dengan teknik <em>accidental sampling</em><em>. </em>Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner. Analisis menggunakan <em>wilcoxon test</em><em>. </em>Hasil Penelitian: sebelum diberikan <em>discharge planning</em>, skor pengetahuan ibu postpartum tentang perawatan dan pencegahan ikterus neonatorum sebesar 62,5 dan sesudah diberikan <em>discharge planning</em>, meningkat menjadi 91,7, serta terdapat terdapat perbedaan skor pengetahuan ibu sebelum dan sesudah <em>discharge planning</em> dengan selisih sebesar 29,2 dengan p < 0,001. Simpulan: terdapat pengaruh <em>discharge planning</em> berbasis <em>leaflet</em> terhadap pengetahuan ibu postpartum 1-2 hari dalam melakukan perawatan pencegahan ikterus neonatorum di RSUD Cililin tahun 2026.</p>2026-10-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2487Efektivitas Teknik Rebozo Tergadap Pengurangan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Pada Ibu Bersalin Di TPMB Dewi Fitriani Dan TPMB Shanti Heniwati Tahun 20262026-10-06T05:23:09+07:00Zahra NInengirazahra14@gmail.comKamila Lnengirazahra14@gmail.comBarbara MADnengirazahra14@gmail.com<p>Nyeri persalinan merupakan proses fisiologis. Nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis ibu. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi nyeri persalinan adalah teknik rebozo. Tujuan Penelitian: Menganalisa efektivitas teknik <em>rebozo</em> terhadap pengurangan nyeri persalinan kala 1 fase aktif. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain <em>pre-eksperimental one group pretest posttest</em>. Sampel sebanyak 32 ibu bersalin kala I fase aktif diperoleh dengan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed-Rank</em> Test dengan α = 0,05. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan median tingkat nyeri persalinan sebelum diberikan teknik <em>rebozo</em> adalah 8,00 sedangkan setelah diberikan teknik rebozo adalah 6,00. Hasil uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em> diperoleh nilai z = -5,00 dan <em>p-value</em> <0,001 (p<0,05), yang menunjukkan terdapat perbedaan tingkat nyeri persalinan sebelum dan sesudah diberikan teknik <em>rebozo.</em> Simpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna pada tingkat nyeri persalinan kala I fase aktif sebelum dan sesudah diberikan teknik <em>rebozo</em>.</p>2026-10-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2478Hubungan Rutinitas Kunjungan Ke Posyandu Lansia Dengan Psychological Well-Being Lansia Di Desa Mlawang Kecamatan Klakah Lumajang2026-10-03T05:50:02+07:00Tihematul Mukaddasahtihematul@gmail.comAlwin Widhiyantotihematul@gmail.comSuhari Suharitihematul@gmail.com<p>Lansia merupakan kelompok usia yang mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis. Posyandu lansia tidak hanya menyediakan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi wadah interaksi sosial yang dapat mendukung psychological well-being. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rutinitas kunjungan ke posyandu lansia dengan psychological well-being lansia di Desa Mlawang Kecamatan Klakah Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 70 lansia, dengan sampel 60 responden yang dipilih menggunakan proportional random sampling dari Posyandu Mangga dan Posyandu Apel. Data rutinitas kunjungan diperoleh dari catatan resmi posyandu, sedangkan psychological well-being diukur menggunakan Skala Psychological Well-Being Carol D. Ryff. Analisis data menggunakan uji Spearman’s Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38 responden (63,3%) tergolong rutin mengunjungi posyandu, sedangkan psychological well-being mayoritas berada pada kategori sedang sebanyak 22 responden (36,7%). Hasil uji Spearman’s Rho menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,889. Terdapat hubungan positif yang sangat kuat dan signifikan antara rutinitas kunjungan ke posyandu lansia dengan psychological well-being lansia. Semakin rutin lansia mengikuti kegiatan posyandu, semakin tinggi tingkat psychological well-being yang dimiliki.</p>2026-10-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2494Pengaruh Terapi Hand Massage Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Di Rumah Sakit Prima Husada Malang 2026-10-16T14:40:22+07:00Purwinda respati putrirespatiputri97@gmail.comNurul Anjarwatirespatiputri97@gmail.comChintia Kartikaningtyasrespatiputri97@gmail.comLuluk Nur Ainirespatiputri97@gmail.com<p>Kecemasan merupakan respons psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalani operasi, terutama pada fase pre-operasi. Tingkat kecemasan yang tinggi dapat memengaruhi kondisi fisiologis seperti peningkatan tekanan darah dan denyut jantung, yang berpotensi memperburuk hasil tindakan pembedahan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah terapi <em>hand massage</em> yang memberikan efek relaksasi melalui stimulasi saraf dan peredaran darah.</p> <p>Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan <em>two group pretest-posttest with control group design</em>. Populasi penelitian adalah seluruh pasien pre-operasi appendiktomi di Rumah Sakit Prima Husada Malang. Sampel berjumlah 96 responden, terdiri dari 48 kelompok intervensi dan 48 kelompok kontrol, yang diambil dengan teknik <em>accidental sampling</em>. Tingkat kecemasan diukur menggunakan instrumen <em>Hamilton Anxiety Rating Scale</em> (HARS). Analisis data menggunakan uji <em>paired sample T-test</em> dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebelum diberikan intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan berat (54,2%) dan sangat berat (25,0%). Setelah diberikan terapi <em>hand massage</em>, terjadi penurunan tingkat kecemasan menjadi kategori ringan (50,0%) dan sedang (50,0%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara terapi <em>hand massage</em> terhadap penurunan tingkat kecemasan pasien pre-operasi (p < 0,05). Terapi <em>hand massage</em> terbukti efektif dalam menurunkan kecemasan pasien pre-operasi karena mampu memberikan efek relaksasi melalui stimulasi saraf dan peningkatan sirkulasi darah. Intervensi ini dapat menjadi alternatif tindakan keperawatan nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan efektif untuk meningkatkan kenyamanan pasien sebelum menjalani operasi.</p>2026-10-16T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2466Pengaruh Edukasi Kesehatan Reproduksi Berbasis Video Edukatif Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Dalam Pencegahan Kehamilan Pada Remaja Di SMPN 1 Lengkong Kabupaten Sukabumi 2026-10-07T10:54:07+07:00Ikke Puspita Sarisaripuspitaikke@gmail.comFanni Hanifasaripuspitaikke@gmail.comDiani Maryanisaripuspitaikke@gmail.com<p>Kehamilan remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena berdampak pada putus sekolah, kemiskinan antargenerasi, serta meningkatnya risiko komplikasi kesehatan bagi ibu dan bayi. Salah satu upaya untuk mengatasi pencegahan kehamilan pada remaja yaitu media video edukatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi kesehatan reproduksi berbasis video edukatif terhadap pengetahuan dan sikap dalam pencegahan kehamilan pada remaja di SMP Negeri 1 Lengkong Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode <em>quasi eksperimen</em> menggunakan desain <em>one group pretest-posttest design. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi di SMP Negeri 1 Lengkong Kabupaten Sukabumi sebanyak 60 orang yang berada pada rentang usia remaja (12–15 tahun). Sampel dalam penelitian 30 responden dengan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan video edukatif kesehatan reproduksi dan lembar kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>paired t test</em>. Hasil uji statistik diketahui bahwa pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan kehamilan pada remaja didapatkan nilai p value 0,000 berarti P<0,05, Kesimpulan ada pengaruh edukasi kesehatan reproduksi berbasis video edukatif terhadap pengetahuan dan sikap dalam pencegahan kehamilan pada remaja di SMP Negeri 1 Lengkong Kabupaten Sukabumi. Disarankan dapat menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari untuk pencegahan kehamilan pada usia remaja serta menghindari perilaku seksual berisiko</p>2026-10-07T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2485Hubungan Dukungan Suami Dengan Kepatuhan Ibu Dalam Pemberian Imunisasi Dasar Lengkap Di Desa Citalem Kecamatan Cipongkor Kabupaten Bandung Barat Tahun 20262026-10-05T05:10:09+07:00Hermawati DDdenandadea824@gmail.comMufti IRdenandadea824@gmail.comBarbara MADdenandadea824@gmail.com<p>Imunisasi dasar lengkap merupakan salah satu upaya penting dalam memberikan perlindungan kepada anak terhadap berbagai penyakit yang dapat dicegah. Kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya dukungan suami. Dukungan suami dapat membantu ibu dalam memperoleh informasi, motivasi, pendampingan, serta bantuan dalam memenuhi imunisasi anak. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan dukungan suami dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap di Desa Citalem Kecamatan Cipongkor Tahun 2026. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan jenis desain analitik observasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Sampel penelitian 161 responden. Data dukungan suami diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kepatuhan ibu dinilai berdasarkan kelengkapan imunisasi. Analisis hubungan menggunakan<em> uji Chi-square.</em> Hasil Penelitian: Sebanyak 79 responden (49,1%) tidak mendapatkan dukungan dan 83 responden (51,6%) tidak patuh dalam kelengkapan pemberian imunisasi dasar. Hasil uji Chi-square diperoleh p-value = 0,001 (p<0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 19–24 bulan. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan suami dengan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi dasar lengkap di Desa Citalem. Ibu yang mendapatkan dukungan suami memiliki proporsi kepatuhan yang lebih tinggi.</p>2026-10-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2476Hubungan Mutu Pelayanan Keperawatan Dan Respon Time Perawat Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Balai Pengobatan Puskesmas Puspo Kabupaten Pasuruan2026-10-03T05:13:14+07:00Anjas Dwi Laksonoanjasdwilaksono@gmail.comAlwin Widhiyantoanjasdwilaksono@gmail.comRizka Yunitaanjasdwilaksono@gmail.com<p>Mutu pelayanan keperawatan dan respon time masih menjadi permasalahan pada pelayanan rawat jalan, sehingga dapat mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan di puskesmas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan keperawatan dan <em>respon</em> <em>time</em> perawat dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi semua pasien rawat jalan pada bulan Juli 2026, sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Instrumen penelitian meliputi kuesioner mutu pelayanan, respon time perawat dan tingkat kepuasan. Analisis data menggunakan uji <em>spearman’s rho</em>. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik nomor 535/KEPK-UNHASA/VII/2026. Hasil penelitian menunjukkan mutu pelayanan kategori baik sebanyak 37 responden (92,5%), respon time perawat kategori cepat sebanyak 30 responden (75%) dn tingkat kepuasan kategori sangat puas sebanyak 26 responden (65%). Hasil uji <em>Spearman’s rho</em> menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara mutu pelayanan dengan tingkat kepuasan (<em>p</em>=0,000; r=0,592), serta <em>respon time </em>dengan tingkat kepuasan (<em>p</em>=0,000; r=0,678). Semakin baik mutu pelayanan keperawatan dan semakin cepat <em>respon time</em> perawat, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan keperawatan dan kecepatan respons perawat merupakan faktor penting dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kepuasan pasien.</p>2026-10-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2492Pengaruh Edukasi Berbasis Ular Tangga Terhadap Pengetahuan Ibu Balita Gizi Kurang Tentang TBC Anak Di Desa Selogudig Wetan Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo2026-10-16T10:35:13+07:00Sumiyatisumiyati.pkmpajarakan@gmail.comDodik Hartonosumiyati.pkmpajarakan@gmail.comRizka Yunitasumiyati.pkmpajarakan@gmail.com<p>Tuberkulosis (TBC) pada anak masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, sementara pengetahuan ibu mengenai deteksi dan pencegahan TBC anak masih rendah sehingga dapat menghambat upaya penemuan kasus secara dini. Edukasi berbasis permainan ular tangga merupakan salah satu media inovatif yang berpotensi meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang TBC anak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh edukasi berbasis ular tangga terhadap pengetahuan ibu balita gizi kurang tentang TBC anak. Penelitian ini menggunakan desain <em>pra ecperimental </em>dengan pendekatan <em>one group pretest postest design</em>. Populasi adalah seluruh ibu balita gizi kurang berjumlah 33 responden, dengan sampel adalah sebagian ibu balita gizi kurang sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Intervensi ular tangga diberikan sebanyak 1 kali dalam setiap kelompok selama 60 menit. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji <em>wilcoxon</em>. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik nomor 510/KEPK-UNHASA/VII/2026. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi ular tangga kategori kurang sebanyak 15 responden (50%), dan setelah diberikan edukasi kategori baik sebanyak 18 responden (60%). Hasil uji <em>wilcoxon </em>menunjukkan terdapat pengaruh edukasi berbasis ular tangga terhadap pengetahuan ibu balita gizi kurang tentang TBC anak dengan nilai (<em>p </em>value = 0,001; Z=4,874). Edukasi berbasis ular tangga terbukti efektif meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang TBC anak. Media pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan mendorong partisipasi aktif responden sehingga informasi lebih mudah dipahami dan diingat, yang dibuktikan dengan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi.</p>2026-10-16T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2483Pengaruh Penerapan Patient Centered Care Terhadap Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Kronis Dalam Menjalani Hemodialisis Di RSUD Asembagus Situbondo2026-10-03T15:09:07+07:00Ummi Hanikummihanik@gmail.comWidya Addiartoummihanik@gmail.comDodik Hartonoummihanik@gmail.com<p>Penyakit Ginjal Kronik (GGK) merupakan penyakit progresif yang memerlukan terapi hemodialisis secara rutin. Kepatuhan pasien dalam menjalani terapi hemodialisis menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi. Salah satu pendekatan yang diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pasien adalah penerapan Patient-Centered Care (PCC), yaitu pelayanan yang berfokus pada kebutuhan, nilai, dan preferensi pasien. Penelitian ini dilakukan guna mengetahui pengaruh penerapan Patient Centered Care (PCC) terhadap kepatuhan pasien GGK dalam menjalani terapi hemodialisis di RSUD Asembagus. Metode penelitian yang kami gunakan adalah quasi eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control grup. Responden yang kami gunakan sebanyak 30 orang dengan dibagi menjadi kelompok kontrol dan kelompok intervensi. Tingkat kepatuhan diukur menggunakan kuesioner kepatuhan, data yang diperoleh dianalisa menggunakan Wilcoxon tes untuk melihat perbedaan tingkat kepatuhan, dan Independent Signed Rank tes digunakan untuk melihat pengaruh penerapan PCC terhadap kepatuhan pasien. Hasil dari penelitian ini menujukan nilai p > 0.05 pada wilcoxone tes yang berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kepatuhan pasien sebelum dan sesudah penerapan PCC. Hasil uji independen signed rank tes menunjukan nilai p > 0.05 yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan PCC terhadap kepatuhan pasien GGK yang menjalani terapi hemodialisa di RSUD Asembagus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penerapan Patient-Centered Care (PCC) belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kepatuhan pasien GGK dalam menjalani terapi hemodialisis di RSUD Asembagus.</p>2026-10-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2474Efektivitas Terapi Slow Deep Breathing Dan Paced Breathing Terhadap Penurunan Skala Nyeri Sendi Pada Lansia2026-10-02T04:38:28+07:00Nadifatim Munawarohnadifatimmunawaroh@gmail.comAchmad Kusyairinadifatimmunawaroh@gmail.comErna Handayaninadifatimmunawaroh@gmail.com<p>Nyeri sendi merupakan kondisi peradangan pada persendian yang sangat umum dialami oleh lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani secara komprehensif. Terapi non-farmakologi seperti Slow Deep Breathing (SDB) dan Paced Breathing (PB) menjadi alternatif aman untuk manajemen nyeri. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kedua terapi tersebut terhadap penurunan skala nyeri sendi pada lansia. Desain penelitian ini adalah quasi-experimental dengan desain two group crossover. Responden penelitian terdiri dari 36 lansia dari total populasi 40 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan perhitungan rumus slovin. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi penilaian nyeri Numeric Rating Scale (NRS) dan Standar Operasional Prosedur untuk kedua terapi. Data dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skala nyeri yang signifikan pada kedua intervensi (p = 0,000). Nilai rata-rata nyeri pada terapi slow deep breathing menurun dari 5,94 menjadi 3,67 (Z = -5,243), sementara pada terapi paced breathing menurun dari 5,86 menjadi 4,44 (Z = -5,249). Meskipun keduanya efektif, terapi slow deep breathing menunjukkan penurunan rata-rata yang lebih besar dibandingkan paced breathing dengan selisih penurunan sebesar 0,85 poin. Kedua terapi terbukti efektif, namun Slow Deep Breathing lebih unggul dalam mereduksi intensitas nyeri sendi pada lansia. Keunggulan slow deep breathing terletak pada mekanisme kedalaman napas yang merangsang nervus vagus dan pelepasan endorfin secara lebih optimal dibandingkan paced breathing yang lebih mengandalkan pengaturan irama. Terapi ini direkomendasikan sebagai intervensi mandiri untuk meningkatkan kenyamanan fisik lansia.</p>2026-10-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2490Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Pengetahuan Dan Pengendalian Hipertensi Di Klinik Pratama Rolas Banjarsari2026-10-14T10:10:31+07:00Ferlando Rizqi Ahmad Akbarferlandorizqi70@gmail.comAinul Yaqin Salamferlandorizqi70@gmail.comMaulida N. Octavianaferlandorizqi70@gmail.com<p>Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan pengendalian secara berkelanjutan. Dukungan keluarga merupakan salah satu faktor yang dapat membantu pasien dalam menghadapi dan mengendalikan penyakit hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan pengetahuan dan pengendalian hipertensi di Klinik Rolas Medika Banjarsari. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah 60 pasien hipertensi di Klinik Rolas Medika Banjarsari, dengan sampel sebanyak 38 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dukungan keluarga, pengetahuan hipertensi, dan pengendalian hipertensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi <em>Spearman Rho</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mendapatkan dukungan keluarga dalam kategori sedang, yaitu sebanyak 38 responden (100%). Tingkat pengetahuan responden sebagian besar berada dalam kategori baik sebanyak 26 responden (68%), sedangkan 12 responden (32%) berada dalam kategori cukup. Pada pengendalian hipertensi, sebanyak 25 responden berada dalam kategori baik dan 13 responden dalam kategori cukup. Hasil uji Spearman Rho menunjukkan nilai signifikansi <em>p</em> = 0,983 pada hubungan dukungan keluarga dengan pengetahuan hipertensi dan <em>p</em> = 0,983 pada hubungan dukungan keluarga dengan pengendalian hipertensi. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan pengetahuan maupun pengendalian hipertensi di Klinik Rolas Medika Banjarsari.</p>2026-10-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2481Hubungan Perceived Stigma Dan Self-Efficacy Dengan Motivasi Pasien TB Dalam Menyelesaikan Pengobatan Di UPT Puskesmas Yosowilangun2026-10-03T13:38:58+07:00Imam Sugiantoroimamsugiantoro@gmail.comSuhari Suhariimamsugiantoro@gmail.comIin Aini Isnawatiimamsugiantoro@gmail.com<p>Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan memerlukan pengobatan jangka panjang secara teratur hingga tuntas. Keberhasilan pengobatan TB dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, diantaranya <em>perceived stigma</em> dan <em>self-efficacy</em>. Tingginya stigma yang dirasakan pasien dapat menyebabkan perasaan malu, takut dikucilkan, serta menurunkan semangat pasien dalam menjalani pengobatan, sedangkan <em>self-efficacy</em> yang baik dapat meningkatkan keyakinan pasien dalam menghadapi hambatan selama proses terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>perceived stigma</em> dan <em>self-efficacy</em> dengan motivasi pasien TB dalam menyelesaikan pengobatan. Penelitian ini menggunakan desain <strong>correlational study</strong> dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien TB yang menjalani pengobatan di UPT Puskesmas Yosowilangun pada bulan Februari 2025 sebanyak 35 responden, dengan sampel sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik <strong>purposive sampling</strong>. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji <strong>Spearman Rho</strong> serta analisis multivariat menggunakan <strong>regresi logistik ordinal</strong>. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki <em>perceived stigma</em> tinggi, <em>self-efficacy</em> sedang, dan motivasi sedang. Terdapat hubungan yang bermakna antara <em>perceived stigma</em> dengan motivasi (r=-0,770;=0,000) dengan kekuatan kearah negatif, serta terdapat hubungan antara <em>self-efficacy</em> dengan motivasi r=0,897; p=0,000) dengan kekuatan kearah positif. Hasil regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa <em>self-efficacy</em> merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi motivasi pasien TB (p=0,012). Oleh karena itu, diperlukan edukasi menggunakan media audio visual, media komunikasi berbasis komunitas seperti group WhatsApp, pelibatan keluarga sebagai <em>treatment supporter</em>, serta pemantauan kepatuhan melalui kunjungan rumah untuk meningkatkan keyakinan diri pasien guna mendukung keberhasilan pengobatan TB.</p>2026-10-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2472Pengaruh Aromaterapi Lemon Terhadap Penurunan Mual Pada Pasien Tuberkulosis Yang Menjalani Pengobatan Fase Intensif2026-10-02T04:03:10+07:00Khoirin Nisa’nisakhoirin898@gmail.comIin Aini Isnawatinisakhoirin898@gmail.comZainal Abidinnisakhoirin898@gmail.com<p>Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang memerlukan pengobatan jangka panjang dengan kombinasi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) yang dapat menyebabkan mual. Aromaterapi lemon diketahui memberikan efek relaksasi dan membantu mengurangi sensasi mual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi lemon terhadap penurunan mual pada pasien tuberkulosis yang menjalani pengobatan fase intensif di Puskesmas Tunjung. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh pasien TB yang menjalani pengobatan di Puskesmas Tunjung Lumajang sebanyak 35 responden, dengan sampel sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat mual dilakukan menggunakan kuesioner <em>Rhodes Index of Nausea, Vomiting and Retching</em> (RINVR). Analisis data menggunakan uji Paired Samples t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor mual sebelum diberikan aromaterapi lemon sebesar 10,97 ± 2,86 dengan nilai median 11,00, sedangkan setelah diberikan aromaterapi lemon rata-rata skor mual menurun menjadi 3,09 ± 2,79 dengan nilai median 2,50. Hasil analisis uji Paired Samples t-Test menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan Temuan ini menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi lemon berpotensi menurunkan mual pada pasien tuberkulosis. Sehingga aromaterpi lemon dapat dijadikan sebagai terapi komplementer yang mudah diterapkan, aman, efektif membantu mengurangi keluhan mual dan bermafaat dalam mendukung keberhasilan pengobatan.</p>2026-10-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2488Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Lansia Tn. A Dengan Diabetes Melitus Dalam Pencegahan Risiko Jatuh Melalui Penerapan Rumah Aman Lansia Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Belakang Padang Tahun 20262026-10-06T06:04:52+07:00Nuri Unzilanuriuzila@gmail.comNurhafizah Nasutionnuriuzila@gmail.com<p>Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti neuropati perifer, gangguan keseimbangan, penurunan kekuatan otot, serta keterbatasan mobilitas yang meningkatkan risiko jatuh. Risiko jatuh pada lansia tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh lingkungan rumah yang tidak aman serta kurangnya pengetahuan keluarga dalam melakukan pencegahan. Salah satu intervensi keperawatan keluarga yang dapat diterapkan adalah Rumah Aman Lansia melalui modifikasi lingkungan rumah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung mobilitas lansia. Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan melaksanakan asuhan keperawatan keluarga pada lansia Tn. A dengan Diabetes Melitus dalam pencegahan risiko jatuh melalui penerapan Rumah Aman Lansia di wilayah kerja UPTD Puskesmas Belakang Padang Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, penegakan diagnosis keperawatan, penyusunan intervensi berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI, implementasi selama tiga kali kunjungan rumah, serta evaluasi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa Tn. A mengalami keterbatasan mobilitas, menggunakan walker sebagai alat bantu berjalan, memiliki riwayat jatuh, dan lingkungan rumah yang belum sepenuhnya aman. Diagnosis keperawatan yang ditegakkan yaitu Gangguan Mobilitas Fisik, Risiko Jatuh, dan Defisit Pengetahuan. Implementasi dilakukan melalui latihan mobilisasi, edukasi penggunaan walker, pendidikan kesehatan kepada keluarga, serta penerapan Program Rumah Aman Lansia dengan memodifikasi lingkungan rumah, seperti merapikan jalur mobilisasi, memasang alas antiselip, meningkatkan pencahayaan, dan menganjurkan pemasangan grab bar di kamar mandi. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan mobilitas Tn. A, peningkatan pengetahuan keluarga mengenai pencegahan risiko jatuh, serta perbaikan keamanan lingkungan rumah. Penerapan Rumah Aman Lansia membantu keluarga menciptakan lingkungan yang lebih aman sehingga risiko jatuh dapat diminimalkan. Intervensi ini menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga melalui modifikasi lingkungan rumah merupakan strategi yang efektif dalam mendukung keselamatan, mempertahankan kemandirian, dan meningkatkan kualitas hidup lansia dengan Diabetes Melitus.</p>2026-10-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2479Pengaruh Edukasi Sleep Hygiene Terhadap Kualitas Tidur Pada Pasien Gastritis Di Tempat Praktik Keperawatan Mandiri Desa Rowotengah2026-10-03T06:06:14+07:00Naza Hilda Safitrinazahildasafitri@gmail.comZainal Abidinnazahildasafitri@gmail.comAinul Yaqin Salamnazahildasafitri@gmail.com<p>Gastritis merupakan peradangan mukosa lambung yang dapat menimbulkan nyeri ulu hati, mual, perut kembung, dan rasa tidak nyaman sehingga dapat mengganggu kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi sleep hygiene terhadap kualitas tidur pasien gastritis. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kualitas tidur dan intervensi edukasi sleep hygiene sebanyak tiga kali dengan durasi ±30 menit. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan sebelum edukasi sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 17 orang (56,7%), sedangkan setelah edukasi sebagian besar memiliki kualitas tidur baik sebanyak 20 orang (66,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,000 (p<0,05), sehingga terdapat pengaruh edukasi sleep hygiene terhadap kualitas tidur pasien gastritis.</p>2026-10-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2495Perbedaan Pre Dan Post Pemberian Kombinasi Aromaterapi Jahe Dan Terapi Sentuhan Dengan Teknik Massage Pada Nyeri Post Operasi Apendiktomi Di Ruang Rawat Inap RS Prima Husada Malang2026-10-16T15:14:56+07:00Rizki Ningrum Nadiarizkiningrumnadia77@gmail.comLuluk Nur Ainirizkiningrumnadia77@gmail.comAfiatur Rohimahrizkiningrumnadia77@gmail.comPutu Sintya Arlinda Arsarizkiningrumnadia77@gmail.com<p>Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks yang sering menjadi penyebab tindakan bedah darurat pada abdomen. Tindakan apendiktomi sebagai terapi standar sering menimbulkan nyeri pascaoperasi yang dapat menghambat proses pemulihan pasien. Manajemen nyeri tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat menggunakan pendekatan nonfarmakologis seperti aromaterapi dan terapi sentuhan dengan teknik massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian kombinasi aromaterapi jahe dan terapi sentuhan dengan teknik massage pada pasien post operasi apendiktomi di ruang rawat inap RS Prima Husada Malang. Penelitian ini menggunakan desain <em>One Group Pretest–Posttest Design</em>. Sampel penelitian adalah pasien dewasa post operasi apendiktomi di ruang rawat inap RS Prima Husada Malang sebanyak 31 responden yang ditentukan dengan teknik total sampling. Pengukuran nyeri menggunakan <em>Numeric Rating Scale</em> (NRS). Data dianalisis menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri kategori sedang sebanyak 27 responden (87,1%); setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami penurunan nyeri menjadi kategori ringan sebanyak 22 responden (71%); dan terdapat perbedaan signifikan antara skala nyeri <em>post</em> operasi apendiktomi sebelum dan sesudah intervensi (<em>p-value</em> = 0.000). Pasien <em>post</em> operasi apendiktomi dapat menjadikan kombinasi aromaterapi jahe dan terapi sentuhan dengan teknik <em>massage</em> sebagai terapi nonfarmakologis pendukung dalam manajemen nyeri yang dirasakan untuk mendukung proses pemulihan secara lebih optimal di fasilitas kesehatan.</p>2026-10-16T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2468Efektivitas Slow Deep Breathing Exercise(SDBE) Dan Isometric Handgrip Exerciseterhadap Penurunan Tekanan Darah Padapenderita Hipertensi Di Desa Tambelang Kabupaten Probolinggo2026-09-28T20:56:27+07:00Ana Faridatus Sholehaanafaridatus528@gmail.comNur Hamimanafaridatus528@gmail.comErna Handayanianafaridatus528@gmail.com<p>Hipertensi merupakan suatu kondisi di mana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas batasnormal, yaitu tekanan darah melebihi 140/90 mmHg pengobatan hipertensi dapat dilakukan melalui farmakologis dan non-farmakologis.Terapi non farmakologi yang bisa dilakukan Slow Deep Breathing Exercise (Sdbe) Dan Isometric Handgrip Exercise .Penelitian ini bertujuanuntukmengetahuiefektivitasSlowDeepBreathingExercise(Sdbe)Dan Isometric Handgrip Exercise terhadap penurunan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi.</p> <p>Jenis penelitian Quasi experimental Design dengan rancangan two-group pre-post test design. Populasi seluruh Penderita Hipertensi di Desa Tambelang, sebanyak 42 penderita hipertensi, penentuan sampel menggunakan tekhnik purposive sampling yang memenuhi kriteria sebanyak 38 responden. Instrumen yang digunakan adalah modul latihan Slow Deep Breathing Exercise (Sdbe) Dan Isometric Handgrip Exercise, Tensi meter, Alat Handgrib,dan lembar observasi. Selanjutnya dianalisis menggunakan uji t berpasangan (Paired t-test), dan Uji Independent t-test</p> <p>Hasilpenelitianmenunjukkannilaireratatekanandarahsebelumdilakukan terapi Slow Deep Breating Exercise didapatkan nilai rata-rata 168/99 mmHg dan nilai rata-rata tekanan darah sebelum diberikan terapi Isometric Hangrib Exercise 164/100 mmHg. Setelah diberikan terapi Slow Deep Breathing Exercisedi dapatkan nilai rata-rata 164/95 mmHg dan setelah diberikan terapi Isometric HangribExercisedidapatkannilairata-rata160/98mmHg.Diketahuinilairata-rata selisihpre-postsistoleterapislowdeepexercise 4,7895,dannilairata-rataselisih pre-post sistole terapi isometric handgrib exercise 4,4211 dengan pV 0001 yang artinya <0,05. Sedangkan nilai rata-rata selisih pre-post diastole pada terapi slow deep breathing exercise adalah -4,8947dan terapi isometric handgrib exercise terdapat nilai -3,3684denganpv 0,298 >0,05. Dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata selisih pre-post sistole terapi slow deep exercise lebih efektif dari pada terapiisometrichandgribexercisedalampenurunantekanandarahpadapenderita hipertensi. Terapislowdeepbreathingexercisedanterapiisometrichandgribexercise dapat menjadi pengobatan alternative tradisional yang dapat dilakukan secara rutin untuki proses penyembuhan hipertensi.</p>2026-10-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2486Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Desa Sarinagen Kecamatan Cipongkor Tahun 20262026-10-05T05:24:51+07:00Lesmana LNnurdiantileni@gmail.comMufti IRnurdiantileni@gmail.comBarbara Mnurdiantileni@gmail.com<p><em>Stunting</em> merupakan gangguan pertumbuhan pada balita yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur berada di bawah standar pertumbuhan. Kejadian <em>stunting</em> dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola asuh orang tua. Pola asuh berkaitan dengan pemenuhan gizi, pemberian makan, kebersihan, perawatan kesehatan, serta pemantauan tumbuh kembang balita. Tujuan: Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian <em>stunting</em> pada balita usia 24–59 bulan di Desa Sarinagen Kecamatan Cipongkor Tahun 2026. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi sebanyak 450 balita dengan sampel 212 responden yang dipilih menggunakan <em>stratified random sampling</em>. Data pola asuh diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kejadian <em>stunting</em> ditentukan berdasarkan pengukuran tinggi badan menurut umur (TB/U). Analisis data menggunakan uji <em>Chi-square</em> dengan α=0,05. Hasil Penelitian: Sebanyak 43 balita (20,3%) mengalami <em>stunting</em> dan 87 responden (41%) memiliki pola asuh kurang baik. Hasil uji <em>Chi-square</em> menunjukkan <em>p-value</em> 0,027 (<0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian <em>stunting</em>. Simpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian <em>stunting</em> pada balita usia 24–59 bulan di Desa Sarinagen. Pola asuh yang baik perlu ditingkatkan melalui edukasi dan pendampingan orang tua sebagai bagian dari upaya pencegahan <em>stunting</em>.</p>2026-10-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2477Pengaruh Pursed Lips Breathing Terhadap Tingkat Keparahan Sesak Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik Di Klinik Husada Mulia Klakah2026-10-03T05:32:57+07:00Sofiyatun Sofiyatunsofiyatun@gmail.comRoisah Roisahsofiyatun@gmail.comSuhari Suharisofiyatun@gmail.com<p>Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit paru kronis yang ditandai hambatan aliran udara progresif dan sering menimbulkan sesak napas sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah Pursed Lips Breathing (PLB), yang bertujuan memperpanjang fase ekspirasi, mengurangi air trapping, serta meningkatkan ventilasi paru. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh PLB terhadap tingkat keparahan sesak pada pasien PPOK di Klinik Husada Mulia Klakah. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi penelitian sebanyak 115 pasien PPOK dengan sampel 54 responden menggunakan accidental sampling. Pengukuran tingkat sesak menggunakan Modified Medical Research Council (mMRC) dan lembar observasi. Intervensi PLB dilakukan satu kali sehari selama tiga hari. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami sesak kategori sedang dan setelah intervensi seluruh responden berada pada kategori ringan. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p<0,05 sehingga terdapat pengaruh pemberian PLB terhadap penurunan tingkat keparahan sesak pada pasien PPOK.</p>2026-10-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2493Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kontrol Rutin Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Desa Bence2026-10-16T11:14:46+07:00Gunawan Erdiansahgunawanerdiansyah@gmail.comSuhari Suharigunawanerdiansyah@gmail.comAlwin Widhiyantogunawanerdiansyah@gmail.com<p>Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang, termasuk pemantauan kadar glukosa darah secara berkala. Kepatuhan pasien dalam melakukan kontrol gula darah dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kontrol rutin gula darah pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Desa Bence Kecamatan Kedungjajang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel berjumlah 33 pasien DM tipe 2 yang mengikuti Posyandu di Desa Bence pada Mei 2026. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan lembar checklist kontrol rutin gula darah. Analisis dilakukan menggunakan uji Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan 20 responden (60,6%) memiliki dukungan keluarga kategori baik dan 13 responden (39,4%) kategori cukup. Sebanyak 24 responden (72,7%) melakukan kontrol gula darah secara rutin dan 9 responden (27,3%) tidak rutin. Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan p-value=0,000 dengan koefisien korelasi r=0,620, yang menunjukkan hubungan signifikan, positif, dan kuat antara dukungan keluarga dan kontrol rutin gula darah. Dukungan keluarga yang lebih baik berkaitan dengan keteraturan pasien dalam melakukan kontrol gula darah. Keterlibatan keluarga perlu diperkuat dalam pengelolaan Diabetes Melitus melalui pengingat jadwal kontrol, dukungan emosional, bantuan instrumental, dan motivasi pasien.</p>2026-10-16T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2484Pengaruh Edukasi Model Training-Based Terhadap Kemampuan Kader Dalam Investigasi Kontak Pasien TBC Di Desa Kalipenggung2026-10-03T15:35:09+07:00Robirt Agus Shoin Hisofrobirtagusshoinhisof@gmail.comRoisah Roisahrobirtagusshoinhisof@gmail.comSuhari Suharirobirtagusshoinhisof@gmail.com<p>Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan investigasi kontak untuk menemukan kasus secara dini. Kemampuan kader yang belum optimal dapat menghambat keberhasilan investigasi kontak. Edukasi model training-based merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan kader. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh edukasi model training-based terhadap kemampuan kader dalam investigasi kontak pasien TBC di Desa Kalipenggung. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 75 kader kesehatan di Desa Kalipenggung, dengan sampel 42 kader yang dipilih sesuai kriteria inklusi menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi model training-based dengan durasi 2 × 60 menit. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemampuan kader dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi terdapat 14 responden (33,3%) dalam kategori kompeten dan setelah edukasi meningkat menjadi 36 responden (85,7%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan Z = -4,690 dengan p-value 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi model training-based terhadap kemampuan kader dalam investigasi kontak pasien TBC. Edukasi model training-based efektif meningkatkan kemampuan kader dalam investigasi kontak pasien TBC dan dapat digunakan sebagai strategi pemberdayaan kader untuk mendukung keberhasilan investigasi kontak serta penemuan kasus TBC secara dini.</p>2026-10-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2475Hubungan Self Compossion Dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Di Desa Dawuan Wilayah Kerja Puskesmas Suboh Kabupaten Situbondo2026-10-02T09:04:13+07:00Alan Hidayatullahalanhidayatullah10@gmail.comAinul Yaqin Salamalanhidayatullah10@gmail.comDodik Hartonoalanhidayatullah10@gmail.com<p>Hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak hanya meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular, tetapi juga berdampak pada aspek psikologis sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Rendahnya <em>self-compassion</em> menyebabkan pasien sulit menerima kondisi penyakit, lebih mudah mengalami stres dan kecemasan, serta kurang mampu mempertahankan perilaku kesehatan yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan <em>self compassion</em> dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>. Populasi berjumlah 69 pasien hipertensi, dengan sampel sebanyak 59 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian meliputi kuesioner <em>self compassion scale</em> dan kuesioner <em>world health organization quality of life bref</em>. Analisis data menggunakan uji <em>spearman’s rho</em>. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik nomor 472/KEPK-UNHASA/VI/2026. Hasil penelitian menunjukkan <em>self compassion </em>kategori rendah sebanyak 30 responden (50,8%) dan kualitas hidup kategori kurang sebanyak 27 responden (45,8%). Hasil uji <em>Spearman’s rho</em> menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara <em>self compassion </em>dengan kualitas hidup (p=0,001; r=0,741). <em>Self-compassion</em> yang baik membantu pasien menerima kondisi penyakit, mengelola emosi, dan meningkatkan kualitas hidup. Sebaliknya, rendahnya <em>self-compassion</em> berkontribusi terhadap meningkatnya stres, kesulitan beradaptasi, dan penurunan kualitas hidup pada pasien hipertensi.</p>2026-10-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2491Analisis Faktor Terjadinya Hipertensi Pada Usia Produktif 15-64 Tahun Diklinik Rawat Inap Hakim Medika Desa Pandanwangi Lumajang2026-10-16T09:52:48+07:00Agustin Evita Mayangsariagustinevitam@gmail.comDodik Hartonoagustinevitam@gmail.comZainal Abidinagustinevitam@gmail.com<p>Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang banyak terjadi pada usia produktif. Peningkatan kejadian hipertensi pada usia produktif dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, stress, Indeks Massa Tubuh (IMT) dan karakteristik usia dan jenis kelamin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pasien usia produktif (15–64 tahun) di Klinik Hakim Medika. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian ini berjumlah 60 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang meliputi pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, stress. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik <em>Fisher Exact</em>. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik UNHASA dengan nomor 271/KEPK-UNHASA/V/2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian hipertensi dengan faktor usia (p = 0,032), aktivitas fisik (p = 0,041), dan tingkat stres (p = 0,025). Sementara itu, faktor jenis kelamin (p = 0,460), pola makan (p = 0,838), dan perilaku merokok (p = 0,448) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian hipertensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bertambahnya usia, rendahnya aktivitas fisik dan tingginya tingkat stress, merupakan faktor yang berperan dalam peningkatan resiko hipertensi pada usia produktif.</p>2026-10-16T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2482Pengaruh Diet Education Dengan Metode Dash Terhadap Diet Self Efficacy Pada Penderita Hipertensi Di Desa Gondoruso Wilayah Kerja Puskesmas Bades2026-10-03T14:36:10+07:00Gading Kencana Aura Bhaktigadingkencanaaurabhakti@gmail.comAinul Yaqin Salamgadingkencanaaurabhakti@gmail.comNafolion Nur Rahmatgadingkencanaaurabhakti@gmail.com<p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling sering terjadi dan menjadi faktor risiko utama berbagai komplikasi seperti stroke, gagal jantung, dan gangguan ginjal. Salah satu upaya pengendalian hipertensi adalah melalui perubahan pola makan menggunakan <em>Dietary Approaches to Stop Hypertension</em> (DASH). Namun, keberhasilan penerapan diet DASH tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan, tetapi juga keyakinan penderita dalam menjalankan perilaku diet atau diet self efficacy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diet education dengan metode DASH terhadap diet self efficacy pada penderita hipertensi di Desa Gondoruso Wilayah Kerja Puskesmas Bades. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan one group pre-test post-test design. Populasi penelitian sebanyak 130 penderita hipertensi dengan jumlah sampel 33 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin. Intervensi berupa pemberian diet education metode DASH menggunakan SAP dan media booklet. Pengukuran diet self efficacy menggunakan kuesioner DASH-SEQ yang terdiri dari 15 pernyataan. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan intervensi seluruh responden memiliki diet self efficacy kategori rendah sebanyak 33 responden (100%). Setelah diberikan edukasi diet DASH seluruh responden mengalami peningkatan diet self efficacy sebanyak 33 responden (100%). Hasil analisis Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000 (<0,05), sehingga terdapat pengaruh signifikan diet education metode DASH terhadap peningkatan diet self efficacy penderita hipertensi.</p>2026-10-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2473Hubungan Peran Orang Tua Dalam Pengawasan Makanan Dan Minuman Yang Mengandung Btp (Bahan Tambahan Pangan) Dengan Kejadian ISPA Pada Anak Di Desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun2026-10-02T04:19:56+07:00Mulis Fitrianimulisfitriani@gmail.comAchmad Kusyairimulisfitriani@gmail.comAlwin Widhiyantomulisfitriani@gmail.com<p>ISPA masih menjadi masalah kesehatan pada anak dan meningkatkan angka kesakitan, Pengawasan orang tua sangat penting kurangnya pengawasan dapat meningkatkan konsumsi BTP dan berdampak pada kesehatan, sedangkan pengawasan yang baik dapat mengurangi risiko. Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Hubungan Peran Orang Tua Dalam Pengawasan Makanan Dan Minuman Yang Mengandung BTP (Bahan Tambahan Pangan) Dengan Kejadian ISPA Pada Anak Di Desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>kuantitatif analitik</em> dengan desain observasional menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em>, pada penelitian ini populasinya adalah orang tua di Desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun sebanyak 100 Orang. Dengan teknik <em>Random Sampling</em> didapatkan sampel sebanyak 80 sampel. Instrumen yang dipakai adalah kuisioner dan untuk mengetahui pengaruh antara kedua variabel dilakukan uji statistik <em>Chi-Square</em> dengan tingkat signifikan 0,05. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar peran orang tua berada pada kategori cukup, yaitu sebanyak 39 orang (48,8%), sedangkan sebagian besar anak mengalami ISPA, yaitu sebanyak 42 anak (52,5%). Berdasarkan hasil uji <em>Chi-Square</em> diperoleh nilai Pearson Chi-Square sebesar 13,144 dengan derajat kebebasan (df) = 2 dan nilai p = 0,001 (p < 0,05). maka dapat disimpulkan bahwa H₀ ditolak dan H₁ diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat Hubungan Peran Orang Tua Dalam Pengawasan Makanan Dan Minuman Yang Mengandung BTP (Bahan Tambahan Pangan) Dengan Kejadian ISPA Pada Anak di Desa Karanganyar Kecamatan Yosowilangun. Peran orang tua yang baik tidak hanya sebatas menyediakan makanan, tetapi juga mencakup kemampuan dalam memilih makanan yang aman seperti membatasi konsumsi jajanan yang mengandung BTP berlebihan, serta memberikan edukasi kepada anak mengenai pentingnya makanan sehat.</p>2026-10-02T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2489Pengaruh Video Based Education Terhadap Perilaku Self Care Pada Pasien Hipertensi Di Klinik Medika Pandanwangi Lumajang2026-10-14T09:36:09+07:00Gumelar Ningsih Eka Putrigumelarningsih09@gmail.comSuharigumelarningsih09@gmail.comDodik Hartonogumelarningsih09@gmail.com<p>Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan pengelolaan secara berkelanjutan. Salah satu faktor penting dalam pengendalian hipertensi adalah perilaku <em>self-care</em> yang meliputi kepatuhan minum obat, diet rendah garam, aktivitas fisik, monitoring tekanan darah, dan manajemen stres. Kurangnya edukasi yang efektif dapat menyebabkan perilaku <em>self-care</em> pasien belum optimal. Video <em>based education</em> merupakan salah satu media edukasi audiovisual yang dapat membantu pasien memahami dan menerapkan informasi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video <em>based education</em> terhadap perilaku <em>self-care</em> pada pasien hipertensi di Klinik Hakim Medika Pandanwangi Lumajang. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 38 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan kuesioner perilaku <em>self-care</em> sebanyak 20 pernyataan dengan skala Likert 1–4. Analisis data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan video <em>based education</em>, sebagian besar responden memiliki perilaku <em>self-care</em> dalam kategori kurang sebanyak 20 responden (52,6%), kategori cukup sebanyak 16 responden (42,1%), dan kategori baik sebanyak 2 responden (5,3%). Setelah diberikan video <em>based education</em>, perilaku <em>self-care</em> kategori cukup menjadi 20 responden (52,6%), kategori baik 12 responden (31,6%), dan kategori kurang 6 responden (15,8%). Rata-rata skor perilaku <em>self-care</em> meningkat dari 41,1 ± 8,97 menjadi 54,0 ± 10,77. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p < 0,001, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh video based education terhadap perilaku self-care pada pasien hipertensi di Klinik Hakim Medika Pandanwangi Lumajang. Video <em>based education</em> dapat menjadi salah satu alternatif media edukasi bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan perilaku <em>self-care</em> pasien hipertensi.</p>2026-10-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2480Hubungan Tingkat Kecemasan Trimester III Dengan Kualitas Tidur Ibu Hamil Di PMB Bidan Astry Kab. Bandung Tahun 20262026-10-03T06:22:12+07:00Purnamasari Ppurnamasputri@gmail.comKamila Lpurnamasputri@gmail.comBarbara MADpurnamasputri@gmail.com<p>Kehamilan trimester III merupakan periode yang rentan menimbulkan kecemasan akibat kekhawatiran menghadapi persalinan dan kondisi janin. Kecemasan ini berpotensi meningkatkan hormon stres yang dapat mengganggu relaksasi tubuh, sehingga berdampak buruk pada kualitas tidur ibu hamil. Tujuan Penelitian: Untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan trimester III dengan kualitas tidur ibu hamil di PMB Bidan Astry Kabupaten Bandung Tahun 2026. Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III di PMB Bidan Astry sebanyak 64 orang. Sampel berjumlah 56 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner <em>Hamilton Anxiety Rating Scale </em>(HARS) dan <em>Pittsburgh Sleep Quality Index </em>(PSQI). Analisis data menggunakan uji korelasi <em>Spearman Rank.</em> Hasil Penelitian: Sebagian besar responden mengalami kecemasan berat yaitu sebanyak 44 orang (78,6%) dan memiliki kualitas tidur yang buruk yaitu sebanyak 42 orang (75,0%). Uji statistik <em>Spearman Rank </em>menunjukkan nilai <em>p-value </em>sebesar 0,024 (<em>p </em>< 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan trimester III dengan kualitas tidur ibu hamil di PMB Bidan Astry Kabupaten Bandung Tahun 2026.</p>2026-10-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2496Hubungan Pengalaman Menjadi Korban Bullying Dengan Harga Diri Pada Remaja Di SMP Negeri 1 Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong2026-10-16T16:12:21+07:00Eka Nurhanisaekahanisa31@gmail.comSitti Rahma Solemanekahanisa31@gmail.com<p>Pengalaman menjadi korban <em>bullying</em> dilingkungan sekolah masih menjadi permasalahan psikososial serius yang dialami remaja dan berdampak negatif terhadap harga diri. Remaja yang menjadi korban <em>bullying </em>cenderung memiliki penilaian diri yang negatif, kurang rasa percaya diri, dan kesulitan berinteraksi sosial. Tujuan: Mengetahui hubungan pengalaman menjadi korban <em>bullying </em>dengan harga diri pada remaja di SMP Negeri 1 Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em>. Sampel penelitian berjumlah 62 responden yang dipilih menggunakan teknik <em>total sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan kuesioner <em>Olweus Bully</em>/<em>Victim Questionnaire</em> (OBVQ) dan <em>Rosenberg Self-Esteem Scale</em> (RSES). Analisis data menggunakan uji korelasi <em>Spearman Rank.</em> Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengalaman menjadi korban <em>bullying</em> kategori tinggi (72,6%) dan harga diri kategori rendah (64,5%). Hasil uji korelasi <em>Spearman Rank</em> menunjukkan nilai p = 0,000 dengan koefisien korelasi r = -0,986, sehingga terdapat hubungan signifikan antara pengalaman menjadi korban <em>bullying</em> dengan harga diri pada remaja. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengalaman menjadi korban <em>bullying</em> dengan harga diri pada remaja di SMP Negeri 1 Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Semakin tinggi pengalaman menjadi korban <em>bullying</em>, semakin rendah harga diri remaja.</p>2026-10-16T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia