Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC <p align="justify"><strong>Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) </strong>accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. <strong>Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC)</strong> also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.</p> <p align="justify"><strong>Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC)</strong> is indexed by:<br /><a href="https://scholar.google.com/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/GS.png" alt="scholar" width="100" height="39" /></a> <a href="https://neliti.com/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/neliti.png" alt="neliti" width="100" height="39" /></a> <a href="hhttps://garuda.kemdikbud.go.id/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/garuda.png" alt="garuda" width="100" height="39" /></a> <a href="https://onesearch.id/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/Onesearch.png" alt="onesearch" width="100" height="39" /></a><a href="https://www.crossref.org" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/crossref.png" alt="crossref" width="100" height="39" /></a></p> <table class="data" width="100%" bgcolor="#f3fff0"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">Journal title</td> <td width="80%"><strong>Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC)</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Subject</td> <td width="80%">Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Language</td> <td width="80%">English (preferred), Indonesia</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">ISSN</td> <td width="80%">2964-2434</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frequency</td> <td width="80%">12 issues per year </td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">DOI</td> <td width="80%"><strong>10.70570</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Acreditation</td> <td width="80%">-</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Editor-in-chief</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=rKcgrxkAAAAJ&amp;hl=id&amp;authuser=1" target="_blank" rel="noopener"><strong>Ade Herman Surya Direja</strong></a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Publisher</td> <td width="80%">Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Citation Analysis</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=CzH2vu0AAAAJ&amp;hl=en" target="_top">Google Scholar</a></td> </tr> </tbody> </table> YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA en-US Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia 2964-2434 Pengaruh Edukasi Manajemen Koping Terhadap Kualitas Hidup Pada Pasien Pasca PCI (Percutaneous Coronary Intervention) Di RSUD Dr. KH. Idham Chalid https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2242 <p>Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas, sehingga tindakan <em>Percutaneous Coronary Intervention</em> (PCI) banyak dilakukan untuk memperbaiki aliran darah koroner. Pasien pasca PCI masih sering mengalami kecemasan, stres, serta keterbatasan aktivitas yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Edukasi manajemen koping diperlukan untuk membantu pasien beradaptasi secara fisik dan psikologis setelah tindakan PCI. Tujuan penelitian untuk mengetahui mengetahui pengaruh edukasi manajemen koping terhadap kualitas hidup pasien pasca PCI. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test. Populasi penelitian ini pasien yang telah menjalani tindakan <em>Percutaneous Coronary Intervention</em> (PCI) di RSUD DR. KH. Idham Chalid. Sampel sebanyak 45 responden dengan tekhnik <em>consecutive sampling. </em>Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Analisa data dengan univariat dan bivariat dengan uji <em>paired samples test. </em>Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh edukasi manajemen koping secara terstruktur terhadap kualitas hidup pasien pasca PCI di RSUD Dr. KH. Idham Chalid (Ciawi) dengan nilai p value = 0,000 (p &lt; 0,05). Kesimpulan pemberian edukasi manajemen koping secara terstruktur efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien pasca PCI.</p> Moh Elga Leringga Yeni Koto Agus Purnama Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia 2026-07-01 2026-07-01 5 7 1 11 10.70570/jikmc.v5i7.2242 Tingkat Stres Pra Sirkumsisi Anak Usia 6-12 Tahun Dengan Free Needle Injection Method https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2270 <p>Sirkumsisi pada anak usia sekolah sering menimbulkan stres karena takut nyeri dan jarum suntik. Metode anestesi konvensional menggunakan jarum dapat memicu stres akut yang berdampak pada trauma medis jangka panjang.&nbsp;<em>Free needle injection method</em>&nbsp;hadir sebagai alternatif tanpa jarum untuk mengurangi stres visual anak, namun bukti empiris tentang tingkat stres anak yang menggunakan metode ini masih terbatas. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat stres pra sirkumsisi anak usia 6-12 tahun dengan&nbsp;<em>free needle injection method</em>. Desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi seluruh anak usia 6-12 tahun yang disirkumsisi dengan&nbsp;<em>free needle injection</em>&nbsp;di Klinik Al-Faasha Care Kabupaten Kediri berjumlah 60 responden dalam 6 bulan. Sampel 20 responden dengan teknik&nbsp;<em>accidental sampling</em>. Penelitian dilaksanakan tanggal 17 Maret-12 Mei 2026. Variabel penelitian Tingkat Stres Pra Sirkumsisi Anak Usia 6-12 Tahun Dengan <em>Free Needle Injection Method.</em> Instrumen menggunakan&nbsp;<em>Perceived Stress Scale for Children</em>&nbsp;(PSS-C). Data dianalisis dengan persentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian dari 20 responden, didapatkan hampir setengahnya yaitu 8 responden (40%) mengalami stres sangat rendah dan sedang, sebagian kecilnya yaitu 3 responden (15%) mengalami stres rendah, dan sebagian kecilnya yaitu 1 responden (5%) mengalami stres tinggi. Faktor yang memengaruhi tingkat stres yaitu usia, pengalaman medis sebelumnya, dukungan orang tua, cara pemberian informasi, dan reaksi anak. Sebagian besar anak usia 6-12 tahun yang menjalani sirkumsisi dengan&nbsp;<em>free needle injection method </em>mengalami stres sangat rendah hingga sedang. Metode ini efektif dalam mengurangi stres pra sirkumsisi dan direkomendasikan sebagai pilihan anestesi lokal pada sirkumsisi anak. Disarankan agar tenaga kesehatan memberikan edukasi yang sesuai dengan usia anak, menggunakan komunikasi terapeutik, serta melibatkan orang tua dalam pendampingan sebelum tindakan guna membantu mengurangi stres pra sirkumsisi pada anak.</p> Ariani Sulistyorini Zidan Fatikhul Mizan Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia 2026-07-17 2026-07-17 5 7 68 89 10.70570/jikmc.v5i7.2270 Efektivitas Pemberian Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Untuk Peningkatan Ketrampilan Ekstrakurikuler PMR Pada Siswa https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2254 <p>Palang Merah Remaja (PMR) merupakan salah satu wadah ekstrakurikuler di sekolah yang berfokus pada kemanusiaan dan kesehatan. Anggota PMR dituntut memiliki keterampilan praktis yang matang dalam Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) agar mampu bertindak sebagai penolong pertama saat terjadi insiden di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian pelatihan P3K terstruktur dalam meningkatkan keterampilan teknis siswa yang mengikuti ekstrakurikuler PMR. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-experimental (one-group pretest-posttest design). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 4–30 Mei 2026 bertempat di SMK Ahmad Yani Gurah Kediri. Sasaran penelitian adalah siswa yang aktif dalam ekstrakurikuler PMR di sekolah tersebut. Intervensi yang diberikan berupa pelatihan P3K intensif yang mengombinasikan penyampaian materi teoretis dan metode simulasi praktik langsung (seperti pembalutan luka, pembidaian, dan evakuasi korban). Keterampilan peserta diukur sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pelatihan menggunakan lembar observasi penilaian keterampilan terstandar. Hasil: Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan keterampilan yang sangat signifikan pada anggota PMR setelah diberikan pelatihan. Nilai rata-rata keterampilan peserta pada saat pretest (sebelum pelatihan) tergolong rendah, yaitu sebesar 41,22. Setelah mengikuti program pelatihan P3K, nilai rata-rata keterampilan peserta pada saat posttest melonjak tajam menjadi 85,75. Hasil uji statistik mengonfirmasi bahwa pelatihan P3K secara signifikan efektif meningkatkan keterampilan praktis peserta. Kesimpulan: Pemberian pelatihan P3K berbasis praktik terbukti sangat efektif dalam meningkatkan keterampilan anggota ekstrakurikuler PMR di SMK Ahmad Yani Gurah Kediri. Peningkatan capaian ini menegaskan pentingnya metode pelatihan berkala berbasis simulasi terstruktur untuk menjaga kesiapan fisik dan mental siswa sebagai kader kesehatan di lingkungan sekolah. Kata Kunci: Efektivitas, Pelatihan P3K, Keterampilan, PMR, SMK Ahmad Yani Gurah Kediri.</p> Sutiyah Heni Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia 2026-07-14 2026-07-14 5 7 51 60 10.70570/jikmc.v5i7.2254 Pelaksanaan Inspeksi Overhead Crane 10 Ton Di Area PPM 5 (Paper Mesin) Sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. Perawang Mill https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2246 <p>Overhead crane merupakan peralatan penting dalam mendukung proses produksi industri pulp dan kertas, namun penggunaannya memiliki potensi bahaya yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan inspeksi <em>overhead crane </em>berkapasitas 10 ton di area PPM 5 PT. Indah Kiat <em>Pulp &amp; Paper </em>Tbk. Perawang Mill sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, serta studi dokumen perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inspeksi rutin mencakup pemeriksaan aspek mekanis, sistem kelistrikan, dan perangkat pengaman telah dilaksanakan sesuai standar K3, dengan temuan utama berupa adanya keausan pada beberapa komponen mekanis, risiko <em>human error </em>dalam pengoperasian, serta kelemahan dalam dokumentasi hasil inspeksi. Tindakan korektif yang dilakukan perusahaan berhasil meminimalisasi potensi bahaya, namun peningkatan kompetensi teknisi melalui pelatihan dan perbaikan sistem pencatatan masih sangat diperlukan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan inspeksi secara konsisten efektif dalam menekan risiko kecelakaan kerja sekaligus menjaga keandalan operasional <em>overhead crane</em>.</p> Rihan Januardy Nofri Hasrianto Armadi Riska Epina Hayu Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia 2026-07-04 2026-07-04 5 7 12 29 10.70570/jikmc.v5i7.2246 Gambaran Kesehatan Mental Pada Remaja Di Smp Handayani 2 Pameungpeuk https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2265 <p>Data global WHO (2024) menunjukkan (14%) remaja mengalami gangguan mental. Di Kabupaten Bandung, sekitar (99,87%) sudah mengalami gangguan mental dengan kategori ODGJ pada hasil riset 2019-2023. Dinkes (2023), dan remaja merupakan usia yang rentan akan gangguan mental. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana gambaran proporsi kesehatan mental di SMP Handayani 2 Pameungpeuk berdasarkan skor SDQ. Metode: Penelitian ini deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan <em>cross sectional. </em>Dilakukan pada bulan Juni 2025, dengan sampel penelitian 228 siswa/i dari kelas VII-IX SMP Handayani 2 Pameungpeuk ditentukan dengan teknik <em>Stratified Random Sampling</em>. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan responden berada dalam dalam kategori normal, sebanyak 121 responden (53.1%) pada skor kesulitan dan skor kekuatan sebanyak 213 responden (93.4%). Akan tetapi, menemukan hasil pada skor kesulitan dimana paling dominan yang mengalami kategori abnormal ditemukan pada skor gejala emosional sebanyak 74 orang (32.5%) diikuti masalah teman sebaya sebanyak 30 orang (13.2%) kemudian masalah perilaku sebanyak 25 orang (11.0%), hiperaktivitas sebanyak 12 orang (5.3%) dan perilaku prososial sebanyak dua orang (0.9%). Skor <em>boderline </em>menambahkan data perlunya perhatian lebih terhadap kesehatan mental. Kesimpulan: Gambaran kesehatan mental pada remaja di SMP Handayani 2 Pameungpeuk mayoritas berada dalam kategori normal. Saran: Penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan program preventif kesehatan mental pada remaja.</p> Idris Handriana Rosmawati Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia 2026-07-17 2026-07-17 5 7 61 67 10.70570/jikmc.v5i7.2265 Pengaruh Peran Influencer Media Sosial Dan Faktor Pengetahuan Terhadap Perilaku Pemilihan Sunscreen Di Kalangan Remaja Putri SMK Ashabulyamin https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2251 <p>Paparan sinar UV yang berlebihan merupakan risiko signifikan bagi kesehatan kulit, khususnya pada remaja putri yang rentan terhadap tren kecantikan digital. Meski kesadaran meningkat, penggunaan <em>sunscreen </em>di Indonesia masih tergolong rendah. Berlandaskan <em>Theory of Planned Behavior</em> dan <em>Social Learning Theory</em>, penelitian ini menganalisis pengaruh peran <em>influencer</em> media sosial (X1) dan pengetahuan (X2) terhadap perilaku pemilihan <em>sunscreen</em> (Y) pada 156 siswi SMK Ashabulyamin Cianjur yang dipilih secara purposive sampling. Menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional, data dikumpulkan melalui kuesioner tervalidasi dan dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS. Hasil uji t menunjukkan bahwa peran influencer (t = 7,572; sig. &lt; 0,001) dan pengetahuan (t = 8,033; sig. &lt; 0,001) masing-masing berpengaruh positif dan signifikan secara parsial, dengan nilai F simultan sebesar 88,113 (sig. &lt; 0,001) dan Adjusted R Square 0,529, yang berarti kedua variabel menjelaskan 53,5% variasi perilaku pemilihan sunscreen. Disimpulkan bahwa influencer media sosial dan pengetahuan merupakan prediktor utama perilaku pemilihan sunscreen remaja putri, sehingga edukasi kesehatan kulit berbasis digital di lingkungan sekolah sangat diperlukan.</p> Islahil Hasanah Linda Suryanti Leli Nurlaeli Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia 2026-07-12 2026-07-12 5 7 30 50 10.70570/jikmc.v5i7.2251