Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC <p align="justify"><strong>Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC) </strong>accepts related writings: Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect. <strong>Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC)</strong> also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of Health Sciences.</p> <p align="justify"><strong>Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC)</strong> is indexed by:<br /><a href="https://scholar.google.com/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/GS.png" alt="scholar" width="100" height="39" /></a> <a href="https://neliti.com/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/neliti.png" alt="neliti" width="100" height="39" /></a> <a href="hhttps://garuda.kemdikbud.go.id/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/garuda.png" alt="garuda" width="100" height="39" /></a> <a href="https://onesearch.id/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/Onesearch.png" alt="onesearch" width="100" height="39" /></a><a href="https://www.crossref.org" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/crossref.png" alt="crossref" width="100" height="39" /></a></p> <table class="data" width="100%" bgcolor="#f3fff0"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">Journal title</td> <td width="80%"><strong>Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia (JIK-MC)</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Subject</td> <td width="80%">Health sciences allied such like: Midwifery, medicine, pharmacies, phisiotherapy, surgical medical nursing, Emergency nursing, Mental nursing, Maternity nursing and children, Community nursing, family and elderly Nursing management, ect</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Language</td> <td width="80%">English (preferred), Indonesia</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">ISSN</td> <td width="80%">2964-2434</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frequency</td> <td width="80%">12 issues per year </td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">DOI</td> <td width="80%"><strong>10.70570</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Acreditation</td> <td width="80%">-</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Editor-in-chief</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=rKcgrxkAAAAJ&amp;hl=id&amp;authuser=1" target="_blank" rel="noopener"><strong>Ade Herman Surya Direja</strong></a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Publisher</td> <td width="80%">Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Citation Analysis</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=CzH2vu0AAAAJ&amp;hl=en" target="_top">Google Scholar</a></td> </tr> </tbody> </table> en-US adehermansuryadireja@gmail.com (Ade Herman Surya Direja) adehermansuryadireja@gmail.com (Ade Herman Surya Direja) Thu, 01 Jan 2026 14:19:35 +0700 OJS 3.3.0.11 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Gambaran Proses Penyembuhan Luka Dengan Teknik Moist Wound Healing Pada Luka Penderita Diabetes Melitus Di Klinik Pandawa Kabupaten Kediri https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2074 <p>Penyembuhan luka merupakan suatu proses yang kompleks terbentuknya senyawa kimia sebagai substansi mediator di daerah luka merupakan komponen yang saling terkait pada proses penyembuhan luka. <em>Moist wound healing</em> merupakan suatu metode yang mempertahankan lingkungan luka tetap terjaga kelembabannya untuk memfasilitasi penyembuhan luka. Diabes melitus merupakan&nbsp;<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_metabolik">gangguan metabolisme</a>&nbsp;yang ditandai dengan&nbsp;<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Hiperglikemia">kadar gula darah yang</a>&nbsp;tinggi. Tujuan penelitian mengetahui gambaran proses penyembuhan luka dengan teknik <em>moist wound healing </em>pada luka diabetes melitus. Desain penelitian Dekriptif, populasi dan sampel penelitian adalah seluruh responden yang memiliki luka diabetes melitus sebanyak 16 responden, dengan teknik sampel <em>accidental sampling</em>. Penelitian dilaksanakan tanggal 24 Maret – 5 April 2024 di Klinik Pandawa Kabupaten Kediri. Variabel penelitian yaitu gambaran proses penyembuhan luka dengan teknik <em>moist wound healing </em>pada luka penderita diabetes melitus, instrument penelitian menggunakan Bates-Jansen <em>Wound Assessment Tool </em>(BWAT), data dianalisa dengan rumus persentase dan diiterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian pada pertemuan terakhir dari 16 responden sebagian besar responden memiliki pertumbuhan luka membaik yaitu 14 responden dan sebagian kecil dari responden dengan jaringan sehat yaitu 2 responden. Faktor utama yang mempengaruhi proses penyembuhan luka yaitu perawatan luka dengan teknik <em>moist wound healing, </em>dan beberapa faktor lainnya adalah usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan terakhir, penghasilan keluarga dalam 1 bulan, pengeluaran keluarga dalam 1 bulan dan lama pasien sakit dengan luka diabetes. Diharapkan hasil penelitian dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk penderita luka diabetes melitus dalam menunjang kesembuhan dan menjadi bahan tambahan dalam memberikan informasi dan pelayanan terkait dengan proses penyembuhan luka penderita luka diabetes melitus. Responden mampu menunjang kesembuhan luka dengan melakukan perawatan luka menggunakan teknik <em>moist wound healing</em></p> Ariani Sulistyorini, Hafidz Nur Addin Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2074 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Health Education Perawatan Luka Terhadap Perilaku Pencegahan Infeksi Luka Operasi Post Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2065 <p>Infeksi luka pasca operasi sectio caesaria merupakan salah satu komplikasi yang dapat memperpanjang masa rawat dan meningkatkan risiko komplikasi serius. Rendahnya pengetahuan dan perilaku pencegahan infeksi luka menjadi faktor utama yang mempengaruhi kejadian infeksi tersebut. <strong>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian <em>health education</em> perawatan luka terhadap perilaku pencegahan infeksi luka pada pasien post operasi sectio caesaria. </strong>Penelitian ini menggunakan metode <em>quasi-eksperimen</em> dengan desain <em>pre-test dan post-test</em> pada pasien post operasi <em>sectio caesaria</em>. Populasi pada penlitian ini 50 responden <em>post section caesaria</em>, Sampel diambil secara <em>accidental sampling</em> sebanyak 44 responden. Data perilaku pencegahan infeksi luka dikumpulkan 2 kali menggunakan kuesioner setelah pasien post operasi dan sehari setelahnya sebelum pasien pulang, di ukur menggunakan skala frequensi dan dianalisis menggunakan uji <em>T-paired</em> untuk mengukur pengaruh health education. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor perilaku pencegahan infeksi luka dari 32,84 pada <em>pre-test</em> menjadi 41,25 pada <em>post-test</em>. Korelasi antara sebelum dan sesudah pemberian health education sangat kuat dan positif dengan nilai 0,955. Uji <em>T-paired</em> menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p &lt; 0,05), dapat diartikan ada pengaruh &nbsp;Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa <em>health education</em> merupakan intervensi efektif dalam meningkatkan perilaku pencegahan infeksi luka pasca <em>sectio caesaria</em>. Oleh karena itu, penerapan program edukasi kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan di fasilitas kesehatan sangat dianjurkan sebagai bagian dari protokol perawatan pasien post-operasi untuk meningkatkan hasil klinis dan mengoptimalkan keselamatan pasien.</p> Hilman Hidayat, Dodik Hartono, Ainul Yaqin Salam Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2065 Mon, 05 Jan 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Mind Mapping Berlari Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Di TK Babul Ilmi Desa Sumber Gading Kecamatan Sumber Wringin Bondowoso https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2063 <p><em>Mind Mapping </em>merupakan suatu cara alternatif yang ditujukan kepada seluruh bagian otak untuk berpikir linier sehingga dapat memberikan kebebasan kepada anak untuk menggorganisir dan menghubungkan ide, konsep, dan informasi dalam bentuk peta konsep yang menyerupai jaringan saraf otak. Motorik kasar yang berkembang memberi kemampuan fisik yang lebih mumpuni seperti tidak mudah lelah dalam melakukan aktifitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh mind mapping berlari terhadap perkembangan motorik kasar pada anak Di TK Babul Ilmi Di Desa Sumber Gading Kecamatan Sumber Wringin Kabupaten Bondowoso Tahun 2025. Perkembangan motorik kasar sebelum diajarkan mind mapping berlari yaitu: perkembangan sangat baik 11 responden (36,6%) perkembangan sesuai harapan sebanyak 15 responden (50%) dan perkembangan yang mulai berkembang sebanyak 4 responden (13,4%) kemudian setelah diajarkan mind mapping berlari yaitu: perkembangan sangat baik 23 responden (76.6%) perkembangan sesuai harapan sebanyak 7 responden (23,4 %) dan perkembangan yang mulai berkembangan sebanyak 0 responden (0 %). Metode Penelitian one-group pra-posttest design dengan jumlah 30 Responden yang di criteria dengan Tehnik Purposive Sampling. Pengumpulan Data dilakukan menggunakan kuesioner kemudian data tahap coding dan scoring, lalu di Uji menggunakan Uji Wiloxcon. Hasil Ui Wiloxcon diperoleh taraf signifikan ρ &lt; 0,05 dengan signifikan ρ &lt; 0,001 mengukur Perkembangan Motorik Kasar sebelum dan sesudah dilakukan intervensi Metode Mind Mapping Pada anak TK Bila ρ &lt; 0,05 menunjukkan bahwa adanya perbedaan pengaruh Metode Mind Mapping Berlari Terhadap Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak TK. Kesimpulan lakukan stimulasi sesering mungkin kepada anak agar dapat meningkatkan perkembangan dan pertumbuhan pada anak terutama perkembangan motorik kasar.</p> Heradatul Hasanah, Ainul Yaqin Salam, Rizki Mega Safitri Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2063 Mon, 05 Jan 2026 00:00:00 +0700 Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Komplikasi Pada Ibu Post Partum Di RSU Bhakti Husada Banyuwangi https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2061 <p>Komplikasi post partum merupakan salah satu penyebab utama angka kematian ibu (AKI) di Indonesia. Berdasarkan data Dinkes Banyuwangi, terdapat 28 kasus kematian ibu pada tahun 2023. Komplikasi pada masa nifas dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti keteraturan kunjungan ANC, paritas, jarak kehamilan, dan kehamilan risiko tinggi. Identifikasi faktor-faktor tersebut menjadi penting untuk mencegah kejadian komplikasi lebih lanjut. Tujuan dari penelitian ini ialah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi komplikasi pada ibu post partum. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum di RSU Bhakti Husada Banyuwangi pada bulan Juni 2025 sebanyak 71 orang yang diambil secara total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi dari data sekunder berupa rekam medis pasien. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik multinomial. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara kunjungan ANC (p = 0,024), jarak kehamilan (p = 0,007), dan kehamilan risiko tinggi (p = 0,000) dengan komplikasi post partum. Namun, paritas tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p = 0,229). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor kehamilan risiko tinggi merupakan variabel dominan yang paling mempengaruhi komplikasi post partum di RSU Bhakti Husada Banyuwangi OR : 0,000. Penting bagi tenaga kesehatan dan keluarga untuk melakukan deteksi dini terhadap faktor risiko selama kehamilan dan masa nifas, serta meningkatkan kualitas kunjungan ANC sebagai upaya preventif terhadap komplikasi post partum.</p> Nur Hidayati, Firdawsyi Nuzula, Nafolion Nur Rahmat Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2061 Sat, 03 Jan 2026 00:00:00 +0700 Dukungan Keluarga Dalam Mendukung Kepatuhan Pengobatan Pasien Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuban https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2076 <p>Tuberkulosis paru masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, yang menunjukkan peningkatan kasus setiap tahunnya. masih adanya pasien Tuberkulosis paru yang putus pengobatan (Drop out). Keberhasilan pengobatan Tuberkulosis paru sangat bergantung pada kepatuhan pasien, salah satunya dipengaruhi oleh dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan akepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Tuban. Penelitian ini deskriptif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em>. Populasinya seluruh keluarga penderita Tuberkulosis paru yang masih menjalani program pengobatan di Puskesmas Tuban sebanyak 64 orang, dan semuanya digunakan sebagai sampel dengan teknik total sampling. Variabel dalam penelitian adalah dukungan keluarga dalam mendukung kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis paru. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup Analisa data menguak analisis deskriptif, yang menggunakan tabel, distribusi frekuensi dan prosentase. Hasil menunjukan hampir setengahnya (28.1%) keluarga penderita Tuberkulosis paru berusia dewasa akhir, dan lansia akhir, Sebagian besar (71,9%) keluarga penderita Tuberkulosis paru berpendidikan SMA, hampir seluruhnya (76.6%) keluarga penderita Tuberkulosis paru bekerja, setengahnya (50.0%) dukungan keluarga dalam mendukung kepatuhan pengobatan pasien Tuberkulosis paru adalah baik, sebagian besar (55,6%) keluarga penderita Tuberkulosis paru pada masa dewasa akhir memiliki dukungan keluarga yang baik, seluruhnya (100%) keluarga yang berpendidikan SD memiliki dukungan yang baik, dan sebagian besar (53,3%) keluarga yang bekerja memiliki dukungan yang baik. Dukungan keluarga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan bagi pasien Tuberkulosis paru. Oleh karena itu, intervensi kesehatan masyarakat harus melibatkan keluarga sebagai mitra strategis. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi hubungan antara jenis dukungan dan tingkat pemulihan pasien secara longitudinal.</p> Davis Khoirul Akmal, Yasin Wahyurianto, Teresia Retna Puspitadewi, Wahyuningsih Triana Nugraheni Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2076 Sat, 17 Jan 2026 00:00:00 +0700 Analisis Dukungan Keluarga Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Penurunan Kecemasan Pasien Dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2059 <p>Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah kondisi dengan hambatan aliran udara progresif yang menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk kronis, dan produksi dahak berlebih. Kondisi ini sering menimbulkan kecemasan pada pasien, sehingga dukungan keluarga dan kualitas pelayanan kesehatan menjadi faktor penting untuk mengurangi kecemasan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas pelayanan terhadap penurunan kecemasan pasien PPOK yang dirawat inap di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan pada periode 1 Juni hingga 15 Juli 2025. Sampel terdiri dari 30 responden yang diambil secara accidental sampling dari populasi 32 pasien PPOK rawat inap di rumah sakit tersebut. Data dianalisis dengan uji chi-square dan Fisher’s Exact Test untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan bahwa 21 responden (70%) mendapatkan dukungan keluarga yang baik, dan 19 responden (63,3%) menilai kualitas pelayanan sangat baik. Sebanyak 22 responden (73,3%) tidak mengalami kecemasan selama perawatan. Analisis statistik mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan (p = 0,005; Fisher’s Exact Test = 0,001) serta antara kualitas pelayanan dengan tingkat kecemasan (p = 0,001; Fisher’s Exact Test = 0,001). Kesimpulannya, dukungan keluarga dan kualitas pelayanan yang baik berperan penting dalam menurunkan kecemasan pasien PPOK selama perawatan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran keluarga dan pelayanan kesehatan berkualitas dalam mendukung kesejahteraan psikologis pasien PPOK.</p> Munawarah, Hendrik Probo Sasongko, Achmad Kusyairi Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2059 Sat, 03 Jan 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Perilaku Personal Hygiene Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Usia 13–15 Tahun Di SMP Saqo Kraksaan https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2072 <p>Keputihan adalah kondisi vagina keluar cairan&nbsp; disebabkan kuman.Remaja adalah masa perubahan yang cepat pertumbuhan fisiknya <em>Personal hygiene genitalia</em> adalah pemiliharaan kebersihan dan Kesehatan terhindar dari gangguan alat reproduksi. menurut SKRI tahun 2022 keputihan di Indonesia 75% sekali seumur hidup dan 45% keputihan lebih dua kali. Di Jawa Timur Wanita keputihan 27,60% dari jumlah remaja berusia 10–14 tahun.Studi pendahuluan dilakukan tanggal 22 Januari 2025 pada remaja putri di SMP Saqo Kraksaan,Didapatkan 9 orang pernah keputihan. Tujuan penelitian menganalisis hubungan antara perilaku personal hygiene dengan kejadian keputihan pada remaja putri usia 13-15 tahun di SMP Saqo Kraksaan. Desain penelitian analitik korelasional metode cross sectional. Populasi 42 remaja putri dengan 39 sampel dan teknik Stratified random sampling. Pengumpulan data meliputi, coding, editing, dan tabulating, data dianalisis secara komputer dengan Uji Chi-square, α : 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan cukup dan perilaku personal hygiene baik berjumlah&nbsp; 23 responden (59%) tidak mengalami keputihan dan responden mengalami keputihan yaitu sebanyak 16 reponden (41%) dengan p : 0,001. Kesimpulan penelitian ada Hubungan Antara Perilaku <em>personal hygiene</em> dengan kejadian keputihan pada remaja putri usia 13-15 tahun di SMP Saqo Kraksaan. Saran yaitu petugas kesehatan / bidan edukasi secara aktif masyarakat khususnya remaja pentingnya perilaku <em>personal hygiene</em> yang benar untuk mencegah keputihan.</p> Retno Suciningrum, Tutik Hidayati, Nova Hikmawati Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2072 Thu, 15 Jan 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Edukasi Media Flipchart Terhadap Pengetahuan Dan Kecemasan Orang Tua Tentang Penatalaksanaan Diare Anak Di RS Mitra Medika Bondowoso https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2064 <p>Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada anak yang membutuhkan penatalaksanaan yang tepat. Pengetahuan orang tua yang kurang dan kecemasan tinggi dapat menghambat tindakan perawatan yang efektif. Edukasi dengan media flipchart diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan orang tua dalam menangani diare anak. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimen one group pretest-posttest dengan sampel sebanyak 22 orang tua anak yang mengalami diare di RS Mitra Medika Bondowoso. Data pengetahuan dan kecemasan dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi edukasi media flipchart. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap pengetahuan dan kecemasan. Sebelum edukasi, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang kurang (77,3%) dan kecemasan berat (77,3%). Setelah edukasi media flipchart, terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan dengan 77,3% responden mencapai kategori cukup dan baik, serta penurunan kecemasan dengan 50% responden mengalami kecemasan ringan dan 9,1% tidak cemas. Nilai signifikansi uji statistik menunjukkan p=0,000 pada kedua variabel, menandakan pengaruh edukasi yang signifikan. Edukasi menggunakan media flipchart efektif meningkatkan pengetahuan dan menurunkan tingkat kecemasan orang tua dalam penatalaksanaan diare anak. Media flipchart direkomendasikan sebagai alat edukasi yang tepat dalam praktik keperawatan dan promosi kesehatan anak.</p> Muhammad Helmi Mubarok, Haswita, Rizka Yunita Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2064 Mon, 05 Jan 2026 00:00:00 +0700 Analisis Hubungan Media Sosial Tipe Kepribadian Dan Tingkat Pendidikan Orang Tua Dengan Kesehatan Mental Remaja Di MTs Negeri 11 Jember https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2062 <p>Remaja sedang mengalami masa transisi penting. Di era digital, penggunaan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube meningkat dan berpotensi memengaruhi kesehatan mental. Tipe kepribadian dan pendidikan orang tua juga berperan, di mana remaja introvert dan dari keluarga berpendidikan rendah lebih rentan mengalami gangguan psikologis. Penelitian ini menganalisis hubungan ketiga faktor tersebut Dengan kesehatan mental remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>kuantitatif</em> dengan desain <em>deskriptif korelasional</em> dan <em>cross-sectional</em>. Sampel sebanyak 97 responden dipilih secara purposive. Instrumen berupa kuesioner, dengan analisis data mencakup uji univariat (distribusi frekuensi), bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik ordinal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja menggunakan media sosial tingkat sedang (55,7%), berkepribadian ekstrovert (53,6%), dan memiliki orang tua dengan pendidikan terakhir SD (45,4%), sedangkan kesehatan mental terbanyak berada pada kategori rendah dan tinggi (34%). Uji Chi-Square menunjukkan media sosial (p = 0,000), tipe kepribadian (p = 0,000), dan pendidikan orang tua (p = 0,001) berhubungan signifikan dengan kesehatan mental, namun uji regresi logistik ordinal memperlihatkan hanya media sosial (p = 0,000) dan tipe kepribadian (p = 0,037) yang berhubungan signifikan, sementara pendidikan orang tua (p = 0,481) tidak berhubungan. Media sosial menjadi faktor dominan yang memengaruhi kesehatan mental remaja, diikuti oleh tipe kepribadian. Temuan ini menekankan pentingnya pengawasan penggunaan media sosial dan pemahaman karakter remaja dalam menjaga kesehatan mental.</p> Sahrul Gunawan, Maulida N Oktaviana, Alwin Widhiyanto Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2062 Mon, 05 Jan 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Kepatuhan Pola Hidup Sehat Dengan Kejadian Gastritis Dirumah Sakit Mitra Medika Bondowoso https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2060 <p>Gastritis adalah peradangan yang terjadi pada mukosa lambung yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti iritasi, infeksi, dan pola makan tidak teratur, seperti telat makan, makan berlebihan, makan terburu-buru, serta mengonsumsi makanan yang banyak bumbu dan rasa pedas. Tujuan penelitian mengindentikasi hubungan pola hidup sehat dengan kejadian gastritis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, khususnya penelitian korelasional. Populasi 25 pasien, sampel pasien dengan gastritisyang periksa&nbsp; dirumah sakit mitra medika,pengumpulan data&nbsp; menggunakan kuesioner, pengolahan data editimg,coding,tabulating, analisa data menggunakan spearman rank,. Teknik pengambilan sampel menggunakan Spearman rank. Alat pengumpul data kuesioner dan observasi. Gaya hidup sehat adalah pilihan sederhana yang sangat tepat untuk dijalankan. Gaya hidup sehat adalah sehat dengan pola makan, pikiran, kebiasaan dan lingkungan yang sehat. Sehat dalam arti kata mendasar adalah segala hal yang kita kerjakan memberikan hasil yang baik dan positif. Hasil uji statistik Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0.000 (&lt; 0.05), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pola hidup sehat dengan kejadian gastritis. Semakin buruk pola hidup seseorang, maka semakin besar pula kemungkinan terkena gastritis kronis. Sebagian besar pasien gastritis di RS Mitra Medika Bondowoso mengalami gastritis akut, yaitu sebesar 68%. Diharapkan banyak dapat meningkatkan gaya hidup sehat dengan tidak mengonsumsi minuman tinggi kafein, tidak merokok, dan menjaga pola makan yang baik untuk mencegah terjadinya komplikasi serta dapat mengikuti diet, berolahraga dan makanan yang sehat yang dianjurkan untuk mencegah kekambuhan gastritis.</p> Muhimmatul Lathifa, Roshinta Sony Anggari, Iin Aini Isnawati Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2060 Sat, 03 Jan 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Melitus Dengan Penyembuhan Luka Gangren Pada Penderita Diabetes Melitus Di Gedung Pancasila RS Al Huda Banyuwangi https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2047 <p>Salah satu komplikasi serius yang sering terjadi pada pasien DM adalah luka gangren, yaitu suatu kondisi di mana terjadi kerusakan jaringan (nekrosis) akibat kurangnya suplai darah yang adekuat ke area tertentu, terutama di ekstremitas bawah. Kurangnya pemahaman, keterbatasan akses terhadap makanan sehat, dan kebiasaan makan yang sudah tertanam menjadi tantangan dalam pengelolaan luka DM. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus terhadap penyembuhan luka gangren pada penderita diabetes melitus. Desain penelitian yang digunakan adalah korelasional dengan rancangan <em>cross sectional</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien DM yang mengalami luka gangren dan besar sampelnya 30 responden, dengan menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner untuk kepatuhan dan lembar observasi untuk penyembuhan luka. Data yang diperoleh kemudian dilakukan coding, scoring, tabulating, dan data diuji analisis rank spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas memiliki kepatuhan diet sangat patuh sebanyak 17 responden (56,7%), dan penyembuhan luka gangren mayoritas hampir sembuh sebanyak 19 responden (63,3%). Hasil uji analisis rank spearman, ada hubungan kepatuhan diet pasien diabetes melitus terhadap penyembuhan luka gangren pada penderita diabetes melitus di Gedung Pancasila RS Al Huda Banyuwangi, didapatkan nilai ρ = 0,000 &lt; α = 0,05. Keluarga dan pasien diharapkan aktif mencari informasi dari sumber terpercaya dan mematuhi anjuran tenaga kesehatan, baik terkait pola makan, kontrol gula darah, maupun perawatan luka.</p> Ainul Yakin Zamroni, Nur Hamim, Firdawsyi Nuzula Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2047 Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Peran Perawat Dan Dukungan Keluarga Dengan Resiliensi Pada Pasien Hipertensi Diruang Rawat Jalan RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2048 <p>Peningkatan jumlah penderita hipertensi di Indonesia dan khususnya di Kabupaten Bondowoso menjadi perhatian serius dalam bidang pelayanan kesehatan. Hipertensi dikenal sebagai "silent killer" karena dapat menyebabkan komplikasi berat seperti stroke dan gagal ginjal. Pengelolaan hipertensi tidak hanya berfokus pada terapi medis, namun juga harus mempertimbangkan aspek psikososial pasien, termasuk resiliensi atau ketahanan mental. Resiliensi dapat membantu pasien dalam menghadapi tekanan hidup akibat penyakit kronis. Faktor yang memengaruhi resiliensi di antaranya adalah peran perawat dan dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peran perawat dan dukungan keluarga dengan resiliensi pada pasien hipertensi di RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso.&nbsp;Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang pasien hipertensi yang menjalani perawatan rawat jalan, dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Nilai Cronbach’s Alpha menunjukkan hasil reliabel: peran perawat sebesar 0,815, dukungan keluarga 0,802, dan resiliensi 0,826. Penelitian ini menggunakan uji Spearman Rank dalam analisis data.&nbsp;Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan resiliensi pasien hipertensi (p = 0,018) dan antara dukungan keluarga dengan resiliensi (p = 0,002). Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik peran perawat dan semakin kuat dukungan keluarga yang diterima pasien, maka tingkat resiliensi mereka juga akan semakin tinggi. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara peran perawat dan dukungan keluarga itu sendiri karena nilai p &gt; 0,05.</p> Mega Dwi Nuriya, Rizka Yunita, Roshinta Sony Anggari Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2048 Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Self Efficacy Dan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Stroke Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2049 <p>Stroke merupakan salah satu penyebab kematian terbesar di benua Asia dan penyebab perubahan gaya hidup yang signifikan pada pasiennya terkait dengan mobilitas pasien, pola emosi, tingkah laku serta kemampuan komunikasi. Dukungan keluarga juga merupakan salah satu faktor penting dalam kepatuhan pengobatan, dimana anggota keluarganya saling ketergantungan dan saling berhubungan dengan baik untuk mememberikan perhatian dan kasih sayang. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan <em>self</em> <em>efficacy</em> dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien stroke di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif yang berjenis penelitian korelational dengan pendekatan penelitian <em>cross sectional </em>dengan jumlah sampel sebanyak 44 responden yang memenuhi kreteria inklusi dengan teknik <em>accidental sampling</em>. Kemudian data dianalisis secara komputer dengan uji <em>spearman rank. </em>Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian kecil <em>Self efficacy</em> berkategori sedang, sebagian besar dukungan keluarga tidak baik serta sebagian besar kepatuhan minum obat berkategori sedang pada pasien stroke. Kesimpulan penelitian ada hubungan yang kuat antara <em>Self Eficacy </em>dan dukungan keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat pasien stroke di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Saran yang diajukan yaitu agar perawatan untuk pasien stroke sebaiknya melibatkan peran serta keluarga, hal ini dikarenakan fungsi keluarga adalah untuk memberikan perawatan kesehatan untuk mempertahankan keadaan kesehatan anggota keluarga yang sakit</p> Mochammad Imaduddin, Rizka Yunita, Hendrik Probo Sasongko Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2049 Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Edukasi Teknik Spinal Anastesi Dan Teknik Desarda Menggunakan Media Video Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Pasien Hernia Inguinal Lateral Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2050 <p>Hernia inguinalis lateral merupakan salah satu kasus bedah terbanyak setelah apendisitis dan dapat menyebabkan kecemasan tinggi pada pasien, terutama saat fase pre-operatif. Ketidaktahuan pasien tentang prosedur operasi dan anestesi menjadi salah satu penyebab meningkatnya kecemasan. Pemberian edukasi melalui media video tentang teknik spinal anestesi dan teknik Desarda diharapkan dapat mengurangi tingkat kecemasan pasien sebelum menjalani operasi. Mengetahui pengaruh edukasi teknik spinal anestesi dan teknik Desarda menggunakan media video terhadap tingkat kecemasan pasien hernia inguinalis lateral di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain <em>pre-experimental</em> dengan pendekatan <em>one group pretest-posttest design</em>. Sampel terdiri dari 30 pasien pre-operasi hernia inguinalis lateral yang dipilih dengan teknik <em>accidental sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner APAIS sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Matched Pairs. Sebelum diberikan edukasi, sebanyak 14 responden (46,6%) mengalami kecemasan sedang, 13 responden (43,3%) mengalami kecemasan berat, dan 3 responden (10%) mengalami kecemasan sangat berat. Setelah diberikan edukasi, terjadi penurunan tingkat kecemasan secara signifikan, dengan 28 responden (93,3%) mengalami kecemasan ringan dan 2 responden (6,6%) mengalami kecemasan sedang. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai <em>p-value</em> sebesar 0,002 (p &lt; 0,05).&nbsp; Edukasi mengenai teknik spinal anestesi dan teknik Desarda menggunakan media video terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pasien pre-operasi hernia inguinalis lateral.</p> Chelfin Ainun Nafis, Achmad Kusyairi, Rizki Yulia Purwitaningtyas Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2050 Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Diabetes Self Management Education Terhadap Kepatuhan Diet Dan Stabilitas Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Mellitus Di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2051 <p>Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan memerlukan manajemen jangka panjang. Salah satu pendekatan efektif adalah Diabetes Self Management Education (DSME) yang bertujuan meningkatkan kepatuhan diet dan stabilitas kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh DSME terhadap kepatuhan diet dan kestabilan kadar glukosa darah pasien DM di Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain <em>quasi eksperimen</em> dengan pendekatan <em>one group pretest-posttest</em>. Sampel berjumlah 36 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa DSME dilakukan selama 3 hingga 7 hari, dan data dikumpulkan melalui kuesioner PDAQ untuk kepatuhan diet serta dokumentasi medis untuk kadar glukosa darah. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada kepatuhan diet dan stabilitas kadar glukosa darah setelah diberikan intervensi DSME (<em>p</em> &lt; 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Diabetes Self Management Education berpengaruh terhadap peningkatan kepatuhan diet dan kestabilan kadar glukosa darah pada pasien DM. Intervensi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam pelayanan keperawatan pasien DM.</p> Lutfiaturrahmah, Dodik Hartono, Haswita Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2051 Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 +0700 Efektivitas Edukasi Media Leaflet Dan Simulasi Terhadap Keterampilan Injeksi Insulin Pasien Diabetes Mellitus Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2052 <p>Kurangnya pengetahuan dan pemahaman pasien tentang penggunaan insulin merupakan penyebab kegagalan terapi yang menimbulkan krisis hiperglikemik atau hipoglikemik. Untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang tepat dalam melakukan injeksi insulin, dapat melalui&nbsp;pelatihan dan edukasi yang komprehensif, termasuk media leaflet dan simulasi.&nbsp;Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas edukasi media leaflet dan simulasi terhadap keterampilan injeksi insulin pasien Diabetes Melitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso. Jenis penelitian Pre Experimental Two Group Pretest Posttest Design Without Control. Populasi semua pasien Diabetes Melitus di ruang rawat inap Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso yang mendapat terapi injeksi insulin pen sebanyak 41 responden, penentuan sampel menggunakan tekhnik <em>Non Probabilistic Accidental Sampling</em> sebanyak 38 responden. Instrumen yang digunakan lembar observasi. Dianalisis menggunakan uji Wilcoxon matched-Pairs Signed Rank kemudian menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan injeksi insulin sebelum edukasi media leaflet kurang sebanyak 19 (100%), setelah edukasi media leaflet cukup sebanyak 12 (63,2%), keterampilan injeksi insulin sebelum edukasi simulasi kurang sebanyak 19 (100%), setelah edukasi simulasi baik sebanyak 15 (78,9%). Hasil uji analisis menggunakan Wilcoxon matched-Pairs Signed Rank, baik edukasi media leaflet maupun simulasi efektif terhadap peningkatan keterampilan injeki insulin, keduanya didapatkan nilai ρ = 0,000 &lt; α = 0,05. Hasil uji analisis menggunakan Mann-Whitney&nbsp; didapatkan nilai mean rank kelompok simulasi 24,66 lebih tinggi dibandingkan kelompok leaflet 14,34, sehingga dapat disimpulkan bahwa&nbsp; edukasi media simulasi lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan injeksi insulin. Tenaga kesehatan perlu memberikan edukasi kepada pasien cara menginjeksi insulin untuk meningkatkan keterampilan secara mandiri dan tepat, sehingga meningkatkan kontrol kadar glikemik pasien dan mencegah kekambuhan.</p> Nazilah Wiqoatul Haqiqoh, Hendrik Probo Sasongko, Dodik Hartono Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2052 Thu, 01 Jan 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Pola Makan Dan Pengetahuan Orang Tua Dengan Kejadian Risiko Stunting Di Poli Anak Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2055 <p><em>Stunting</em> merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung pada 1.000 hari pertama kehidupan yang bisa dicegah dengan pengetahuan orang tua tentang pentingnya makanan bergizi dan perawatan anak sejak dini. Angka prevelansi <em>Stunting</em> pada tahun 2023 di Indonesia mencapai angka 21.5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dan pengetahuan orang tua dengan risiko kejadian <em>Stunting</em> di Poli Anak Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso.&nbsp;Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah responden/orang tua sebanyak 34 orang, yang dipilih secara random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner STRONGKids, FFQ (Food Frequency Questionnaire), dan lembar kuesioner pengetahuan orang tua. Data dianalisis menggunakan uji <em>Chi-Square.</em>&nbsp;Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pola makan yang baik sebanyak 23 (68%), dan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan risiko <em>Stunting</em> (p-value = 0,002). Selain itu, sebanyak 16 (47%) orang tua memiliki pengetahuan yang kurang tentang <em>Stunting</em>, dan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua dengan risiko <em>Stunting</em> (p-value = 0,025).&nbsp;<em>Stunting</em> dapat dicegah melalui perbaikan pola makan dan peningkatan pengetahuan orang tua. Diperlukan peran aktif tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi sejak masa kehamilan serta penguatan peran posyandu sebagai garda terdepan. Jika kesadaran orang tua terhadap pentingnya gizi dan perawatan anak tidak segera ditingkatkan, maka penurunan angka <em>stunting</em> nasional akan sulit tercapai. Maka intervensi edukatif perlu menjadi prioritas dalam program kesehatan masyarakat agar dapat mencegah terjadinya <em>Stunting.</em></p> Nur Aini, Rizki Yulia Purwitaningtyas, Erna Handayani Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2055 Fri, 02 Jan 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Edukasi Pemberdayaan Keluarga Sadar Hipertensi (GADARSI) Terhadap Gaya Hidup Pasien Hipertensi Di Rumah Sakit Umum Bakti Mulia Muncar Banyuwangi https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2057 <p>Tingginya kasus hipertensi dipicu oleh perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia, bukan hanya mereka yang hidup di daerah perkotaan tetapi juga yang berada di daerah pedesaan. Penyakit darah tinggi tentu bisa dicegah dengan merubah gaya hidup. Pada penderita hipertensi kebanyakan memiliki gaya hidup yang tidak baik, seperti: kebiasaan merokok yang terlalu berlebihan, minum alkohol berlebihan, makan makanan yang terlalu. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi pemberdayaan keluarga sadar hipertensi (gadarsi) terhadap gaya hidup pasien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>Quasi Experiment </em>dengan rancangan <em>One Group Pretest Posttest Design</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah Semua pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Bakti Mulia Muncar Banyuwangi dan besar sampelnya 30 responden, dengan menggunakan teknik <em>accidental sampling</em>. Pengambilan data menggunakan leaflet untuk edukasi gadarsi dan lembar kuesioner gaya hidup pasien hipertensi yang diadopsi dari Supriyati (2020). Data yang diperoleh kemudian dilakukan coding, scoring, tabulating, dan data diuji analisis wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan gaya hidup pasien hipertensi sebelum edukasi gadarsi kategori baik sebanyak 16 responden (53,3%) dan setelah edukasi kategori baik sebanak 28 responden (93,3%). Hasil uji analsisi wilcoxon, ada pengaruh edukasi pemberdayaan keluarga sadar hipertensi (gadarsi) terhadap gaya hidup pasien hipertensi di Rumah Sakit Umum Bakti Mulia Muncar Banyuwangi, didapatkan nilai r = 0,001 &lt; α = 0,05. Keluarga pasien diharapkan tetap aktif mendampingi dan memotivasi anggota keluarga yang mengalami hipertensi untuk mematuhi pengobatan, menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan menghindari faktor risiko lainnya.</p> Irma Wahyuni, Dodik Hartono, Haswita Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2057 Sat, 03 Jan 2026 00:00:00 +0700 Pengaruh Pola Konsumsi Pangan Dan Asupan Gizi Terhadap Indeks Masa Tubuh Pada Anak Balita Di Desa Bataan Tenggarang Kabupaten Bondowoso https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2056 <p>Status gizi balita merupakan indikator penting dalam menilai kualitas pertumbuhan dan perkembangan anak pada masa emas pertumbuhan. Salah satu parameter yang sering digunakan untuk menilai status gizi adalah Indeks Massa Tubuh (IMT), yang mencerminkan keseimbangan antara asupan energi dan kebutuhan tubuh anak. Permasalahan gizi pada balita, baik berupa gizi kurang maupun gizi lebih (obesitas), masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia dan berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Ketertarikan penulis dalam mengangkat masalah konsumsi pangan dan asupan gizi terhadap indeks masa tubuh pada anak balita. Menurut UNICEF, stunting berdampak pada tingkat kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menurunnya produktifitas dan kemudian menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan dan ketimpangan. Oleh karena itu, peneliti tertarik menganalisis mengenai pengaruh konsumsi pangan dan asupan gizi terhadap indeks masa tubuh pada anak balita di Desa Bataan Tenggarang Kabupaten Bondowoso. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan&nbsp; <em>cross sectional </em>dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden yang memenuhi kreteria inklusi dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data menggunakan alat ukur berupa kuesioner. Metode analisis data univariat menggunakan uji&nbsp; distribusi Frekuensi dan bivariat menggunakan uji korelasi <em>Spearman Rho</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar konsumsi pangan pada anak stunting tidak tepat sebesar 71,05 %, sebagian besar asupan gizi pada anak balita berkategori menengah sebesar 52,63 %, hampir setengahnya indeks masa tubuh pada anak stunting adalah kurus sebesar 44,74 %. Berdasarkan hasil uji uji <em>Spearman Rho </em>didapatkan ρ = 0,000, dengan tingkat kepercayaan 5%, Sehingga ρ &lt; 0,05, dan nilai rho terletak antara 0,60 – 0,799 artinya ada pengaruh yang kuat konsumsi pangan dan asupan gizi terhadap indeks masa tubuh pada anak balita di desa Bataan Tenggarang Kabupaten Bondowoso.</p> Ahmad Zamroni, Nur Hamim, Rizka Yunita Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2056 Fri, 02 Jan 2026 00:00:00 +0700 Hubungan Personal Hygiene Dan Kebiasaan Jajan Terhadap Kejadian Demam Thypoid Pada Anak Di RS Mitra Medika Bondowoso https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2058 <p>Tingginya kasus demam typhoid pada anak dipicu oleh kurangnya pengetahuan orang tua tentang personal hygiene dan kebiasaan jajan yang sering diabaikan oleh orang tua anak. Penyakit demam tyhoid tentu bisa dicegah dengan merubah gaya hidup yang sehat. Pada penderita demam typhoid kebanyakan memiliki gaya hidup yang tidak baik, seperti : tidak pernah mencuci tangan ketika mau&nbsp; makan, jarang membersihkan diri seperti tidak menggosok gigi, keramas, dan sering jajan sembarangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan personal hygiene dan kebiasaan jajan terhadap kejadian demam thypoid pada anak. Sampel penelitian diambil secara accidental sampling dengan kriteria inklusi anak-anak berusia 5-12 tahun yang didiagnosis dengan demam tifoid. Sampel yang diambil adalah sebanyak 30 responden. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional</em> untuk menganalisis hubungan antara personal hygiene, kebiasaan jajan, dan kejadian demam tifoid pada anak-anak. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner dimana orangtua responden akan mengisi lembar kuesioner yang diberikan oleh peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan personal hygiene cukup sebanyak 19 orang (63%), kebiasaan jajan buruk sebanyak 21 orang (70%), menderita thypoid ringan sebanyak 27 orang (90%). Ada hubungan personal hygiene dan kebiasaan jajan terhadap kejadian demam typhoid pada anak di RS Mitra Medika Bondowoso dengan didapatkan nilai ρ value 0.000 = 0,001 &lt; α = 0,05. Setelah dilakukan diskusi bersama keluarga responden, diharapkan bahwa keluarga responden tetap menerapkan pola hidup yang sehat seperti mencuci tangan sebelum makan, menggosok gigi setiap hari, membersihkan tangan setelah keluar rumah atau memegang benda yang kotor, membersihkan rambut, mandi setiap hari, dan tidak jajan sembarangan. Pola hidup yang sehat ini harus selalu diterapkan oleh pihak keluarga dikarenakan jika responden tidak menerapkan pola hidup sehat ini, responden kemungkinan besar akan mengalami penyakit yang dideritanya kembali.</p> Muhammad Tio Magnis Kuncoro Adi, Haswita, Nur Hamim Copyright (c) 2026 Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/JIK-MC/article/view/2058 Sat, 03 Jan 2026 00:00:00 +0700