https://journal.mandiracendikia.com/index.php/ojs3/issue/feedJurnal Keperawatan Mandira Cendikia2026-09-20T09:07:58+07:00Ade Herman Surya Direjaadmin@journal.mandiracendikia.comOpen Journal Systems<p align="justify"><strong>Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia (JKMC)</strong> is the official peer-reviewed research journal of the Nursing Science, and is devoted to publication of a wide range of research that will contribute to the body of nursing science and inform the practice of nursing, nursing education, administration, and history, on health issues relevant to nursing, and on the testing of research findings in practice.</p> <table class="data" width="100%" bgcolor="#f3fff0"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">Journal title</td> <td width="80%"><strong>Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia (JKMC)</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Subject</td> <td width="80%">: Nursing and Health Sciences</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Language</td> <td width="80%">: English (preferred), Indonesia</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">ISSN</td> <td width="80%"><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20221023411727012"><span style="text-decoration: underline;">:</span> 2964-4259</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frequency</td> <td width="80%">: 2 issues per year </td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">DOI</td> <td width="80%">: DOI Prefix by Crossreff No:<strong> 10.70570</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Acreditation</td> <td width="80%">: in Progress</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Editor-in-chief</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=rKcgrxkAAAAJ&hl=id&authuser=1" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="text-decoration: underline;">:</span> Ade Herman Surya Direja</strong></a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Publisher</td> <td width="80%">: Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Citation Analysis</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=CzH2vu0AAAAJ&hl=en">: Google Scholar</a></td> </tr> </tbody> </table> <p><strong>Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia (JKMC)</strong> is indexed by:<br /><a href="https://scholar.google.com/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/GS.png" alt="scholar" width="100" height="39" /></a> <a href="https://neliti.com/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/neliti.png" alt="neliti" width="100" height="39" /></a> <a href="hhttps://garuda.kemdikbud.go.id/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/garuda.png" alt="garuda" width="100" height="39" /></a> <a href="https://onesearch.id/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/Onesearch.png" alt="onesearch" width="100" height="39" /></a><a href="https://www.crossref.org"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/crossref.png" alt="crossref" width="100" height="39" /></a></p>https://journal.mandiracendikia.com/index.php/ojs3/article/view/2446Pengaruh Pemberian Aromaterapi Dari Ekstrak Eco Enzyme Terhadap Kualitas Tidur Lansia Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Agung Palik Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 20262026-09-20T09:07:58+07:00Hendi Mardian Efendiendikktuan@gmail.comLoren Juksenjuksen_loren@gmail.comFernaliafernalia@gmail.com<p>Kualitas tidur merupakan salah satu aspek penting dalam mempertahankan fungsi fisiologis dan psikologis pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi dari ekstrak eco enzyme terhadap kualitas tidur lansia di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Agung Palik Kabupaten Bengkulu Utara Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan pretest-posttest pada 45 lansia. Pengukuran kualitas tidur dilakukan menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah intervensi. Aromaterapi diberikan menggunakan diffuser LED Light berisi 220 ml ekstrak eco enzyme, dinyalakan 5 menit sebelum tidur dan selama tidur, satu kali setiap malam selama 3 hari. Analisis data dilakukan menggunakan uji Shapiro-Wilk dan Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelum intervensi, seluruh responden (45 orang; 100%) memiliki kualitas tidur buruk dengan rata-rata skor PSQI 10,98 ± 2,21. Setelah intervensi, sebanyak 38 responden (84,4%) memiliki kualitas tidur baik dan 7 responden (15,6%) masih memiliki kualitas tidur buruk, dengan rata-rata skor PSQI 4,62 ± 1,25. Uji Wilcoxon menunjukkan Z = -5,856 dan p = 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan pemberian aromaterapi dari ekstrak eco enzyme terhadap kualitas tidur lansia.</p>2026-08-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/ojs3/article/view/2329Hubungan Konsep Diri Dengan Perilaku Menarik Diri Pada Orang Dengan Skizofrenia (ODS) Di UPTD Khusus Rskj Soeprapto Bengkulu2026-08-20T10:01:56+07:00Anggana Kastra Latipanggana.latip@gmail.comJajang Suryanajajangsuryana39@gmail.com<p>Skizofrenia merupakan gangguan mental serius yang dapat memengaruhi pola pikir, persepsi, emosi, perilaku, serta kemampuan individu dalam berinteraksi sosial. Salah satu masalah yang sering ditemukan pada pasien skizofrenia adalah perilaku menarik diri. Konsep diri merupakan salah satu aspek psikologis yang diduga dapat memengaruhi perilaku sosial pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan perilaku menarik diri pada pasien skizofrenia di UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Bengkulu. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah pasien skizofrenia yang dirawat di UPTD Khusus RSKJ Soeprapto Bengkulu, dengan jumlah sampel sebanyak 66 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner konsep diri dan checklist perilaku menarik diri. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji Phi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 37 responden (56,1%) memiliki konsep diri positif dan 29 responden (43,9%) memiliki konsep diri negatif. Sebanyak 38 responden (57,6%) tidak mengalami perilaku menarik diri, sedangkan 28 responden (42,4%) mengalami perilaku menarik diri. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai χ² = 1,215 dengan p-value = 0,270 > 0,05, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan perilaku menarik diri pada pasien skizofrenia. Dengan demikian, perilaku menarik diri tidak hanya dipengaruhi oleh konsep diri, tetapi dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti gejala negatif, kemampuan interaksi sosial, dukungan keluarga, stigma, lingkungan, dan kondisi klinis pasien.</p>2026-08-20T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/ojs3/article/view/2303Hubungan Pola Tidur Dan Aktivitas Fisik Dengan Fungsi Kognitif Pada Lansia Di Desa Leuwikoja Kabupaten Cianjur Tahun 2025 2026-08-04T14:08:36+07:00Restu Illahi Zahrarestu.izahra@gmail.comSiti Kamilahsitikamillah0402@gmail.comArif Hidayatullahsitikamillah0402@gmail.com<p>Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia akibat proses penuaan. Fungsi kognitif dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama pola tidur dan aktivitas fisik. Pola tidur yang buruk serta rendahnya aktivitas fisik dapat mempercepat penurunan fungsi kognitif dan menurunkan kualitas hidup lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola tidur dan aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik dan rancangan <em>cross-sectional</em>. Sampel berjumlah 134 lansia yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner <em>Pittsburgh Sleep Quality Index</em> (PSQI), <em>Physical Activity Scale for the Elderly</em> (PASE), dan <em>Mini Mental State Examination</em> (MMSE). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji <em>Chi-Square</em>. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan fungsi kognitif pada lansia (p-value < 0,05) serta antara aktivitas fisik dengan fungsi kognitif pada lansia (p-value < 0,05). Kesimpulan: Pola tidur yang baik dan aktivitas fisik yang cukup berperan penting dalam mempertahankan fungsi kognitif pada lansia. Oleh karena itu, peningkatan kualitas tidur dan aktivitas fisik perlu menjadi perhatian dalam pelayanan kesehatan lansia</p>2026-08-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/ojs3/article/view/2388Faktor Yang Mempengaruhi Pola Makan Lansia Dan Kejadian Penyakit Jantung Koroner Di Poli Jantung RSUD dr. R Koesma Tuban2026-09-10T05:50:49+07:00Eliya Catur Rinieliyactrrini@gmail.comTeresia Retna Puspitadewieliyactrrini@gmail.comYasin Wahyuriantoeliyactrrini@gmail.comBinti Yunariyaheliyactrrini@gmail.com<p>Peinyakit jantung koroneir meirupakan gangguan fungsi jantung yang teirjadi kareina arteiri koroneir meingalami peinyumbatan. Peinyakit ini beirsifat “<em>sile</em><em>i</em><em>nt kille</em><em>i</em><em>r”</em> yang meinyeibabkan keimatian deingan preiseintasei 30% di seiluruh dunia. Kondisi ini diseibabkan oleih pola makan buruk yang kaya akan leimak jeinuh, gula seideirhana, dan tinggi natrium. Tujuan peineilitian ini untuk meingeitahui gambaran faktor yang meimpeingaruhi pola makan lansia dan keijadian peinyakit jantung koroneir di Poli Jantung RSUD dr. R Koeisma Tuban. Deisain pada peineilitian deiskriptif deingan populasi peineilitian seiluruh pasiein peinyakit jantung yang peiriksa di poli jantung RSUD dr. R Koeisma tuban seibanyak 131. Beisar sampeil 99 reispondein meinggunakan teiknik <em>purposive</em><em>i</em><em> sampling</em>. Variabeil peineilitian ini yaitu faktor yang meimpeingaruhi pola makan lansia dan keijadian peinyakit jantung koroneir. Peingumpulan data meinggunakan kueisioneir dan dianalisis deingan analisis deiskriptif. Hasil peineilitian didapatkan seibagian beisar lansia meindeirita peinyakit jantung koroneir > 1 tahun, hampir seiteingah lansia beirumur 55-65 tahun dan seibagian beisar lansia beikeirja. Seibagian beisar lansia didiagnosis PJK. Hampir seiluruh lansia deingan tingkat peindapatan reindah dan faktor lingkungan buruk meingalami keijadian peinyakit jantung koroneir. Seibagian beisar lansia deingan faktor sosial budaya buruk meingalami keijadian peinyakit jantung koroneir. Hampir seiluruh lansia deingan peindidikan tinggi tidak meingalami keijadian peinyakit jantung koroneir. Lansia deingan peinyakit jantung koroneir meimiliki keibiasaan pola makan buruk, keimudian deingan kondisi eikonomi reindah dan tingkat peindidikan reindah meimpeingaruhi pola makan lansia, diiringi deingan sosial budaya dan kondisi lingkungan buruk meimpeirsulit lansia dalam meineintukan pola makan seihat. Oleih kareina itu, dipeirlukan dukungan dari keiluarga kareina keiluarga meirupakan subsisteim untuk meinolong anggota keiluarganya yang sakit.</p>2026-08-27T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Mandira Cendikiahttps://journal.mandiracendikia.com/index.php/ojs3/article/view/2322Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Dengan Perilaku Seks Pranikah Di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta2026-08-14T16:09:07+07:00Dwi Agustiana Saridwiagustianasari@gmail.comJennifadwiagustianasari@gmail.comEni Yuniartidwiagustianasari@gmail.com<p>Perilaku seks pranikah menjadi masalah krusial di kalangan remaja, khususnya perempuan, dengan dampak yang merugikan seperti aborsi, penyakit menular seksual, dan kehamilan yang tidak diinginkan. Perilaku ini tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap remaja, tetapi juga oleh faktor lingkungan, sosial budaya, dan peran serta pengawasan orang tua. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap remaja dengan perilaku seks pra nikah pada mahasiswa di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta. Metode: Uji <em>Chi-square</em> digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian kuantitatif ini. Penelitian ini menggunakan desain <em>cross-sectional</em> dengan 80 mahasiswa sebagai sampel dari populasi 460 mahasiswa, dengan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil: Hasil Penelitian ini didapatkan bahwa sebagian besar remaja berpengetahuan baik berjumlah 37orang (45,1%), hasil penelitian sikap remaja bersikap positif berjumlah 77 orang (93,9%) dan perilaku buruk berjumlah 50 orang (61,0 %) terhadap seks pranikah.Hasil uji <em>p-value > </em>0,05 sehingga dapat diartiakan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja dengan perilaku sesk pranikah. Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja dengan perilaku sesk pranikah di STIKES Guna Bangsa Yogyakarta</p>2026-08-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia