Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/ojs3
<p align="justify"><strong>Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia (JKMC)</strong> is the official peer-reviewed research journal of the Nursing Science, and is devoted to publication of a wide range of research that will contribute to the body of nursing science and inform the practice of nursing, nursing education, administration, and history, on health issues relevant to nursing, and on the testing of research findings in practice.</p> <table class="data" width="100%" bgcolor="#f3fff0"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">Journal title</td> <td width="80%"><strong>Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia (JKMC)</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Subject</td> <td width="80%">: Nursing and Health Sciences</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Language</td> <td width="80%">: English (preferred), Indonesia</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">ISSN</td> <td width="80%"><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20221023411727012"><span style="text-decoration: underline;">:</span> 2964-4259</a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frequency</td> <td width="80%">: 2 issues per year </td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">DOI</td> <td width="80%">: DOI Prefix by Crossreff No:<strong> 10.70570</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Acreditation</td> <td width="80%">: in Progress</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Editor-in-chief</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=rKcgrxkAAAAJ&hl=id&authuser=1" target="_blank" rel="noopener"><strong><span style="text-decoration: underline;">:</span> Ade Herman Surya Direja</strong></a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Publisher</td> <td width="80%">: Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Citation Analysis</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=CzH2vu0AAAAJ&hl=en">: Google Scholar</a></td> </tr> </tbody> </table> <p><strong>Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia (JKMC)</strong> is indexed by:<br /><a href="https://scholar.google.com/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/GS.png" alt="scholar" width="100" height="39" /></a> <a href="https://neliti.com/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/neliti.png" alt="neliti" width="100" height="39" /></a> <a href="hhttps://garuda.kemdikbud.go.id/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/garuda.png" alt="garuda" width="100" height="39" /></a> <a href="https://onesearch.id/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/Onesearch.png" alt="onesearch" width="100" height="39" /></a><a href="https://www.crossref.org"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/crossref.png" alt="crossref" width="100" height="39" /></a></p>YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIAen-USJurnal Keperawatan Mandira Cendikia2964-4259Pengaruh Pendidikan Kesehatan Audio Visual Terhadap Pengetahuan Tentang Pertolongan Pertama Pre-Hospital Dalam Penanganan Luka Bakar Pada Siswa/Siswi Kelas Xi SMAN 02 Bengkulu Tengah
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/ojs3/article/view/2068
<p>Luka bakar menyebabkan 180.000 kematian secara global pada tahun 2023 dan sebagian besar kasus terkonsentrasi di Negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh pendidikan kesehatan audio visual terhadap tingkat pengetahuan pertolongan pertama <em>pre-hospital</em> dalam penanganan luka bakar pada siswa/siswi kelas XI SMAN 02 Bengkulu Tengah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian <em>pre eksprimental </em>dengan <em>one group pretest and posttest. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa/siswi kelas XI SMAN 02 Bengkulu Tengah yang berjumlah 101 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik <em>Simple</em> <em>random sampling</em>. Data dianalisis menggunakan uji <em>Wilcoxon Signed Rank Test</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwabtingkat pengetahuan siswa/siswi kelas XI tentang pertolongan pertama sebelum diberikan perlakuan (<em>pre-test)</em> yaitu pengetahuan kurang terdapat 32 orang (64%), pengetahuan cukup 17 orang (34%), pengetahuan baik berjumlah 1 orang (2%), sedangkan tingkat pengetahuan siswa/siswi kelas XI tentang pertolongan pertama sesudah diberikan perlakuan (<em>post-test)</em> yaitu pengetahuan cukup terdapat 6 orang (12%), dan pengetahuan baik berjumlah 44 orang (88%). Ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan audio visual terhadap pengetahuan tentang pertolongan pertama pre-hospital dalam penanganan luka bakar pada siswa/siswi kelas XI SMAN 02 Bengkulu Tengah</p>Devi ListianaVellyza Colin
Copyright (c) 2025 Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia
2025-12-202025-12-2042202910.70570/jkmc.v4i2.2068Pengaruh Edukasi Kesahatan Dan Tingkat Dukungan Emosional Terhadap Kepuasan Keluarga Pasien Di IGD Rumah Sakit Mitra Medika Bondowoso
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/ojs3/article/view/2053
<p>Pelayanan kesehatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menuntut kecepatan, ketepatan, dan empati yang tinggi, terutama dalam memberikan edukasi kesehatan yang dapat meningkatkan dukungan emosional kepada keluarga pasien. Pemahaman terkait pemberian dukungan emosional yang baik dapat dapat mempengaruhi kenyamanan dan kepercayaan yang membuat keluarga maupun pasien merasakan kepuasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat dukungan emosional terhadap kepuasan keluarga pasien setelah diberikan edukasi kesehatan di IGD RS Mitra Medika Bondowoso. Penelitian ini menggunakan desain pre aksperimen dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 30 responden yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner karakteristik responden dan kepuasan keluarga pasien. Hasil analisis menggunakan uji Paired t-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kepuasan keluarga pasien sebelum diberikan edukasi kesehatan (pre-test) adalah 1,23 ± 0,430, sedangkan rata-rata skor kepuasan setelah diberikan edukasi kesehatan (post-test) menurun menjadi 1,07 ± 0,254. Selisih rata-rata antara skor sebelum dan sesudah edukasi adalah 0,16. Uji statistik menunjukkan nilai signifikansi p = 0,023 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan bermakna antara tingkat kepuasan keluarga pasien sebelum dan sesudah edukasi kesehatan. Dengan demikian, edukasi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan keluarga pasien. Pengetahuan tentang dukungan emosioanal harus di tingkatkan supaya seseorang dapat memberikan dukungan emosional yang lebih baik. Edukasi keluarga dapat menjembatani kesenjangan pemahaman dan keterampilan keluarga dalam memberikan dukungan kepada pasien. Dengan edukasi yang diberikan juga dapat membangun rasa percaya diri keluarga dalam menjalankan perannya sebagai pendamping pasien.Tingkat dukungan emosional yang baik dapat mempengaruhi pelayanan yang optimal sehingga dapat membuat keluarga maupun pasien merasakan kepuasan terhadap pelayanan yang diberikan.</p>Anang Eka ArifinNur HamimErna Handayani
Copyright (c) 2025 Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia
2025-12-312025-12-314211110.70570/jkmc.v4i2.2053Determinasi Preeklamsi Pada Ibu Hamil: Riwayat Preeklamsi, Dan Asupan Nutrisi Di Puskesmas Pragaan
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/ojs3/article/view/2073
<p>Preeklamsia merupakan komplikasi kehamilan setelah usia gestasi ≥20 minggu yang berkontribusi besar terhadap morbiditas dan mortalitas maternal–perinatal. Identifikasi determinan yang dapat dikenali sejak awal, seperti riwayat preeklamsia dan asupan nutrisi, penting untuk penguatan skrining risiko dan pencegahan di layanan antenatal. Tujuan penelitian menganalisis hubungan riwayat preeklamsia dan asupan nutrisi dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Pragaan. Penelitian analitik observasional dengan desain <em>cross sectional</em> dilaksanakan di Puskesmas Pragaan pada Mei–Agustus 2025. Populasi 259 ibu hamil, dengan sampel 71 responden yang dipilih melalui <em>purposive sampling</em>. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Dari 71 responden, 46 (64,8%) memiliki riwayat preeklamsia dan 25 (35,2%) tidak memiliki riwayat. Asupan nutrisi responden terbanyak berada pada kategori baik 37 (52,1%), diikuti cukup 22 (31,0%), dan kurang 12 (16,9%). Kejadian preeklamsia pada kehamilan saat ini ditemukan pada 27 responden (38,02%), sedangkan 44 (61,98%) tidak preeklamsia. Terdapat hubungan bermakna antara riwayat preeklamsia dengan kejadian preeklamsia (p=0,002), di mana seluruh kasus preeklamsia (27; 100%) memiliki riwayat preeklamsia. Terdapat pula hubungan sangat bermakna antara asupan nutrisi dengan kejadian preeklamsia (p=0,000), dengan mayoritas kasus preeklamsia terjadi pada kategori asupan nutrisi kurang (21/27; 77,7%), sedangkan pada kelompok tidak preeklamsia mayoritas memiliki asupan cukup (27/44; 61,4%) atau baik (16/44; 36,3%). Riwayat preeklamsia dan asupan nutrisi berhubungan signifikan dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di Puskesmas Pragaan. Riwayat preeklamsia merupakan faktor risiko kuat, dan ketidakcukupan asupan nutrisi berasosiasi dengan peningkatan kejadian preeklamsia. Temuan ini mendukung perlunya skrining risiko sejak awal, pemantauan ANC yang lebih ketat pada ibu berisiko, serta penguatan intervensi dan edukasi gizi selama kehamilan</p>AhmaniyahKhairun Nisa
Copyright (c) 2025 Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia
2025-12-272025-12-2742303610.70570/jkmc.v4i2.2073Pengaruh Penggunaan Video Animasi Seks Edukasi Terhadap Pengetahuan Anak Usia Sekolah Di SD Negeri 19 Ampenan Kota Mataram
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/ojs3/article/view/2054
<p>Pentingnya pendidikan seksual pada anak usia sekolah dasar diberikan sejak dini untuk mencegah kekerasan dan pelecehan seksual. Salah satu media yang bisa menyampaikan informasi serta mudah dimengerti adalah video animasi. Tujuan Penelitian mengetahui adanya pengaruh penggunaan video animasi seks edukasi terhadap pengetahuan anak usia sekolah. Desain penelitian yang digunakan adalah <em>quasi-experiment</em> <em>pretest-posttest control group</em>. Sampel penelitian 50 responden yang dipilih secara <em>purposive sampling</em> dan dibagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Alat ukur penelitian berupa kuesioner telah diuji validitas dengan hasil r atbel 0.361 dan reliabilitas (α=0,841). Analisis data dengan <em>uji nonparametrik MannWhitney U</em>. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan responden kelompok kontrol sebelum intervensi dalam kategori cukup sebanyak 14 responden (56%), setelah intervensi kategori cukup 17 responden (68%). Sedangkan pada kelompok intervensi sebelum intervensi terdapat 17 responden (68%) dalam kategori cukup dan setelah intervensi tingkat pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 16 responden (64%). Hasil uji <em>Mann Whitney U</em> memperlihatkan perubahan bermakna antara skor <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> dengan nilai p-value < 0,000, yang berarti ditemukan adanya pengaruh signifikan video seks animasi terhadap peningkatan tingkat pengetahuan anak sebelum serta setelah intervensi. Video animasi seks edukasi dapat dijadikan alternatif strategi edukasi bagi guru maupun tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan tindak kekerasan seksual terhadap anak.</p>Desy NurrahmadaniEka Adithia PratiwiIndah WasliahFitri Romadonika
Copyright (c) 2025 Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia
2025-12-312025-12-3142121910.70570/jkmc.v4i2.2054Efektivitas Kompres Bawang Merah Terhadap Penurunan Suhu Tubuh Anak Dengan Demam Pasca Imunisasi DPT Di UPTD Puskesmas Sumberjaya Kabupaten Majalengka Tahun 2025
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/ojs3/article/view/2075
<p>Imunisasi DPT ini disamping sangat memberikan manfaat kepada bayi imunisasi DPT juga memiliki efek samping saat penyuntikan yakni menimbulkan demam atau peningkatan suhu serta menyebabkan nyeri di daerah penyuntikan hal ini juga menimbulkan ketidaknyamanan pada bayi tak jarang membuat bayi menjadi rewel. Mengetahui efektivitas kompres bawang merah terhadap penurunan suhu tubuh anak dengan demam pasca imunisasi DPT. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pre eksperimental. Desain yang digunakan berbentuk one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak dengan demam setelah mendapatkan imunisasi DPT sebanyak 30 anak dengan sampel sebanyak 30 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Rata-rata suhu tubuh anak sebelum mendapatkan kompres hangat 38,54, turun setelah mendapatkan kompres hangat yaitu 36,84. Dengan demikian terdapat penurunan suhu tubuh anak setelah mendapatkan komres bawang merah. Bawang merah efektif digunakan untuk menurunkan suhu tubuh anak dengan demam pasca imunisasi DPT. Terdapat perbedaan signifikan antara antara suhu tubuh anak sebelum dan sesudah mendapatkan kompres bawang merah pvalue 0,000 < 0,05, perbedaan suhu tubuh sebelum dan sesuah kompres bawang merah sebesar 1,70. Ibu bayi dapat memberikan edukasi pada ibu tentang kompres bawang merah untuk menurunkan demam pasca imunisasi DPT.Petugas kesehatan dapat memberikan edukasi kesehatan tentang kompres menggunakan bawang merah</p>Merlly AmaliaSuyantiDevia Anggraeni
Copyright (c) 2025 Jurnal Keperawatan Mandira Cendikia
2025-12-272025-12-2742374110.70570/jkmc.v4i2.2075