https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/issue/feed Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia 2026-08-26T11:45:48+07:00 Open Journal Systems <p align="justify"><strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)</strong> adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk scope Multidisiplin Ilmu, dengan scope keilmuan seperti Kesehatan (Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Analis, Rekam Medis dll)<strong>, </strong>Ilmu Komputer, Kemasyarakatan, Manajemen, Ekonomi, Manajemen, Agama, Ilmu Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sastra, Teknik, Dan Bidang Ilmu Lainnya.</p> <p align="justify"><strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)</strong> is indexed by:<br /><a href="https://scholar.google.com/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/GS.png" alt="scholar" width="100" height="39" /></a> <a href="https://neliti.com/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/neliti.png" alt="neliti" width="100" height="39" /></a> <a href="hhttps://garuda.kemdikbud.go.id/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/garuda.png" alt="garuda" width="100" height="39" /></a> <a href="https://onesearch.id/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/Onesearch.png" alt="onesearch" width="100" height="39" /></a><a href="https://www.crossref.org" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/crossref.png" alt="crossref" width="100" height="39" /></a></p> <table class="data" width="100%" bgcolor="#f3fff0"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">Journal title</td> <td width="80%"><strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Subject</td> <td width="80%">(Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Analis, Rekam Medis dll)<strong>, </strong>Ilmu Komputer, Kemasyarakatan, Manajemen, Ekonomi, Manajemen, Agama, Ilmu Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sastra, Teknik, Dan Bidang Ilmu Lainnya</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Language</td> <td width="80%">English (preferred), Indonesia</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">ISSN</td> <td width="80%">2963-2188</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frequency</td> <td width="80%">12 issues per year </td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">DOI</td> <td width="80%"><strong>10.70570</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Acreditation</td> <td width="80%">-</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Editor-in-chief</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=rKcgrxkAAAAJ&amp;hl=id&amp;authuser=1" target="_blank" rel="noopener"><strong>Ade Herman Surya Direja</strong></a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Publisher</td> <td width="80%">Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Citation Analysis</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=CzH2vu0AAAAJ&amp;hl=en">Google Scholar</a></td> </tr> </tbody> </table> https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2306 Pengabdian Masyarakat EKEdukasi Pendampingan Pencegahan Kekurangan Energi Kronik (Kek) Pada Remaja Di SMA X Kota Batam 2026-08-08T11:45:08+07:00 Rici Gusti Maulani ricigusti10@gmail.com Hanifah Salwa ricigusti@univawalbros.ac.id <p>Kekurangan&nbsp; Energi&nbsp; Kronik&nbsp; (KEK)&nbsp; adalah&nbsp; keadaan&nbsp; dimana&nbsp; remaja&nbsp; putri/wanita&nbsp; mengalami kekurangan&nbsp; gizi&nbsp; (kalori&nbsp; dan&nbsp; protein)&nbsp; yang&nbsp; berlangsung&nbsp; lama&nbsp; atau&nbsp; menahun.&nbsp; Risiko&nbsp; KEK&nbsp; adalah&nbsp; keadaan&nbsp; dimana&nbsp; remaja&nbsp; mempunyai&nbsp; kecenderungan menderita KEK<strong>. </strong>Kota Batam juga memiliki karakteristik sebagai kota industri dengan mobilitas penduduk yang tinggi serta perubahan pola konsumsi masyarakat yang cenderung mengarah pada makanan siap saji. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kualitas konsumsi pangan remaja apabila tidak diimbangi dengan pengetahuan gizi yang memadai. <strong>Tujuan</strong> dari pendampingan adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku remaja putri dalam mencegah KEK melalui kegiatan edukasi pendampingan. <strong>Metode</strong> yang digunakan yakni pemberian edukasi, pengukuran status gizi (Indeks Massa Tubuh dan Lingkar Lengan atas LILA), pengukuran Tinggi Badan dan Berat Badan, pendampingan penuyusunan status gizi seimbang, pemberian media edukasi, serta evaluasi dari pre-test dan post-test. Sasaran dari kegiatan adalah tingkat SMA sebanyak 46 responden remaja putri. <strong>Has</strong>il kegiatan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan dari sebelum menjadi sesudah, Pendampingan secara berkelanjutan di sekolah diharapkan mampu membentuk perilaku hidup sehat dan mencegah terjadinya KEK pada remaja.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-08-08T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2324 Peningkatan Peran Kader Kesehatan Dalam Capaian Skrining Kesehatan Jantung Melalui Program DIPIJAT MAS TENAR Di Wilayah Kerja Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru 2026-08-18T11:01:56+07:00 Ardenny ardenny_2010@yahoo.co.id Falinda Oktariani ardenny@pkr.ac.id R. Sakhnan ardenny@pkr.ac.id Vivi Feradella ardenny@pkr.ac.id <p>Wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya Kota Pekanbaru menghadapi peningkatan kasus penyakit jantung sebesar 15% pada tahun 2024, sementara hanya 40% kader kesehatan mampu melakukan pengukuran faktor risiko dengan benar dan 65% masyarakat belum pernah menjalani pemeriksaan kesehatan jantung. Program DIPIJAT MAS TENAR (Deteksi Dini Penyakit Jantung di Wilayah Kerja Puskesmas Tenayan Raya) dilaksanakan melalui skema Program Kemitraan Wilayah bermitra dengan Puskesmas Tenayan Raya dan kelompok masyarakat Kelurahan Pebatuan, Kecamatan Kulim, bertujuan meningkatkan peran dan kapasitas kader kesehatan dalam skrining kesehatan jantung. Kegiatan tahun pertama meliputi koordinasi dan sosialisasi program, penyiapan modul dan instrumen deteksi dini, seleksi 20 kader kesehatan dari lima kelurahan, pelatihan kader, serta serah terima tensimeter digital dan EKG portabel kepada Puskesmas. Evaluasi pre-test dan post-test terhadap 20 kader menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 67,5 menjadi 80,5 (naik 13,0 poin atau 19,3%), dengan proporsi peserta bernilai ≥ 80 meningkat dari 35% menjadi 75%. Capaian ini telah melampaui target jangka pendek program, yaitu peningkatan pengetahuan dan keterampilan minimal 80% peserta terlatih dengan baik. Tahapan selanjutnya adalah implementasi skrining oleh kader terlatih di Posbindu, edukasi rutin masyarakat, penguatan sistem rujukan, serta pembentukan forum kader DIPIJAT MAS TENAR untuk keberlanjutan program.</p> 2026-08-18T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2317 Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Dengan Osteoarthritis Melalui Pemberian Senam Osteoartritis Terhadap Penurunan Nyeri Sendi Di Posyandu Lansia Melati RT 06 Kelurahan Lebung Gajah Kota Palembang 2026-08-12T18:56:11+07:00 Italia italia.effendi@gmail.com Elvrinica Christina italia.effendi@gmail.com <p>Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif pada sendi yang sering dialami oleh lansia dan dapat menyebabkan nyeri, kekakuan sendi, penurunan mobilitas, serta berdampak pada penurunan kualitas hidup. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi keluhan tersebut adalah melalui latihan fisik berupa senam osteoarthritis. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pemberian senam osteoarthritis di Posyandu Lansia Melati RT 06 Kelurahan Lebung Gajah Kota Palembang. Kegiatan diikuti oleh&nbsp;<strong>38 orang lansia</strong>&nbsp;dengan osteoarthritis. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan mengenai osteoarthritis, demonstrasi gerakan senam osteoarthritis, praktik latihan fisik secara bersama, serta pendampingan oleh tim pengabdi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan kualitas hidup peserta sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan kuesioner. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup lansia setelah mengikuti program latihan fisik, yang ditandai dengan meningkatnya jumlah peserta pada kategori kualitas hidup baik dan menurunnya jumlah peserta pada kategori kualitas hidup kurang. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti kegiatan serta mampu mempraktikkan gerakan senam secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa senam osteoarthritis merupakan salah satu upaya promotif dan preventif yang dapat diterapkan di Posyandu Lansia untuk membantu meningkatkan kualitas hidup dan mempertahankan kemampuan fungsional lansia dengan osteoarthritis.</p> 2026-08-12T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2315 Menopause Tanpa Cemas: Edukasi Mengenali Dan Menghadapi Gejala Menopause Pada Wanita Di Posyandu Lansia Bina Sejahtera Palembang 2026-08-11T19:55:42+07:00 Bela Purnama Dewi belapurnamadewi@gmail.com Reni Saswita belapurnamadewi@gmail.com Untari Anggeni belapurnamadewi@gmail.com <p>Menopause merupakan fase alami dalam kehidupan wanita yang ditandai dengan berhentinya menstruasi akibat penurunan fungsi ovarium dan kadar hormon estrogen. Perubahan tersebut dapat menimbulkan berbagai gejala fisik, psikologis, maupun seksual yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup wanita. Kurangnya pengetahuan mengenai menopause dapat menyebabkan wanita kurang memahami perubahan yang dialami serta cara menghadapinya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita menopause dalam mengenali dan memahami gejala menopause. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Lansia Bina Sejahtera Palembang dengan melibatkan&nbsp;<strong>25 orang wanita menopause</strong>. Metode kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan, penyampaian materi mengenai pengertian menopause, tahapan menopause, gejala menopause, serta cara menghadapi perubahan selama menopause, dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan dengan mengukur pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan menggunakan kuesioner. Kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai menopause dan gejala yang dapat muncul selama masa menopause. Peserta juga menunjukkan antusiasme dalam mengikuti penyuluhan dan aktif menyampaikan pertanyaan terkait perubahan yang dialami. Kegiatan edukasi kesehatan mengenai menopause dapat menjadi upaya promotif untuk meningkatkan pengetahuan wanita sehingga mampu mengenali gejala dan menghadapi masa menopause secara lebih positif dan adaptif.</p> 2026-08-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2307 Sosialisasi Pencegahan Stunting Pada Anak Di Wilayah Kerja Puskesmas Kedurang 2026-08-06T14:42:19+07:00 Ruri Maiseptya Sari rurimaiseptyasari@gmail.com Desi Fitriani rurimaiseptyasari@gmail.com Dewi Aprilia Ningsih I rurimaiseptyasari@gmail.com Hanifah rurimaiseptyasari@gmail.com <p>Stunting adalah masalah kesehatan yang serius di Indonesia, yang berdampak pada penurunan kualitas sumber daya manusia. Stunting ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dan berat badan rebih rendah dari normal. Salah satu upaya pencegahan stunting adalah memberikan Sosialisasi Pada ibu yang memiliki anak usia 2-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada orang tua terutama Ibu dalam hal mencegah stunting melalui sosialisasi pemberian makanan gizi seimbang, pemberian ASI Ekslusif dan perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu sabtu16 mei sampai 23 mei&nbsp; 2026 Peserta dihadiri 137 orang ibu yang dilakukan di Puskesmas kedurang dan di tempat posyadu. Hasil kegiatan dihadiri oleh 137 orang ibu yang telah mampu memahami kegiatan pencegahan stunting.</p> 2026-08-06T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2333 Peran UPT Perlindungan Konsumen Jember Dalam Sosialisasi Dan Fasilitasi Program Sehati Di Besuki 2026-08-24T09:04:26+07:00 Reigar Tryandy Wijaya reigartryandywijaya0@gmail.com Aulia Salsabila Ade reigartryandywijaya0@gmail.com Dhimas Ekanaputra reigartryandywijaya0@gmail.com M. Saiful Anam reigartryandywijaya0@gmail.com <p>Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran UPT Perlindungan Konsumen Jember dalam pemberdayaan pelaku usaha melalui sosialisasi dan fasilitasi Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) di Besuki. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, sosialisasi dengan pendekatan jemput bola, serta fasilitasi kepada pelaku usaha. Sosialisasi dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai legalitas usaha, hak, kewajiban, dan larangan pelaku usaha, pencantuman label, serta manfaat dan persyaratan sertifikasi halal. Fasilitasi dilakukan melalui pemberian informasi dan arahan mengenai NIB, P-IRT, serta persyaratan pengajuan sertifikasi halal melalui Program SEHATI. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masih terdapat pelaku usaha makanan dan minuman rumahan yang belum memiliki legalitas usaha, sertifikasi halal, dan pencantuman label produk sesuai ketentuan. UPT Perlindungan Konsumen Jember berperan sebagai edukator dan fasilitator dengan membantu pelaku usaha memperoleh informasi serta mengakses program dan legalitas yang diperlukan. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya legalitas dan sertifikasi halal, membantu pelaku usaha mempersiapkan persyaratan sertifikasi, serta mendukung pemasaran produk dan kepastian kehalalan bagi konsumen.</p> 2026-08-24T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2318 Edukasi Tentang Kompres Air Rebusan Daun Binahong Dalam Upaya Mempercepat Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Postpartum Di Puskesmas Lubuk Buaya Padang 2026-08-12T19:15:56+07:00 Binarni Suhertusi fatmi.nirmala@gmail.com Fatmi Nirmala Sari fatmi@gmail.com <p>Infeksi pada masa nifas, khususnya yang disebabkan oleh luka perineum, merupakan salah satu pemicu utama komplikasi hingga kematian ibu. Terapi nonfarmakologis dengan memanfaaatkan tanaman herbal seperti daun binahong (<em>Anredera cordifolia</em>) yang kaya akan flavonoid, saponin, dan asam askorbat terbukti dapat mengaktifkan pembentukan kolagen dan mempercepat proses penyembuhan luka perineum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada ibu <em>postpartum</em> mengenai penggunaan kompres air rebusan daun binahong sebagai upaya mempercepat penyembuhan luka perineum di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Kegiatan dilaksanakan dari bulan Desember 2025 hingga Januari 2026 dengan frekuensi seminggu sekali, melibatkan 32 orang ibu <em>postpartum</em>. Metode yang digunakan meliputi edukasi melalui sosialisasi, ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini adalah seluruh rangkaian kegiatan (100%) dapat terlaksana sesuai dengan perencanaan, serta seluruh peserta berpartisipasi aktif dalam sesi ceramah dan diskusi. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemandirian ibu <em>postpartum</em> dalam merawat luka perineum secara komplementer serta mendukung penurunan angka kesakitan dan infeksi di wilayah kerja puskesmas.</p> 2026-08-12T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2316 Peningkatan Edukasi Tentang Hipertensi Melalui Video Pada Lansia Di RT 56 Kelurahan Lebong Gajah Palembang 2026-08-11T20:13:00+07:00 Riko Sandra Putra rikosandrap@gmail.com Bela Purnama Dewi belapurnamadewi@gmail.com Warid Ismael rikosandrap@gmail.com <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada kelompok lanjut usia dan membutuhkan pengelolaan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mendukung pengendalian hipertensi adalah meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pengaturan pola makan, khususnya pembatasan konsumsi garam, pemilihan makanan sehat, serta pengaturan pola makan yang sesuai. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai diet hipertensi melalui pemberian dukasi berbasis media video. Kegiatan dilaksanakan di&nbsp;<strong>RT 56 Kelurahan Lebong Gajah</strong>&nbsp;dengan jumlah peserta sebanyak&nbsp;<strong>16 orang lansia</strong>. Metode kegiatan meliputi pemberian edukasi mengenai konsep hipertensi, faktor risiko, prinsip diet hipertensi, pembatasan konsumsi garam, pemilihan makanan yang sehat, serta penerapan pola makan dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan menggunakan media audiovisual berupa video edukasi yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan diet hipertensi setelah diberikan edukasi. Peserta mampu memahami pentingnya mengurangi konsumsi garam dan makanan tinggi lemak, meningkatkan konsumsi buah dan sayuran, serta menerapkan pola makan yang lebih sehat dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan media video juga membantu penyampaian informasi menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh lansia. Kegiatan edukasi diet hipertensi dapat menjadi salah satu alternatif pendidikan kesehatan yang sederhana, menarik, dan mudah diterapkan dalam kegiatan masyarakat untuk mendukung peningkatan pengetahuan lansia serta pengelolaan hipertensi.</p> 2026-08-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2314 Intervensi Terapi Musik Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Posyandu Lansia Bina Sejahtera Palembang 2026-08-11T19:20:12+07:00 Bela Purnama Dewi belapurnamadewi@gmail.com Lisda Maria lisdamaria83@gmail.com Zuhriah lisdamaria83@gmail.com <p>Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada lanjut usia dan dapat meningkatkan risiko komplikasi apabila tidak dikendalikan dengan baik. Selain terapi farmakologis, diperlukan intervensi nonfarmakologis yang sederhana, aman, murah, dan mudah diterapkan. Terapi musik klasik merupakan salah satu terapi komplementer yang dapat memberikan efek relaksasi, mengurangi stres, dan membantu mengendalikan tekanan darah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menerapkan terapi musik klasik sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah pada lansia di Posyandu Lansia Bina Sejahtera Palembang. Kegiatan melibatkan 20 orang lansia. Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengukuran tekanan darah sebelum intervensi. Selanjutnya, peserta diberikan terapi musik klasik Mozart dalam suasana yang tenang dan nyaman selama kurang lebih 15 menit. Setelah intervensi selesai, dilakukan pengukuran kembali tekanan darah untuk mengetahui perubahan setelah pemberian terapi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan tekanan darah setelah diberikan terapi musik klasik. Peserta juga menunjukkan respons positif, antusiasme, dan keterlibatan aktif selama mengikuti kegiatan. Terapi musik klasik memberikan suasana relaksasi yang membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan kenyamanan lansia. Dengan demikian, terapi musik klasik dapat diterapkan sebagai salah satu intervensi komplementer yang sederhana, tidak invasif, dan terjangkau dalam pelayanan kesehatan berbasis masyarakat untuk membantu pengendalian tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.</p> 2026-08-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2334 Implementasi Pendidikan Kese Hatan Bagi Ibu Dalam Penanganan Kejang Demam Pada Anak 2026-08-26T11:45:48+07:00 Erni Musmiler erni.musmiler@gmail.com Firda Damba Wahyuni erni.musmiler@gmail.com Gani Oktafia erni.musmiler@gmail.com <p>Kejang demam merupakan kondisi umum pada anak usia 1–5 tahun, dan penanganan yang tidak tepat dapat menimbulkan komplikasi serius. Tingkat pengetahuan ibu sangat menentukan ketepatan pertolongan pertama pada kejang demam. Di Indonesia, prevalensi kejang demam meningkat dari 3,5% pada 2020 menjadi 5% pada 2023. Upaya perawatan yang tepat serta pencegahan infeksi dapat mengurangi risiko kejang demam dan dampak negatifnya, salah satunya melalui peningkatan pengetahuan ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Posyandu permata Bunda Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Begalung Padang. Kegiatan ini dilakukan pada hari senin/8 juni 2026 dengan sasaran adalah Ibu yang mempunyai anak usia 1-5 tahun. Hasil kegiatan yaitu Implementasi Pendidikan Kesehatan tentang penanganan demam kejang efektif meningkatkan pengetahuan ibu dalam penanganan demam kejang pada anak. Pendidikan Kesehatan ini dapat digunakan sebagai intervensi yang tepat dan cepat dalam penangan kejang demam pada anak.</p> 2026-08-26T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia