Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm
<p align="justify"><strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)</strong> adalah Jurnal Pengabdian Masyarakat untuk scope Multidisiplin Ilmu, dengan scope keilmuan seperti Kesehatan (Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Analis, Rekam Medis dll)<strong>, </strong>Ilmu Komputer, Kemasyarakatan, Manajemen, Ekonomi, Manajemen, Agama, Ilmu Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sastra, Teknik, Dan Bidang Ilmu Lainnya.</p> <p align="justify"><strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)</strong> is indexed by:<br /><a href="https://scholar.google.com/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/GS.png" alt="scholar" width="100" height="39" /></a> <a href="https://neliti.com/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/neliti.png" alt="neliti" width="100" height="39" /></a> <a href="hhttps://garuda.kemdikbud.go.id/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/garuda.png" alt="garuda" width="100" height="39" /></a> <a href="https://onesearch.id/" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/Onesearch.png" alt="onesearch" width="100" height="39" /></a><a href="https://www.crossref.org" target="_top"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/crossref.png" alt="crossref" width="100" height="39" /></a></p> <table class="data" width="100%" bgcolor="#f3fff0"> <tbody> <tr valign="top"> <td width="20%">Journal title</td> <td width="80%"><strong>Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC)</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Subject</td> <td width="80%">(Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Analis, Rekam Medis dll)<strong>, </strong>Ilmu Komputer, Kemasyarakatan, Manajemen, Ekonomi, Manajemen, Agama, Ilmu Hukum, Pendidikan, Pertanian, Sastra, Teknik, Dan Bidang Ilmu Lainnya</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Language</td> <td width="80%">English (preferred), Indonesia</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">ISSN</td> <td width="80%">2963-2188</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Frequency</td> <td width="80%">12 issues per year </td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">DOI</td> <td width="80%"><strong>10.70570</strong></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Acreditation</td> <td width="80%">-</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Editor-in-chief</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=rKcgrxkAAAAJ&hl=id&authuser=1" target="_blank" rel="noopener"><strong>Ade Herman Surya Direja</strong></a></td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Publisher</td> <td width="80%">Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia</td> </tr> <tr valign="top"> <td width="20%">Citation Analysis</td> <td width="80%"><a href="https://scholar.google.com/citations?user=CzH2vu0AAAAJ&hl=en">Google Scholar</a></td> </tr> </tbody> </table>YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIAen-USJurnal Pengabdian Masyarakat Mandira CendikiaPendidikan Kesehatan Latihan Range of Motion (ROM) Kepada Geron (Pendamping Lansia) Untuk Meningkatkan Rentang Gerak Lansia Di RPUK Muara Kasih Bogor
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2123
<p>Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi muskuloskeletal yang berdampak pada keterbatasan mobilitas, penurunan rentang gerak sendi, dan kualitas hidup lansia, khususnya di panti werdha. Latihan Range of Motion (ROM) merupakan intervensi sederhana dan efektif untuk mempertahankan serta meningkatkan fungsi gerak lansia. Namun, keberhasilan latihan ROM sangat bergantung pada pengetahuan dan keterampilan pendamping lansia.Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pendamping lansia (Geron) dalam melakukan dan mendampingi lansia latihan ROM di RPUK Muara Kasih Bogor.Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 8 Desember 2025 dengan melibatkan 18 orang Geron. Metode yang digunakan meliputi pendidikan kesehatan melalui ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung latihan ROM. Evaluasi dilakukan melalui observasi kemampuan peserta dalam mendemonstrasikan ulang latihan ROM serta survei kepuasan.Hasil: Seluruh peserta (100%) mampu mendemonstrasikan ulang latihan ROM dengan teknik yang benar dan menunjukkan antusiasme tinggi. Mayoritas peserta menyatakan sangat setuju apabila kegiatan serupa dilakukan secara berkelanjutan.Kesimpulan: Pendidikan kesehatan dan pelatihan latihan ROM efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pendamping lansia serta berpotensi mendukung peningkatan fungsi muskuloskeletal dan kualitas hidup lansia.</p> <p> </p>Siti Rochani
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-062026-02-0652495810.70570/jpkmmc.v5i2.2123Penyuluhan Manajemen Stres Dan Trauma Pasca Bencana Di Desa Masani Kabupaten Poso
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2109
<p>Bencana alam yang terjadi di Desa Masani, Kabupaten Poso, tidak hanya menimbulkan dampak fisik, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kondisi psikologis masyarakat, seperti stres dan trauma pascabencana. Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai manajemen stres serta penanganan trauma berpotensi memperburuk kesehatan mental dan menghambat proses pemulihan pascabencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yang dilaksanakan pada bulan Desember 2025 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat Desa Masani dalam mengenali, mengelola, dan mengatasi stres serta trauma pascabencana secara mandiri dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan edukatif, diskusi interaktif, serta latihan sederhana manajemen stres dan relaksasi yang disesuaikan dengan kondisi dan budaya setempat. Sasaran kegiatan adalah masyarakat terdampak bencana, khususnya orang dewasa dan tokoh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep stres dan trauma, gejala yang muncul, serta strategi sederhana untuk mengelolanya. Peserta juga menunjukkan respon positif dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan masyarakat Desa Masani mampu meningkatkan ketahanan psikologis dan mendukung proses pemulihan kesehatan mental pascabencana.</p>Fauziah H. TambualaFany Lairin DjalaDwi Debi Tampa’i
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-032026-02-03521610.70570/jpkmmc.v5i2.2109Pendampingan Digitalisasi Dokumen Akreditasi LAM-KPRS melalui Aplikasi SPEAK
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2120
<p>Proses akreditasi rumah sakit oleh LAM-KPRS membutuhkan manajemen dokumen yang terorganisir dan terintegrasi secara digital. Namun, masih ada beberapa rumah sakit yang menghadapi masalah dalam mengelola dokumen akreditasi mereka. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu proses digitalisasi dokumen akreditasi LAM-KPRS dengan menggunakan aplikasi SPEAK. Metode yang digunakan mencakup analisis kebutuhan, sosialisasi, pelatihan mengenai teknis penggunaan, serta bimbingan dalam menggunakan aplikasi. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa mitra semakin memahami dan mampu mengelola dokumen akreditasi secara digital. Penggunaan aplikasi SPEAK membantu mitra meningkatkan kemampuan dalam mengelola dokumen dengan lebih efektif dan mempersiapkan diri secara lebih baik menghadapi proses akreditasi</p>Tiyan Ganang WicaksonoYafie Miftah ImaniMoh.Muhtarom
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-062026-02-0652596410.70570/jpkmmc.v5i2.2120Penyuluhan Tentang Kadar Hb Pada Saat Menstruasi Pada Remaja Putri Di SMA
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2137
<p>Penurunan produksi dan konsentrasi hemoglobin dapat menyebabkan terjadinya anemia. Adapun batas nilai konsentrasi hemoglobin pada wanita yang tidak hamil adalah: tidak anemia (>/= 12 g/dl), anemia ringan (11,0-11,9 g/dl), anemia sedang (8,0-10,9 g/dl), dan anemia berat (<8 g/dl). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar Hb pada remaja putri pada saat pre menstruasi dan post menstruasi di SMAN 1 Kota Mukomuko. Penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel Purposive Sampling. Dimana sampel didapatkan pada saat penelitian berdasarkan kriteria Inklusi penelitian. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri di SMAN 1 Kota Mukomuko sebanyak 513 orang. Dari 34 responden remaja puteri pada saat Pre menstruasi yang kadar Hb normal (12,0- > 12 g/dl) adalah sebanyak 11 orang, dan kadar Hb (< 12 g/dl ) sebanyak 23 orang dengan rincian kadar Hb (11,0- 11,9 g/dl) sebanyak 8 orang, kadar Hb (8,0- 10,9 g/dl) 13 orang, dan kadar hb (<8 g/dl) sebanyak 2 orang. Dari 34 responden remaja puteri pada saat Post menstruasi yang kadar Hb normal (12,0- > 12 g/dl) adalah sebanyak 21 orang, kadar Hb (< 12 g/dl ) sebanyak 14 orang dengan rincian kadar Hb (11,0- 11,9 g/dl) sebanyak 9 orang, kadar Hb (8,0- 10,9 g/dl) 5 orang. Ada perbedaan yang signifikan antara kadar Hb pada saat pre menstruasi dan post menstruasi dengan nilai sig.(2 tailed) / α = 0,042 > 0,05. Harapan kedepan untuk SMAN 01 Kota Mukomuko nantinya dapat lebih peduli tentang kesehatan remaja putri khususnya dengan salah satu caranya yakni turut mendukung dan menjalankan program pencegahan anemia yang focus program ini ditujukan kepada remaja putri. Hal ini karena dari remaja putri inilah nantinya lahir putra putri calon penerus kemajuan suatu bangsa</p>Suhita Tri OklainiWaytherlis AprianiRuri MaiseptyaHanifah
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-172026-02-17529410210.70570/jpkmmc.v5i2.2137Edukasi Dan Demonstrasi Pelaksanaan Latihan Ektremitas Tangan Dan Kaki Pada Lansia Penderita Osteoarthritis Di Posyandu Dahlia Kelurahan Lebong Gajah Palembang
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2117
<p>Populasi penuaan merupakan fenomena global dimana hampir setiap negara di dunia mengalami pertumbuhan jumlah serta porposi lansia. United Nations atau PBB melaporkan terdapat 703 juta orang berusia diatas 65 tahun di dunia pada tahun 2019 dan akan berlipat ganda menjadi 1,5 miliar dalam tahun 2050. Seiring bertambahnya usia dan semakin panjang harapan hidup, risiko munculnya penyakit degeneratif serta disabilitas juga meningkat. Salah satu penyakit degeneratif yang sering dialami pada lansia adalah Osteoarthritis. Pelaksanaan edukasi dan demonstrasi Latihan Ektremitas Tangan dan Kaki dilakukan di posyandu dahlia.</p>Fera Siska
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-052026-02-0552323610.70570/jpkmmc.v5i2.2117Olah Tubuh dengan Yoga sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Penanganan Dismenore pada Remaja
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2126
<p>Dismenore merupakan keluhan nyeri menstruasi yang sering dialami oleh remaja putri dan berdampak pada aktivitas belajar, kenyamanan fisik, serta kesejahteraan psikologis. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai penanganan dismenore secara nonfarmakologis menyebabkan sebagian besar remaja masih bergantung pada penggunaan obat pereda nyeri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai penanganan dismenore melalui olah tubuh dengan yoga. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan desain pretest dan posttest pada 15 remaja putri. Intervensi meliputi edukasi kesehatan reproduksi remaja dan praktik yoga yang berfokus pada gerakan peregangan, pernapasan, dan relaksasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai dismenore dan penanganannya melalui yoga setelah intervensi. Pembahasan hasil kegiatan diperkuat dengan telaah 15 jurnal nasional dan internasional yang menunjukkan kesinambungan temuan mengenai efektivitas yoga sebagai media edukatif dan promotif dalam pengelolaan dismenore pada remaja. Yoga dapat direkomendasikan sebagai metode nonfarmakologis yang aman, mudah diterapkan, dan efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesiapan remaja dalam menangani dismenore.</p>Yulinda Laska
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-102026-02-1052798710.70570/jpkmmc.v5i2.2126Upaya Deteksi Dini Asam Urat Dan Edukasi Pencegahan Nyeri Sendi Pada Lansia Osteoarthritis Di RT 09 Kelurahan Lebung Gajah Palembang
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2114
<p>Di Indonesia, prevalensi osteoarthritis meningkat secara signifikan dengan usia. Aangka prevalensi OA bertambah pada usia lanjut: 11,1% pada usia 45–54 tahun, 15,5% pada usia 55–64 tahun, hingga 18,6–18,9% pada usia > 65 tahun. (Riskesda 20218 didalam Yani C, Sudarsono, Nurul F. 2024) <em>Osteoarthritis</em> merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling sering dialami oleh lansia dan ditandai dengan kerusakan sendi yang menyebabkan nyeri, kaku, dan keterbatasan aktivitas. Seiring bertambahnya usia, elastisitas tulang rawan menurun sehingga sendi menjadi lebih rentan terhadap peradangan dan nyeri kronis. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk pemeriksaan kadar asam urat serta edukasi kesehatan mengenai osteoarthritis guna meningkatkan pengetahuan lansia, mencegah komplikasi, dan meningkatkan kualitas hidup lansia.</p>Italia
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-032026-02-0352202310.70570/jpkmmc.v5i2.2114PANCING MANIA: Pantau Stunting Bersama Nelayan, Ibu dan Anak di Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2124
<p>Keluarga berperan penting mencegah stunting pada setiap fase kehidupan. Mulai dari janin dalam kandungan, bayi, balita, remaja, menikah, hamil, dan seterusnya. Hal ini mendukung upaya pemerintah dalam penanganan stunting di Indonesia. Percepatan penurunan stunting, menurut Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting, adalah setiap upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif dan berkualitas melalui kerja sama multisektor di pusat, daerah dan desa. Adapun kelompok sasaran pada percepatan penurunan stunting antara lain remaja putri/ calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0-59 bulan. Oleh karena itu, kondisi stunting yang terjadi di pesisir Kepulauan Riau, khususnya Batam menjadi perhatian khusus untuk ditangani. Wilayah yang dipenuhi dengan aneka ragam kekayaan laut selayaknya tidak mengalami stunting jika keluarga nelayan memahami tentang stunting dan gizi optimal serta cara pengolahan pangan berbahan kearifan lokal. Dalam rangka menekan angka stunting di Kota Batam khususnya Wilayah Kerja Puskesmas Sambau maka tim tertarik melakukan pengabdian Masyarakat yang bertajuk PANCING MANIA : Pantau Stunting Bersama Nelayan, Ibu dan Anak.</p>Utari Christya WardhaniSri MuharniFalery Diani Putri
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-062026-02-0652657010.70570/jpkmmc.v5i2.2124Sosialisasi Edukasi Delapan Hidup Bersih Dan Sehat Di SDN 010 Batam Kota
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2110
<p>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan seperangkat perilaku yang dilakukan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang membuat seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan lingkungan. Penerapan PHBS menjadi langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang produktif dan berkualitas. Salah satu sasaran utama penerapan PHBS adalah siswa Sekolah Dasar (SD), mengingat pada usia tersebut anak-anak berada dalam tahap pembentukan karakter dan kebiasaan jangka panjang, termasuk kebiasaan dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitarnya. Delapan indikator PHBS yang diterapkan di sekolah antara lain mencuci tangan pakai sabun, menggunakan jamban sehat, mengonsumsi jajanan sehat, melakukan aktivitas fisik, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di lingkungan sekolah, menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan secara berkala, serta membuang sampah pada tempatnya. Pelaksanaan indikator-indikator tersebut diyakini mampu mengurangi risiko penyakit, meningkatkan kesehatan anak, dan mendukung proses belajar yang optimal</p>Rizki Sari Utami MuchtarWulan PramadhaniAnnisa OliviaNaiza Amelia Putri
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-032026-02-035271110.70570/jpkmmc.v5i2.2110Edukasi Dukungan Keluarga Terhadap Kemampuan Activitiy Daily Living Pada Lansia Pasca Stroke Di Kelurahan Lebung Gajah
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2122
<p>Stroke merupakan penyebab utama kecacatan pada lansia yang berdampak pada penurunan kemampuan aktivitas sehari-hari (Activity Daily Living/ADL). Lansia pasca stroke membutuhkan dukungan keluarga dalam proses rehabilitasi untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai dukungan terhadap kemampuan ADL lansia pasca stroke di Kelurahan Lebung Gajah. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan media leaflet melalui ceramah, diskusi, dan tanya jawab kepada keluarga lansia pasca stroke. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga mengenai peran dukungan keluarga dalam pemenuhan kebutuhan aktivitas sehari-hari lansia pasca stroke. Edukasi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan partisipasi keluarga dalam perawatan lansia sehingga meningkatkan kemandirian dan kualitas hidup lansia pasca stroke</p>NurjannahResti MaisaListiya
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-062026-02-0652434810.70570/jpkmmc.v5i2.2122Terapi Bermain Puzzle Untuk Menurunkan Kecemasan Akibat Hospitalisasi Di Bangsal Flamboyan RSUD Ir. Soekarno Kab. Sukoharjo
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2147
<p>Hospitalisasi pada anak merupakan kondisi yang dapat menimbulkan kecemasan akibat perubahan lingkungan, prosedur medis, serta keterpisahan dari orang tua dan aktivitas sehari-hari. Kecemasan yang tidak ditangani berpotensi menyebabkan penolakan tindakan perawatan, memperpanjang masa rawat inap, serta menghambat proses penyembuhan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kecemasan anak akibat hospitalisasi melalui terapi bermain puzzle. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan desain pretest–posttest tanpa kelompok kontrol pada tiga pasien anak usia 4–8 tahun di Bangsal Flamboyan RSUD Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan Children’s Emotional Manifestation Scale (CEMS) yang menilai ekspresi wajah, vokalisasi, aktivitas, interaksi, dan tingkat kerja sama anak. Intervensi berupa terapi bermain puzzle edukatif dengan aktivitas menyusun potongan huruf menjadi nama buah, hewan, dan benda sesuai gambar yang familiar bagi anak. Kegiatan dilakukan selama 60 menit dengan pendampingan fasilitator dan tingkat kesulitan ringan hingga sedang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah intervensi, dari kategori kecemasan berat dan sedang (100%) menjadi kecemasan ringan (33%) dan tidak ada kecemasan (67%). Terapi bermain puzzle dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman, menyenangkan, dan mudah diterapkan untuk membantu anak beradaptasi selama hospitalisasi</p>Hafizhah Nur IstiqomahHanif Nur FauzanAyu RahmawatiAisyah Yaumul FurqanHyasintha AryantiAfrah Hasna Fadhilah
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-252026-02-255210311110.70570/jpkmmc.v5i2.2147Optimalisasi Penggunaan 3s (SDKI, SLKI, SIKI) Dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2118
<p>Pendokumentasian asuhan keperawatan adalah komponen penting dalam menjamin kualitas asuhan keperawatan yang berkesinambungan.Penggunaan standar asuhan keperawatan menggunakan 3S (Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia/SDKI, Standar Luaran Keperawatan Indonesia/SLKI, dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia/SIKI) menjadi landasan utama dalam proses keperawatan yang sistematis. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala, seperti rendahnya pemahaman perawat, ketidaksesuaian diagnosis dengan intervensi, serta dokumentasi yang belum terstandar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan 3S dalam pendokumentasian asuhan keperawatan melalui edukasi dan pendampingan kepada perawat rumah sakit Graha Hermine. Metode yang digunakan meliputi edukasi, diskusi kasus, dan evaluasi praktik dokumentasi. Hasil dari kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kesesuaian pendokumentasian asuhan keperawatan berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas asuhan dan pelayanan keperawatan pada pasien secara berkelanjutan.</p>Sri MuharniUmi Eliawati
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-052026-02-0552374210.70570/jpkmmc.v5i2.2118Penyuluhan: Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Di SD Swasta Advent Tanah Baru
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2130
<p>Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakat mampu menolong dirinya sendiri secara mandiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Program ini bertujuan untuk mendorong masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, untuk mengadopsi perilaku sejak dini. Kesehatan yang baik adalah fondasi penting bagi keberhasilan akademis dan perkembangan sosial emosional siswa. Lingkungan sekolah yang sehat tidak hanya menunjang proses pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai sehat yang akan terbawa hingga ke rumah dan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa SD tentang perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah, dengan meningkatnya pengetahuan, maka perilaku hidup bersih dan sehat bisa dilaksanakan. Sasaran kegiatan ini adalah siswa SD. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan edukatif dan demontrasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang PHBS di sekolah. Melalui penyuluhan ini, diharapkan siswa dapat berperilaku hidup bersih dan sehat, sehingga dapat meningkatkan kesehatan, mencegah penyakit serta meningkatkan prestasi.</p>Fitriany Suangga
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-132026-02-1352889310.70570/jpkmmc.v5i2.2130Senam Ergonomik Sebagai Upaya Untuk Menurunkan Nyeri Pada Lansia Dengan Gout Artritis di Posyandu Bina Sejahtera Palembang
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2116
<p>Gout Arthritis merupakan penyakit sendi yang ditandai dengan hiperurisemia atau peningkatan kadar asam urat dalam darah (Fidiya, 2020). Gangguan metabolisme yang berdasarkan gout adalah hiperurisemia yang didefinisikan sebagai peningkatan kadar asam urat lebih dari 7,0 ml/dl dan 6,0 mg/dl (Ilham, 2020). Gout Arthritis sering terjadi pada lansia, hal ini ditandai dengan hiperurisemia atau peningkatan asam urat di dalam badan seseorang. Indonesia termasuk negara dengan jumlah penderita Gout Arthritis terbanyak, dan penyakit ini banyak diderita oleh lanjut usia menurut (Fidiya, 2020) dalam buku (Arifuddin et al., 2024).. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Sena Ergonomis terhadap Nyeri sendi pasien Gout di Posyandu Bina Sejahtera Palembang. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode observasi partisipatif. Hasil PKM menunjukkan bahwa terapi Senam ergonomis memberikan dampak positif, seperti peningkatan fleksibilitas, koordinasi, dan kekuatan tangan setelah dilakukan secara rutin selama satu minggu</p>Evi Royani
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-052026-02-0552243110.70570/jpkmmc.v5i2.2116Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Care Giver Eksternal Di The Play House Day Care Batam
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2125
<p>Keadaan gawat darurat merupakan hal yang tidak diharapkan, terjadi secara tiba-tiba, dan dapat berdampak kecacatan bahkan kematian. Setiap orang di segala usia dapat mengalami kejadian gawat darurat dimanapun juga. Kemampuan memberikan pertolongan pertama sangat penting sebagai upaya pencegahan. Di Kepulauan Riau beberapa daerah memerlukan waktu cukup lama untuk ke pelayanan kesehatan, diperlukan menyebrang lautan untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lengkap. Kejadian kegawatan di rumah, dapat diminimalisir dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat. Care giver eksternal merupakan seseorang yang ada di dekat kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan untuk memberikan bekal kepada care giver untuk meningkatkan pengetahuan serta meningkatkan ketrampilan untuk memberikan pertolongan pertama. Solusi yang digunakan adalah memberikan pelatihan menggunakan teknik ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi. Peserta pelatihan 14 care giver eksternal. Hasil yang didapatkan setelah melaksanakan pelatihan, setiap peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan seluruh peserta mampu melakukan tindakan pertolongan pertama dengan benar.</p>Siska NataliaFitriany Suangga
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-062026-02-0652717810.70570/jpkmmc.v5i2.2125Peningkatan Pengetahuan Dan Perilaku Pencegahan Hipertensi Melalui Edukasi Kesehatan, Senam Hipertensi, Dan Terapi Rendam Kaki Air Hangat Jahe Merah Di RW 07 Kelurahan Cibeber
https://journal.mandiracendikia.com/index.php/pkm/article/view/2113
<p>Kesehatan merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia yang berperan penting dalam menentukan kualitas hidup seseorang. Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan didefinisikan sebagai suatu keadaan sejahtera secara fisik, mental, dan sosial, serta bukan hanya bebas dari penyakit atau kelemahan saja (WHO, 1948). Definisi ini menegaskan bahwa kesehatan tidak hanya berfokus pada ketiadaan penyakit, tetapi juga mencakup keseimbangan dan kondisi optimal dari berbagai aspek kehidupan seseorang.</p> <p>Salah satu masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh masyarakat global adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi merupakan kondisi medis di mana tekanan darah dalam arteri meningkat secara terus-menerus sehingga dapat menyebabkan risiko berbagai penyakit serius, seperti penyakit jantung dan stroke. WHO mendefinisikan hipertensi sebagai kondisi ketika tekanan darah sistolik mencapai atau melebihi 140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik mencapai atau melebihi 90 mmHg (WHO, 2021). Hipertensi dikenal sebagai “silent killer” karena seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, namun dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan baik.</p> <p>Masalah hipertensi menjadi perhatian penting dalam bidang kesehatan masyarakat karena prevalensinya yang tinggi dan dampak negatifnya terhadap morbiditas dan mortalitas global. Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang konsep kesehatan dan hipertensi sangat penting sebagai dasar dalam upaya pencegahan dan penanganan penyakit ini.</p>Reini Astuti
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia
2026-02-032026-02-0352121910.70570/jpkmmc.v5i2.2113