Efektivitas Pendampingan Asuhan Kebidanan Berbasis Birth Preparedness Terhadap Self-Efficacy Dan Kesiapan Persalinan Pada Ibu Primigravida
DOI:
https://doi.org/10.70570/jbmc.v5i1.2346Keywords:
Birth Preparedness, Self-Efficacy, Kesiapan Persalinan, Primigravida, Asuhan KebidananAbstract
Ibu primigravida menghadapi pengalaman persalinan pertama tanpa bekal pengalaman langsung, yang dapat disertai ketidakpastian, kekhawatiran, dan kebutuhan informasi yang lebih besar. Birth preparedness merupakan komponen penting pelayanan antenatal yang membantu ibu dan keluarga merencanakan tempat persalinan, pendamping, transportasi, pembiayaan, kebutuhan persalinan, serta kesiapan menghadapi komplikasi. Tujuan: Menganalisis efektivitas pendampingan asuhan kebidanan berbasis birth preparedness terhadap self-efficacy dan kesiapan persalinan pada ibu primigravida. Metode: Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental pretest-posttest dengan kelompok intervensi dan kontrol, masing-masing 30 ibu primigravida. Kelompok intervensi memperoleh pendampingan asuhan kebidanan berbasis birth preparedness, sedangkan kelompok kontrol memperoleh asuhan antenatal standar. Hasil: Skor self-efficacy kelompok intervensi meningkat dari 126,43±10,84 menjadi 160,27±9,31 (Δ=33,84; p<0,001), sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 125,87±11,02 menjadi 132,10±10,67 (Δ=6,23; p=0,018). Skor kesiapan persalinan kelompok intervensi meningkat dari 58,73±7,15 menjadi 78,43±6,28 (Δ=19,70; p<0,001), sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 59,10±7,43 menjadi 64,37±7,12 (Δ=5,27; p=0,031). Perbedaan besar perubahan skor antarkelompok bermakna secara statistik untuk self-efficacy maupun kesiapan persalinan (keduanya p<0,001). Kesimpulan: Pendampingan asuhan kebidanan berbasis birth preparedness berhubungan dengan peningkatan self-efficacy dan kesiapan persalinan yang lebih besar pada ibu primigravida dibandingkan asuhan antenatal standar. Pendekatan ini berpotensi dijadikan komponen pelengkap asuhan antenatal, dengan mempertimbangkan bahwa desain kuasi-eksperimental yang digunakan belum memungkinkan penarikan simpulan kausal yang setara dengan uji acak terkontrol.














