Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lemon Terhadap Penurunan Emesis Gravidarum Ibu Hamil Trimester I Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Way Mili Lampung Timur Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.70570/jbmc.v5i1.2310Keywords:
Aromaterapi Lemon, Emesis Gravidarum, Ibu HamilTrimester I, PUQE-24Abstract
Emesis gravidarum merupakan salah satu bentuk ketidaknyamanan fisiologis yang umum terjadi pada kehamilan Trimester I akibat peningkatan kadar hormon estrogen, progesteron, dan Human Chorionic Gonadotropin (hCG). Kondisi ini dialami oleh 60-80% primigravida dan 40-60% multigravida. Jika tidak ditangani dengan baik, emesis dapat berkembang menjadi hiperemesis gravidarum hingga berdampak pada komplikasi janin seperti BBLR. Salah satu terapi non-farmakologis yang aman adalah pemberian aromaterapi lemon. Kandungan utama limonene dan linalil asetat pada lemon bekerja menekan aktivitas prostaglandin, menstabilkan sistem saraf, serta memberikan efek relaksasi untuk mengurangi mual muntah. Tujuan penelitian Untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lemon terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil Trimester I di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Way Mili Lampung Timur Tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan desain pre-experiment menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian berjumlah 62 ibu hamil Trimester I, dengan sampel sebanyak 21 ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling . Intervensi dilakukan dengan pemberian inhalasi aromaterapi lemon (3 tetes pada kapas, jarak 2-3 cm, 3 kali tarikan napas diulang 5 menit kemudian) setiap pagi selama 7 hari. Instrumen pengukuran tingkat emesis menggunakan kuisioner Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE)-24. Analisis data menggunakan uji univariat dan uji bivariat non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank Test. Rata-rata frekuensi emesis gravidarum sebelum intervensi (pretest) adalah 7,76 (kategori sedang) dan mengalami penurunan menjadi 4,33 (kategori ringan) setelah intervensi (posttest) dengan selisih penurunan sebesar 3,43. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai P-value = 0,000 (< 0,05). Terdapat pengaruh yang signifikan pemberian aromaterapi lemon terhadap penurunan emesis gravidarum ibu hamil Trimester I di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Way Mili. Aromaterapi lemon disarankan untuk diaplikasikan sebagai salah satu pilihan terapi komplementer non-farmakologis yang aman dalam asuhan kebidanan.














