Kajian Faktor Determinan Rendahnya Pemanfaatan Pelayanan ANC Terpadu Pada Ibu Hamil
DOI:
https://doi.org/10.70570/jbmc.v5i1.2304Kata Kunci:
Kehamilan, ANC Terpadu, Resiko KehamilanAbstrak
Data yang dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan pada tahun 2024 menunjukkan bahwa dari 359 sasaran ibu hamil, hanya 245 ibu hamil yang mendapatkan layanan antenatal care (ANC) terpadu sesuai standar, yang menunjukkan bahwa cakupan ANC terpadu masih belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya pemanfaatan pelayanan ANC terpadu pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode analitik yang dilakukan serentak satu waktu (Cross Sectional). Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2026 di Puskesmas Sukomoro Magetan. Populasi dan sampel berjumlah 27 orang, menggunakan total sampling. Kuesioner merupakan instrument untuk mengambil data primer, sedangkan data sekunder diambil dari Buku KIA. Analisa data menggunakan uji regresi logistic, setelah dayta terkumpul. Berdasarkan penelitian ini didapat hasil bahwa faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya pemanfaatan pelaksanaan ANC Terpadu adalah faktor pengetahuan dan faktor resiko kehamilan. Hasil Uji Regresi Logistik menunjukkan bahwa kedua faktor tersebut nilai p-value < α = 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Didukung dengan adanya beberapa hasil penelitian yang menyebutkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan resiko kehamilan terhadap pelaksanaan ANC Terpadu.














