Efektifitas Edukasi Skrining Hipotiroid Kongenital (Shk) Terhadap Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III Di Wilayah Kerja Puskesmas Majalengka Kabupaten Majalengka Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.70570/jbmc.v5i1.2319Kata Kunci:
Edukasi, Skrining Hipotiroid Kongenital, PengetahuanAbstrak
Hipotiroid Kongenital merupakan kelainan bawaan yang dapat menimbulkan retardasi mental permanen apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini. Deteksi dini melalui Skrining Hipotiroid Kongenital pada bayi baru lahir membutuhkan dukungan pengetahuan yang baik dari ibu hamil. Edukasi yang terstruktur diharapkan mampu meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya skrining tersebut. Tujuan: Mengetahui efektivitas edukasi Skrining Hipotiroid Kongenital terhadap pengetahuan ibu hamil trimester III di Puskesmas Majalengka Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester III yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan dianalisis dengan distribusi kategori serta uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum edukasi, sebagian besar responden berada pada kategori pengetahuan kurang (70%) dan cukup (30%), dengan tidak ada yang berada pada kategori baik. Setelah edukasi, kategori kurang menurun menjadi 10%, kategori cukup meningkat menjadi 46,7%, dan kategori baik mencapai 43,3%. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p < 0,05). Kesimpulan: Edukasi Skrining Hipotiroid Kongenital efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III. Saran: Petugas kesehatan perlu rutin melaksanakan edukasi melalui kelas ibu hamil dan konseling. Ibu hamil juga diharapkan aktif mengikuti kegiatan edukasi serta mencari informasi dari sumber terpercaya untuk mendukung pelaksanaan skrining pada bayinya..














