Pengaruh Model Role Playing Dengan Video Terhadap Kesadaran Diri Pelaku Bullying Pada Remaja Di Pondok Putri Hafshawaty Zainul Hasan Genggong
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v4i11.1996Keywords:
Role Playing, Video, Kesadaran Diri, Pelaku Bullying, RemajaAbstract
Bullying merupakan perilaku menyimpang yang umum terjadi di kalangan remaja dan berdampak negatif terhadap pelaku maupun korban. Salah satu penyebab utama perilaku ini adalah rendahnya kesadaran diri pelaku. Kesadaran diri yang rendah dapat menghambat kemampuan individu untuk merefleksikan perilaku serta memahami konsekuensi sosial dan emosionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Role Playing dengan video terhadap peningkatan kesadaran diri pelaku bullying.Penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Populasi berjumlah 56 pelaku bullying di Pondok Putri Hafshawaty, yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kesadaran diri sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi dilakukan sebanyak empat kali dalam dua minggu dalam bentuk Role Playing dengan video, di mana responde memainkan peran sebagai pelaku, korban, dan pengamat bullying berdasarkan skenario nyata yang divisualisasikan dalam video. Pendekatan ini bertujuan untuk membangun empati, pemahaman, serta refleksi terhadap perilaku yang dilakukan.Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kesadaran diri, dengan nilai pre-test rata-rata 94,21 dan post-test rata-rata 123,29 serta nilai signifikansi p = 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa model Role Playing dengan video efektif dalam meningkatkan kesadaran diri pelaku bullying.







