Pengaruh Aromaterapi Eucalyptus Oil Terhadap Kualitas Tidur Dan Frekuensi Nafas Pada Anak Dengan Pneumonia Di Ruang Anak RS Prima Husada Malang
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i2.2148Keywords:
Aromaterapi, Eucalyptus Oil, Pneumonia, Kualitas Tidur, Frekuensi Napas, Anak'Abstract
Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di seluruh dunia. Gejala seperti batuk, demam, dan sesak napas tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga mengganggu kualitas tidur anak. Aromaterapi eucalyptus oil merupakan upaya non-farmakologis yang dapat diberikan untuk meningkatkan kenyamanan pasien karena memiliki efek dekongestan, bronkodilator, antiinflamasi, dan sedatif ringan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh aromaterapi eucalyptus oil terhadap kualitas tidur dan frekuensi napas anak usia sekolah dengan pneumonia di Ruang Anak RS Prima Husada Malang. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest pada 36 responden usia 6–12 tahun. Instrumen yang digunakan adalah Children’s Sleep Habits Questionnaire (CSHQ) untuk mengukur kualitas tidur dan lembar observasi untuk menilai frekuensi napas. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Signed-Rank Test pada tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kualitas tidur setelah intervensi, dengan proporsi kategori baik meningkat menjadi 36,1% dan kategori buruk tidak ditemukan lagi. Selain itu, frekuensi napas normal meningkat dari 58,3% sebelum intervensi menjadi 83,3% setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan pada kualitas tidur (p < 0,001) maupun frekuensi napas (p < 0,001). Kesimpulannya, aromaterapi eucalyptus oil berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan frekuensi napas anak dengan pneumonia, sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi komplementer non-farmakologis dalam praktik keperawatan.







