Efektivitas Penerapan Telenursing/Virtual Care Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Keperawatan: A Systematic Literature Review
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i7.2284Kata Kunci:
Telenursing, Virtual Care, Kualitas Pelayanan KeperawatanAbstrak
Perkembangan teknologi digital mendorong transformasi pelayanan kesehatan melalui penerapan telenursing atau virtual care, namun bukti ilmiah mengenai efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan masih tersebar dan memerlukan sintesis secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai efektivitas penerapan telenursing/virtual care dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) mengikuti pedoman PRISMA 2020, dengan penelusuran literatur menggunakan strategi Boolean ("telenursing" OR "virtual care") AND ("nursing quality" OR "patient outcomes") pada basis data PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar, mencakup artikel berdesain randomized controlled trial, kuasi-eksperimental, kohort, dan tinjauan sistematik yang terbit pada rentang 2015–2025, serta dinilai kualitas metodologisnya menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Dari 18 artikel yang teridentifikasi, enam artikel memenuhi seluruh kriteria inklusi dan disertakan dalam sintesis, terdiri atas dua tinjauan sistematik, dua randomized controlled trial, satu studi kohort, dan satu studi kuasi-eksperimental. Hasil sintesis menunjukkan bahwa telenursing secara konsisten memperbaiki luaran klinis dan kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis seperti gagal jantung, gagal napas kronis, dan diabetes melitus, menurunkan angka readmisi pascahospitalisasi, dan meningkatkan efisiensi dan pengalaman pelayanan akut di rumah sakit. Dapat disimpulkan bahwa telenursing/virtual care merupakan strategi yang efektif dan adaptif dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan lintas tatanan pelayanan, meskipun penelitian multicenter berskala lebih besar masih diperlukan untuk memperkuat generalisasi temuan.







