Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT), Usia, Jenis Kelamin, dan Tekanan Darah dengan Risiko Komplikasi Kardiovaskular pada Lansia Hipertensi di Puskesmas Padasuka
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i8.2332Keywords:
Hipertensi, Lansia, Indeks Massa Tubuh, Tekanan Darah Sistolik, Risiko KardiovaskularAbstract
Hipertensi pada lansia berisiko menimbulkan komplikasi kardiovaskular, yang dipengaruhi antara lain oleh indeks massa tubuh, usia, jenis kelamin, dan tekanan darah sistolik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan keempat faktor tersebut dengan risiko komplikasi kardiovaskular pada lansia hipertensi di Puskesmas Padasuka Kota Cimahi. Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional pada 125 lansia hipertensi. Risiko komplikasi kardiovaskular dihitung menggunakan Framingham Risk Score berbasis indeks massa tubuh, dengan analisis bivariat menggunakan uji Spearman untuk indeks massa tubuh, usia, dan tekanan darah sistolik, serta uji Mann-Whitney untuk jenis kelamin. Hasil: Sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh normal (56,8%), berjenis kelamin perempuan (59,2%), tekanan darah sistolik normal (68,0%), dan berisiko tinggi mengalami komplikasi kardiovaskular (61,6%). Indeks massa tubuh tidak berhubungan bermakna dengan risiko komplikasi kardiovaskular (p=0,900), sedangkan usia, jenis kelamin, dan tekanan darah sistolik berhubungan bermakna (p=0,000). Kesimpulan: Usia, jenis kelamin, dan tekanan darah sistolik merupakan faktor penting dalam menilai risiko komplikasi kardiovaskular pada lansia hipertensi.







