Analisis Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Di Puskesmas Tuban
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2358Keywords:
Diabetes Melitus, Aktivitas Fisik, Pola Makan, Obesitas, Merokok, HipertensiAbstract
Diabetes melitus tergolong penyakit yang angka kejadiannya kian bertambah dari waktu ke waktu, sehingga menjadi perhatian kesehatan masyarakat di banyak negara termasuk Indonesia. Komplikasi serius dapat timbul apabila penyakit ini tidak dikendalikan dengan baik. Kejadian diabetes melitus dipengaruhi oleh faktor risiko yang tidak dapat diubah maupun yang dapat diubah, seperti aktivitas fisik, pola makan, obesitas, perilaku merokok, dan hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui keterkaitan faktor tersebut dengan kejadian diabetes melitus di Puskesmas Tuban. Desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional digunakan dalam penelitian ini. Populasi berjumlah 105 anggota Prolanis di Puskesmas Tuban, dengan 83 responden dipilih sebagai sampel melalui simple random sampling. Aktivitas fisik, pola makan, obesitas, perilaku merokok, dan hipertensi menjadi variabel independen, sedangkan kejadian diabetes melitus sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan hubungan bermakna antara aktivitas fisik (p=0,008), pola makan (p=0,007), dan hipertensi (p=0,001) dengan kejadian diabetes melitus. Sebaliknya, obesitas (p=0,934) dan perilaku merokok (p=0,784) tidak menunjukkan hubungan bermakna. Pengendalian kadar glukosa darah pada anggota prolanis dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko sehingga diperlukan pengelolaan diabetes melitus secara komprehensif. Upaya pengendalian faktor risiko melalui edukasi, pemantauan rutin, serta penerapan gaya hidup sehat di pelayanan kesehatan primer berperan enjaga kestabilan glukosa darah serta menekan risiko komplikasi.







