Tingkat Kecemasan Pada Pasien Diabetes Melitus Tentang Komplikasi Kardiovaskuler Di Puskesmas Tuban

Authors

  • Tety Melinda Sari Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
  • Yasin Wahyurianto Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
  • Teresia Retna Puspita Dewi Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
  • Binti Yunariyah Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2410

Keywords:

Tingkat Kecemasan, Diabetes Melitus, Komplikasi Kardiovaskular

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang dapat berkembang menjadi berbagai komplikasi, salah satunya gangguan pada sistem kardiovaskular. Ancaman terjadinya komplikasi tersebut dapat menimbulkan rasa cemas pada penderita DM dan berpotensi berdampak pada kualitas hidup serta keberhasilan pengelolaan penyakit. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tingkat kecemasan pasien Diabetes Melitus terhadap komplikasi kardiovaskular di Puskesmas Tuban.          Kajian ini menggunakan desain deskriptif dengan tingkat kecemasan pasien diabetes melitus terhadap komplikasi kardiovaskular sebagai variabel penelitian. Populasi mencakup seluruh peserta Prolanis di Puskesmas Tuban. Sebanyak 61 orang dilibatkan sebagai responden melalui teknik total sampling. Pengukuran kecemasan memakai kuesioner HARS, sedangkan data diolah secara deskriptif dan ditampilkan dalam distribusi frekuensi serta tabulasi silang. Hasil karakteristik menunjukkan bahwa kelompok usia 46-55 tahun mendominasi responden Diabetes Melitus; hampir separuh responden berpendidikan SMA, mayoritas bekerja sebagai wiraswasta, dan sebagian besar berjenis kelamin laki-laki. Pada tabulasi silang, 50% peserta Prolanis dengan kecemasan ringan berada pada usia 46-55 tahun. Mayoritas responden dengan kecemasan berat memiliki pendidikan SD, sedangkan sebagian besar responden yang mengalami kecemasan ringan bekerja sebagai PNS. Perempuan mencakup separuh pasien Diabetes Melitus yang mengalami kecemasan. Kecemasan pada pasien Diabetes Melitus tampak berkaitan dengan usia, pendidikan, pekerjaan, dan jenis kelamin. Hampir separuh peserta Prolanis dengan diabetes melitus di Puskesmas Tuban mengalami kecemasan ringan ketika memikirkan komplikasi kardiovaskular. Oleh sebab itu, pemeriksaan kecemasan secara berkala, penguatan dukungan terapeutik, dan konseling psikologis perlu dipertimbangkan untuk membantu pasien mengelola kecemasan sekaligus menjaga kualitas hidup.

Downloads

Published

2026-09-12

How to Cite

Tety Melinda Sari, Yasin Wahyurianto, Teresia Retna Puspita Dewi, & Binti Yunariyah. (2026). Tingkat Kecemasan Pada Pasien Diabetes Melitus Tentang Komplikasi Kardiovaskuler Di Puskesmas Tuban. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia, 5(9), 585–594. https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2410

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 5 6 7 > >>