Hubungan Lama Penggunaan Smarthpone Dengan Self Regulation Pada Remaja Usia 10-12 Tahun Di SDN Satreyan 3
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2411Keywords:
Lama Penggunaan Smarthpone, Self Regulation, Anak Usia SekolahAbstract
Perkembangan teknologi menyebabkan penggunaan smartphone pada anak usia sekolah semakin meningkat. Penggunaan smartphone yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi kemampuan self regulation, yaitu kemampuan individu dalam mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku. Rendahnya regulasi diri pada anak berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan lama penggunaan smartphone dengan self regulation pada anak usia 10-12 tahun di SDN Satreyan 3. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa usia 10–12 tahun di SDN Satreyan 3, dengan jumlah sampel sebanyak 46 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner lama penggunaan smartphone dan kuesioner self regulation. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden memiliki lama penggunaan smartphone kategori sedang sebanyak 22 responden (47,8%), sedangkan kategori rendah dan tinggi masing-masing sebanyak 12 responden (26,1%). Sebagian besar responden memiliki self regulation kategori sedang sebanyak 23 responden (50,0%), kategori tinggi sebanyak 12 responden (26,1%), dan kategori rendah sebanyak 11 responden (23,9%). Hasil uji Spearman Rank diperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), sehingga H₁ diterima yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara lama penggunaan smartphone dengan self regulation pada anak usia 10–12 tahun di SDN Satreyan 3. Disimpulkan bahwa semakin tinggi lama penggunaan smartphone, maka semakin berpengaruh terhadap kemampuan self regulation anak. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif orang tua, guru, dan tenaga kesehatan dalam mengawasi serta mengarahkan penggunaan smartphone agar tetap sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak sehingga regulasi diri dapat berkembang secara optimal.







