Stigma Sosial Dengan Kualitas Hidup Pasien TB Paru Diwilayah Kerja Puskesmas Tuban

Authors

  • Mochamad Syifa’ul Qolbi Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
  • Titik Sumiatin Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
  • Su’udi Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya
  • Wahyu Tri Ningsih Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2421

Keywords:

TB Paru, Stigma Sosial, Kualitas Hidup, Pasien TB Paru

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tuberkulosis paru sampai saat ini masih menempati posisi sebagai salah satu permasalahan kesehatan utama di Indonesia dan tergolong sebagai penyakit menular. Selain menimbulkan gangguan fisik, pasien TB paru sering mengalami stigma sosial dari lingkungan sekitar. Stigma sosial dapat memengaruhi kondisi psikologis, hubungan sosial, serta kualitas hidup penderita. Oleh sebab itu, penting guna mengetahui hubungan stigma sosial dengan kualitas hidup pasien TB paru untuk menjadikan hal yang esensial guna mendukung peningkatan layanan kesehatan secara holistik.

Metode : Penelitian ini dirancang menggunakan metode korelasional dengan melalui cross-sectional. Populasi target mencakup seluruh penderita TB paru yang terdaftar berobat di Puskesmas Tuban sepanjang bulan Mei 2026. Melalui teknik total sampling, penelitian ini melibatkan 51 responden sebagai sampel. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara stigma sosial sebagai variabel independen dengan kualitas hidup penderita TB paru sebagai variabel dependen. Pengukuran data menggunakan kuesioner khusus terkait stigma sosial dan kualitas hidup, yang selanjutnya diuji secara statistik dengan Spearman Rank pada batas signifikansi α = 0,05.

Hasil : Temuan dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa hampir seluruh (87,2%) mengalami stigma sosial sedang dan hampir seluruh (88,2%) Kualitas hidup baik. Hasil uji korelasi Spearman Rank menghasilkan nilai signifikansi p = 0,457 (p > 0,05). Hasil analisis menunjukkan tidak adanya korelasi statistik yang signifikan antara stigma sosial dengan kualitas hidup pasien TB paru di area kerja Puskesmas Tuban.

Simpulan : Tidak ditemukannya hubungan signifikan antara kedua variabel ini menandakan bahwa stigma sosial bukanlah satu-satunya faktor penentu kualitas hidup pasien TB paru. Terdapat indikator lain yang juga memegang peranan penting, diantaranya adalah dukungan keluarga, tingkat kepatuhan terapi pengobatan, kondisi fisik pasien, serta pelayanan dari tenaga kesehatan. Meskipun demikian, upaya pengurangan stigma tetap diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan psikososial pasien TB paru.

Downloads

Published

2026-09-13

How to Cite

Mochamad Syifa’ul Qolbi, Titik Sumiatin, Su’udi, & Wahyu Tri Ningsih. (2026). Stigma Sosial Dengan Kualitas Hidup Pasien TB Paru Diwilayah Kerja Puskesmas Tuban. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia, 5(9), 675–682. https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2421

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 3 4 5 6 7 8 9 10 > >>