Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Desa Sarinagen Kecamatan Cipongkor Tahun 2026

Authors

  • Lesmana LN Institut Kesehatan Rajawali Bandung
  • Mufti IR Institut Kesehatan Rajawali Bandung
  • Barbara M Institut Kesehatan Rajawali Bandung

DOI:

https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i10.2486

Keywords:

Stunting, Pola Asuh Orang Tua, Balita

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan pada balita yang ditandai dengan tinggi badan menurut umur berada di bawah standar pertumbuhan. Kejadian stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya pola asuh orang tua. Pola asuh berkaitan dengan pemenuhan gizi, pemberian makan, kebersihan, perawatan kesehatan, serta pemantauan tumbuh kembang balita. Tujuan: Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Desa Sarinagen Kecamatan Cipongkor Tahun 2026. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 450 balita dengan sampel 212 responden yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Data pola asuh diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kejadian stunting ditentukan berdasarkan pengukuran tinggi badan menurut umur (TB/U). Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan α=0,05. Hasil Penelitian: Sebanyak 43 balita (20,3%) mengalami stunting dan 87 responden (41%) memiliki pola asuh kurang baik. Hasil uji Chi-square menunjukkan p-value 0,027 (<0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian stunting. Simpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita usia 24–59 bulan di Desa Sarinagen. Pola asuh yang baik perlu ditingkatkan melalui edukasi dan pendampingan orang tua sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.

Downloads

Published

2026-10-05

How to Cite

Lesmana LN, Mufti IR, & Barbara M. (2026). Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Desa Sarinagen Kecamatan Cipongkor Tahun 2026. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia, 5(10), 160–172. https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i10.2486

Issue

Section

Articles