Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kontrol Rutin Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Desa Bence
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i10.2493Keywords:
Diabetes Melitus tipe 2, dukungan keluarga, kontrol rutin gula darah, cross-sectionalAbstract
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan jangka panjang, termasuk pemantauan kadar glukosa darah secara berkala. Kepatuhan pasien dalam melakukan kontrol gula darah dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kontrol rutin gula darah pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Desa Bence Kecamatan Kedungjajang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sekaligus sampel berjumlah 33 pasien DM tipe 2 yang mengikuti Posyandu di Desa Bence pada Mei 2026. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan lembar checklist kontrol rutin gula darah. Analisis dilakukan menggunakan uji Spearman’s rho dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan 20 responden (60,6%) memiliki dukungan keluarga kategori baik dan 13 responden (39,4%) kategori cukup. Sebanyak 24 responden (72,7%) melakukan kontrol gula darah secara rutin dan 9 responden (27,3%) tidak rutin. Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan p-value=0,000 dengan koefisien korelasi r=0,620, yang menunjukkan hubungan signifikan, positif, dan kuat antara dukungan keluarga dan kontrol rutin gula darah. Dukungan keluarga yang lebih baik berkaitan dengan keteraturan pasien dalam melakukan kontrol gula darah. Keterlibatan keluarga perlu diperkuat dalam pengelolaan Diabetes Melitus melalui pengingat jadwal kontrol, dukungan emosional, bantuan instrumental, dan motivasi pasien.







