Edukasi Kesehatan Berbasis Prinsip Etik Keperawatan dalam Penyelesaian Masalah pada Pasien Tuberkulosis Paru
DOI:
https://doi.org/10.70570/jpkmmc.v5i9.2444Keywords:
Tuberkulosis Paru, Edukasi, Kepatuhan, Etika Batuk, PMOAbstract
Tingginya kasus tuberkulosis (TB) di Indonesia dipengaruhi oleh rendahnya kepatuhan pengobatan dan minimnya pengetahuan pencegahan penularan. Hal ini berpotensi meningkatkan kegagalan terapi dan risiko Multidrug-Resistant TB (MDR-TB). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga mengenai kepatuhan pengobatan serta pencegahan penularan berbasis prinsip etik keperawatan (autonomy, beneficence, non-maleficence). Metode yang digunakan meliputi edukasi, diskusi, peragaan serta pre-test dan post-test untuk evaluasi. Edukasi kesehatan dilakukan kepada para pasien TB paru dan Pengawas Minum Obat (PMO) keluarga di Kabupaten Karimun. Media yang digunakan meliputi materi presentasi, leaflet, dan demonstrasi etika batuk. Evaluasi dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui observasi dan tanya jawab. Hasil menunjukkan bahwa sebelum edukasi, pasien tidak patuh berobat, menolak isolasi, dan belum menerapkan etika batuk, serta peran PMO belum optimal. Pasca-edukasi, pasien dan keluarga menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan dan kesediaan untuk menerapkan perilaku pencegahan serta kepatuhan terapi. Edukasi berbasis pendekatan komunitas dan prinsip etik efektif meningkatkan kesadaran pengelolaan TB secara komprehensif, mendukung keberhasilan terapi, serta mencegah risiko MDR-TB.







