Edukasi Pencegahan Dan Penanganan Gangguan Lambung Pada Masyarakat
DOI:
https://doi.org/10.70570/jpkmmc.v5i9.2450Keywords:
Gastritis, Dispepsia, Edukasi Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Pengabdian MasyarakatAbstract
Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku preventif masyarakat terhadap gangguan lambung melalui program edukasi kesehatan komunitas yang terstruktur. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih tingginya beban gastritis dan dispepsia fungsional di Indonesia, yang berkaitan erat dengan pola makan tidak teratur, konsumsi makanan pedas dan berkafein secara berlebihan, tekanan psikososial, serta kebiasaan swamedikasi yang tidak tepat dan masih sering diabaikan oleh masyarakat, khususnya warga di sekitar RS Awal Bros Ujung Batu. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan komunitas yang partisipatif dan edukatif, meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta evaluasi pengetahuan terhadap [jumlah peserta] peserta dewasa yang dipilih secara purposif dari wilayah kerja rumah sakit pada bulan Agustus 2026. Pemahaman peserta diukur menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah sesi edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rerata skor pengetahuan peserta meningkat dari [skor pre-test] pada pre-test menjadi [skor post-test] pada post-test, atau setara peningkatan sebesar [persentase] persen, dengan peningkatan paling menonjol pada pemahaman mengenai faktor risiko dan upaya pencegahan dini gangguan lambung. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam memperkuat literasi kesehatan masyarakat, mendorong kebiasaan swamedikasi yang lebih rasional, serta meningkatkan kesediaan peserta untuk menerapkan pola makan yang ramah bagi lambung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan berbasis bukti yang disampaikan secara interaktif dan partisipatif efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran preventif masyarakat terhadap gastritis dan dispepsia. Temuan ini menunjukkan bahwa model edukasi serupa memiliki potensi besar untuk direplikasi secara berkelanjutan pada program pengabdian masyarakat berbasis rumah sakit maupun fasilitas layanan primer lainnya.







