Peningkatan Keterampilan Bantuan Hidup Dasar Mahasiswa Melalui Edukasi Dan Simulasi RJP ( Resusitasi Jantung Paru)
DOI:
https://doi.org/10.70570/jpkmmc.v5i10.2499Keywords:
Bantuan Hidup Dasar, Resusitasi Jantung Paru, Edukasi Kesehatan, Simulasi, Keterampilan MahasiswaAbstract
Kejadian Henti napas dan henti jantung merupakan bentuk kegawat daruratan yang harus mendapatkan penanganan yang tepat dan segera dari medis atau masyarakat umum yang terlatih. Henti Jantung dapat dipulihkan jika tertangani segera dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan defibrilasi untuk mengembalikan denyut jantung normal dimana RJP dapat dilakukan oleh siapa saja mulai dari orang awam sampai dokter, dimana saja, kapan saja dan tanpa mempergunakan alat dapat diterapkan pada keadaan darurat. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di , Institut Kesehatan Helvetia Medan untuk memberikan pelatihan RJP kepada siswa yang dimulai dengan pengisian pre-test, pemberian materi, latihan Hands-Only CPR, penggunaan Automatic External Defibrillator (AED) dan diakhiri pengisian post-test. Data pretest-posttest diteliti menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest untuk melihat perubahan dalam pengetahuan peserta pelatihan sebelum dan sesudah pelatihan. Mahasiswa Institut Kesehatan Helvetia Medan memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai RJP baik yang memiliki pengalaman maupun tidak Pemberian edukasi RJP menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai RJP. Kegiatan selanjutnya disarankan untuk dilengkapi dengan demonstrasi dan praktik langsung menggunakan manekin serta evaluasi keterampilan agar kemampuan masyarakat dalam melakukan RJP dapat dinilai secara lebih komprehensif. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan siswa dapat memberikan pertolongan pertama yang tepat jika dihadapkan pada korban henti jantung, sehingga dapat meningkatkan angka keselamatan pasien henti jantung di masyarakat.







