Perbedaan Pre Dan Post Pemberian Kombinasi Aromaterapi Jahe Dan Terapi Sentuhan Dengan Teknik Massage Pada Nyeri Post Operasi Apendiktomi Di Ruang Rawat Inap RS Prima Husada Malang
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i10.2495Keywords:
Aromaterapi Jahe, Terapi Sentuhan, Massage, Nyeri Post Operasi, ApendiktomiAbstract
Apendisitis merupakan peradangan pada apendiks yang sering menjadi penyebab tindakan bedah darurat pada abdomen. Tindakan apendiktomi sebagai terapi standar sering menimbulkan nyeri pascaoperasi yang dapat menghambat proses pemulihan pasien. Manajemen nyeri tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat menggunakan pendekatan nonfarmakologis seperti aromaterapi dan terapi sentuhan dengan teknik massage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian kombinasi aromaterapi jahe dan terapi sentuhan dengan teknik massage pada pasien post operasi apendiktomi di ruang rawat inap RS Prima Husada Malang. Penelitian ini menggunakan desain One Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian adalah pasien dewasa post operasi apendiktomi di ruang rawat inap RS Prima Husada Malang sebanyak 31 responden yang ditentukan dengan teknik total sampling. Pengukuran nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pemberian intervensi sebagian besar responden mengalami nyeri kategori sedang sebanyak 27 responden (87,1%); setelah intervensi, sebagian besar responden mengalami penurunan nyeri menjadi kategori ringan sebanyak 22 responden (71%); dan terdapat perbedaan signifikan antara skala nyeri post operasi apendiktomi sebelum dan sesudah intervensi (p-value = 0.000). Pasien post operasi apendiktomi dapat menjadikan kombinasi aromaterapi jahe dan terapi sentuhan dengan teknik massage sebagai terapi nonfarmakologis pendukung dalam manajemen nyeri yang dirasakan untuk mendukung proses pemulihan secara lebih optimal di fasilitas kesehatan.







