Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri Kelas XI SMA Negeri 2 Padang di Kota Padang
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i8.2321Keywords:
Tingkat Stres, Dismenore, Remaja PutriAbstract
Dismenore merupakan gangguan menstruasi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar. Di Indonesia, prevalensi dismenore mencapai 72,89%, dengan sekitar 54% terjadi pada remaja putri. Tingkat stres diduga berhubungan dengan kejadian dismenore. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas XI SMA Negeri 2 Padang di Kota Padang Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan rancangan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Agustus 2026, sedangkan pengumpulan data dilakukan pada 12–21 Mei 2026. Populasi berjumlah 208 siswi dan sampel sebanyak 68 responden dipilih menggunakan teknik Systematic Random Sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS) dan Numerical Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami stres sebanyak 51 orang (75 %) dan dismenore kategori nyeri ringan sebanyak 36 orang (52,9%). Hasil analisis menunjukkan p-value = 0,031(<0,05) dan koefisien korelasi (r) = 0,262, sehingga terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan rendah dan arah positif antara tingkat stres dan kejadian dismenore. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kejadian dismenore pada remaja putri kelas XI SMA Negeri 2 Padang di Kota Padang Tahun 2026. Sekolah dan tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi mengenai manajemen stres dan kesehatan reproduksi.







