Penerapan Modern Dressing Dengan Metode Moist Wound Healing Menggunakan Foam Dressing Guna Mempercepat Proses Penyembuhan Luka Ulkus Diabetikum
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i8.2336Keywords:
Diabetes Mellitus, Dressing, Foam, Modern Dressing, Penyembuhan Luka, Ulkus DiabetikumAbstract
Ulkus diabetikum merupakan komplikasi kronis diabetes mellitus yang dapat menyebabkan infeksi, gangren, hingga amputasi apabila tidak ditangani dengan tepat. Modern dressing, khususnya foam dressing, mampu mempertahankan kelembapan luka (moist wound healing), menyerap eksudat, serta mendukung proses granulasi dan epitelisasi sehingga dapat mempercepat penyembuhan luka. Tujuan: Mendeskripsikan hasil penerapan modern dressing menggunakan foam dressing dalam mempercepat penyembuhan luka ulkus diabetes mellitus. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif dengan dua responden penderita ulkus diabetes mellitus di Woundcare Rumah Rara, Kabupaten Wonogiri. Penerapan dilakukan selama 7 hari dengan pergantian balutan sebanyak 3 kali menggunakan foam dressing. Perkembangan luka dinilai menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Sebelum penerapan, Tn. G memiliki skor BWAT 33 dan Ny. S sebesar 29 dengan kategori wound regeneration dan grade luka II. Setelah penerapan, skor BWAT menurun menjadi 26 pada Tn. G dan 24 pada Ny. S dengan grade luka I. Terjadi perbaikan tepi luka, goa, warna kulit sekitar luka, jaringan granulasi, dan epitelisasi. Penurunan skor masing-masing sebesar 7 dan 5 poin menunjukkan perkembangan penyembuhan luka. Kesimpulan: Penerapan modern dressing menggunakan foam dressing menunjukkan hasil baik dalam mempercepat penyembuhan ulkus diabetes mellitus melalui pengendalian eksudat, pemeliharaan kelembapan luka, serta peningkatan granulasi dan epitelisasi.







