Tingkat Pengetahuan Keluarga Penderita Tuberkulosis Paru Tentang Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Jenu
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v4i10.1980Keywords:
Pengetahuan Keluarga, Tuberkulosis Paru, PencegahanAbstract
Tuberkulosis paru ialah suatu penyakit infeksi kronis yang menular serta termasuk pada satu diantara masalah kesehatan masyarakat di tingkat global. World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa tuberkulosis paru ialah penyakit yang bisa dicegah serta diobati. Namun demikian, kenyataannya penyakit ini masih menjadi isu kesehatan utama di dunia. Studi ini mempunyai tujuan guna menganalisis tingkat pengetahuan keluarga pasien tuberkulosis paru terkait upaya pencegahan penularannya di wilayah kerja Puskesmas Jenu. Studi ini menerapkan desain deskriptif dengan populasi seluruh keluarga pasien Tuberkulosis Paru yang masih menjalani program pengobatan selama enam bulan di Puskesmas Jenu pada periode November tahun 2024 sampai bulan April tahun 2025 sebanyak 42 orang. Besar sampel 42 orang. Menggunakan teknik total sampling. Variabel penelitiannya adalah tingkat pengetahuan keluarga penderita tuberkulosis paru mengenai pencegahan penularan Tuberkulosis Paru. Menggunakan pendekatan Cross-Sectional. Data dianalisis deskriptif dengan tabel frekuensi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwasannya mayoritas keluarga pasien TB Paru yang ada di wilayah kerja Puskesmas Jenu berusia 26–35 tahun serta memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup. Sebagian besar dari keluarga penderita Tuberkulosis Paru berjenis kelamin laki-laki memiliki pengetahuan dalam kategori kurang, Seluruhnya dari keluarga penderita Tuberkulosis Paru yang tidak sekolah memiliki pengetahuan dalam kategori kurang serta mayoritas keluarga penderita Tuberkulosis Paru yang tidak bekerja mempunyai pengetahuan pada kategori kurang. Pentingnya peningkatan edukasi kesehatan yang berkelanjutan sangat penting diperlukan bagi keluarga penderita Tuberkulosis Paru. Intervensi melalui pendekatan langsung, media sederhana, serta keterlibatan keluarga dalam program penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang pencegahan penularan Tuberkulosis Paru, guna mendukung upaya pengendalian Tuberkulosis Paru sebagai masalah kesehatan masyarakat.







