Hubungan Parenting dan Peer Attachment Dengan Regulasi Emosi Remaja Pada Santri Usia 15-16 Tahun Di Pondok Putri Hafshawaty
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v4i11.2010Kata Kunci:
Parenting, Peer Attachment, Regulasi Emosi RemajaAbstrak
Remaja menghadapi berbagai tantangan emosional yang kompleks, terutama pada masa transisi menuju kedewasaan. Regulasi emosi yang buruk dapat memicu perilaku menyimpang, menekan atau menghindari emosi, yang berdampak pada munculnya gangguan psikologis seperti kecemasan dan depres. Faktor pola asuh orang tua (parenting) dan kelekatan dengan teman sebaya (peer attachment) memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parenting dan peer attachment dengan regulasi emosi remaja santri usia 15–16 tahun di Pondok Putri Hafshawaty.Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini di lakukan di di pondok putri hafshawaty dengan jumlah populasi 150 remaja santri, Sampel yang digunakan yaitu sebagian remaja santri sejumlah 109 remaja sesuai dengan syarat inklusi dan diambil dengan cara tekhnik simple random sampling. Instrument penelitian menggunakan Kuesioner PAQ (Parental Authority Questionnaire), IPPA (Inventory of Parent and Peer Attachment), dan CERQ (Cognitive Emotion Regulation Questionnaire). Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank untuk analisis bivariat dan regresi logistik ordinal untuk mencari faktor dominan.Hasil penelitian menunjukan dari 109 responden sebanyak 78 responden (71.6%) Menyatakan bahwa Parenting orang tua mengarah ke kategori demokratis, sebanyak 47 responden (43.1%) menyatakan bahwa Peer Attachment mengarah ke kategori tinggi, sebanyak 71 responden (65.1%) bahwa regulasi emosi remaja mengarah ke kategori Baik. Hasil Uji statistik disimpulkan bahwa Terdapat hubungan Parenting orang tua dengan Regulasi emosi remaja pada remaja santri di pondok putri hafshawaty dengan nilai p value 0,000 <0,05, dan terdapat hubungan Peer Attachment dengan Regulasi emosi remaja dengan nilai p value 0,000 <0,05, Faktor yang paling dominan mempengaruhi Regulasi emosi remaja adalah Parenting orang tua.Pola pengasuhan yang demokratis dan hubungan yang sehat dengan teman sebaya berkontribusi positif terhadap kemampuan remaja dalam mengelola emosinya. Hasil ini menegaskan pentingnya peran keluarga dan lingkungan sosial dalam mendukung perkembangan emosional remaja di lingkungan







