Hubungan Tekanan Cuff Endotracheal Tube Dengan Tingkat Nyeri Tenggorokan Pasca General Anastesi

Penulis

  • Masnun Poltekkes Kemenkes Riau
  • Dyah Wulan Ramadhani STIKes Tengku Maharatu
  • Kholifa Yanti STIKes Tengku Maharatu
  • Syafrisar Meri Agritubella Poltekkes Kemenkes Riau
  • Fathul Jannah Poltekkes Kemenkes Riau

DOI:

https://doi.org/10.70570/jikmc.v4i12.2035

Kata Kunci:

Tekanan cuff ETT, Post Operative Sore Throat, Nyeri tenggorokan, General anestesi, Endotracheal Tube

Abstrak

Post Operative Sore Throat (POST) merupakan salah satu komplikasi paling sering terjadi setelah anestesi umum dengan intubasi endotrakeal. Meskipun bersifat minor, POST dapat menurunkan kenyamanan dan kepuasan pasien terhadap pelayanan anestesi. Salah satu faktor mekanis yang berperan dalam terjadinya POST adalah tekanan cuff Endotracheal Tube (ETT), yang apabila tidak dikontrol dengan baik dapat menyebabkan iskemia dan inflamasi mukosa trakea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tekanan cuff Endotracheal Tube dengan tingkat nyeri tenggorokan pasca general anestesi menggunakan ETT di recovery room. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 68 pasien pasca general anestesi menggunakan ETT yang dirawat di Recovery Room Rumah Sakit Prima Pekanbaru, dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui lembar observasi yang mencakup karakteristik responden, tekanan cuff ETT, dan skala nyeri tenggorokan (POST). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Kendall’s Tau dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (51,5%), berusia 36–45 tahun (47,1%), dan mengalami lama terintubasi lebih dari 60 menit (55,1%). Sebagian besar responden menggunakan tekanan cuff 25 mmH₂O (47,1%) dan mengalami nyeri tenggorokan kategori sedang (36,8%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan kuat antara tekanan cuff ETT dengan tingkat nyeri tenggorokan pasca operasi (p = 0,001; r = 0,715). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dan searah antara tekanan cuff Endotracheal Tube dan tingkat nyeri tenggorokan pasca general anestesi. Semakin tinggi tekanan cuff ETT, semakin tinggi derajat nyeri tenggorokan yang dialami pasien

Diterbitkan

2025-12-25

Cara Mengutip

Masnun, Dyah Wulan Ramadhani, Kholifa Yanti, Syafrisar Meri Agritubella, & Fathul Jannah. (2025). Hubungan Tekanan Cuff Endotracheal Tube Dengan Tingkat Nyeri Tenggorokan Pasca General Anastesi . Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia, 4(12), 75–85. https://doi.org/10.70570/jikmc.v4i12.2035

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama