Analisis Hubungan Derajat Cedera Kepala Terhadap Kejadian Amnesia Retrograd Pada Pasien Di Instalasi Gawat Darurat

Penulis

  • Desi Susanti Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Tri Mandiri Sakti Bengkulu
  • Tanti Marjiana Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Tri Mandiri Sakti Bengkulu
  • Dadang Supriyadi Eka Putra Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Tri Mandiri Sakti Bengkulu
  • Cahya Indra Kurniati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Tri Mandiri Sakti Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i2.2145

Kata Kunci:

Amnesia Retrograd, Cedera Kepala, IGD

Abstrak

Cedera kepala merupakan salah satu kasus kegawatdaruratan neurologis yang sering ditemukan di instalasi gawat darurat (IGD) dan dapat menimbulkan gangguan kognitif, termasuk amnesia retrograd. Gangguan ini berkaitan dengan kerusakan struktur otak yang berperan dalam proses memori dan dapat menjadi indikator klinis tingkat keparahan cedera kepala. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan derajat cedera kepala terhadap kejadian amnesia retrograd pada pasien di IGD. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di IGD Rumah Sakit dr. M. Yunus Bengkulu tahun 2025. Sampel penelitian ini berjumlah 37 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Derajat cedera kepala diukur menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS), sedangkan amnesia retrograd dinilai melalui wawancara menggunakan kuesioner status mental portable. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45,9% responden mengalami amnesia retrograd dan 54,1% tidak mengalaminya. Sebagian besar responden mengalami cedera kepala ringan (56,8%), sedangkan 43,2% mengalami cedera kepala sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara derajat cedera kepala dan kejadian amnesia retrograd (χ² = 16.763; p = 0.000) dengan kekuatan hubungan kuat (C = 0.588). Pasien dengan cedera kepala sedang memiliki risiko 42 kali lebih tinggi mengalami amnesia retrograd dibandingkan cedera kepala ringan (OR = 42.000). Kesimpulan: Disimpulkan bahwa derajat cedera kepala berhubungan signifikan dengan kejadian amnesia retrograd. Oleh karena itu, pengkajian fungsi memori perlu dilakukan secara sistematis dalam evaluasi neurologis awal di IGD.

Diterbitkan

2026-02-21

Cara Mengutip

Susanti, D., Marjiana, T., Putra, D. S. E., & Cahya Indra Kurniati. (2026). Analisis Hubungan Derajat Cedera Kepala Terhadap Kejadian Amnesia Retrograd Pada Pasien Di Instalasi Gawat Darurat . Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia, 5(2), 142–147. https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i2.2145

Terbitan

Bagian

Articles