Gambaran Kesehatan Mental Pada Remaja Di Smp Handayani 2 Pameungpeuk
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i7.2265Kata Kunci:
Kesehatan Mental Pada Remaja, Kesehatan Mental, Remaja, SDQAbstrak
Data global WHO (2024) menunjukkan (14%) remaja mengalami gangguan mental. Di Kabupaten Bandung, sekitar (99,87%) sudah mengalami gangguan mental dengan kategori ODGJ pada hasil riset 2019-2023. Dinkes (2023), dan remaja merupakan usia yang rentan akan gangguan mental. Tujuan: Untuk mengetahui bagaimana gambaran proporsi kesehatan mental di SMP Handayani 2 Pameungpeuk berdasarkan skor SDQ. Metode: Penelitian ini deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional. Dilakukan pada bulan Juni 2025, dengan sampel penelitian 228 siswa/i dari kelas VII-IX SMP Handayani 2 Pameungpeuk ditentukan dengan teknik Stratified Random Sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan responden berada dalam dalam kategori normal, sebanyak 121 responden (53.1%) pada skor kesulitan dan skor kekuatan sebanyak 213 responden (93.4%). Akan tetapi, menemukan hasil pada skor kesulitan dimana paling dominan yang mengalami kategori abnormal ditemukan pada skor gejala emosional sebanyak 74 orang (32.5%) diikuti masalah teman sebaya sebanyak 30 orang (13.2%) kemudian masalah perilaku sebanyak 25 orang (11.0%), hiperaktivitas sebanyak 12 orang (5.3%) dan perilaku prososial sebanyak dua orang (0.9%). Skor boderline menambahkan data perlunya perhatian lebih terhadap kesehatan mental. Kesimpulan: Gambaran kesehatan mental pada remaja di SMP Handayani 2 Pameungpeuk mayoritas berada dalam kategori normal. Saran: Penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan program preventif kesehatan mental pada remaja.







