Monitoring Antropometri Dan Evaluasi Asupan Zat Gizi Makro Pada Balita Stunting: Studi Kasus Di Desa Tawang Kabupaten Kediri
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i7.2268Keywords:
Antropometri, Asupan Zat Gizi Makro, Balita, Monitoring Gizi, Kemampuan deteksi dini stunting, Pendidikan, PengetahuanAbstract
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Pemantauan antropometri dan evaluasi asupan zat gizi makro secara berkala diperlukan untuk mengetahui perkembangan status gizi balita serta efektivitas intervensi yang diberikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan status antropometri dan kecukupan asupan zat gizi makro pada balita stunting selama periode intervensi di Desa Tawang, Kabupaten Kediri. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan observasional terhadap dua balita stunting yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan) serta pencatatan konsumsi makanan selama tiga minggu. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil pengukuran dan tingkat kecukupan energi, protein, lemak, serta karbohidrat. Hasil: Kedua balita mengalami peningkatan berat badan selama periode monitoring, namun status stunting berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U) belum mengalami perubahan. Asupan protein menunjukkan peningkatan dan pada salah satu balita telah memenuhi kebutuhan harian. Sebaliknya, asupan energi, lemak, dan karbohidrat masih berada di bawah angka kecukupan gizi yang dianjurkan. Kesimpulan: Monitoring antropometri dan evaluasi asupan gizi menunjukkan adanya respons positif terhadap intervensi, terutama pada peningkatan berat badan dan asupan protein. Namun, pemenuhan energi, lemak, dan karbohidrat masih perlu ditingkatkan melalui pemberian makanan bergizi seimbang serta pemantauan pertumbuhan secara berkelanjutan untuk mendukung percepatan penurunan stunting.







