Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Ny.N Dengan Masalah Gout Arthritis Di Kelurahan Kemenangan Tani
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i7.2273Kata Kunci:
Asuhan Keperawatan Keluarga, Diet Rendah Purin, Gout Arthritis, Ketidakpatuhan, Manajemen Kesehatan KeluargaAbstrak
Gout arthritis merupakan salah satu penyakit degeneratif yang disebabkan oleh gangguan metabolisme purin sehingga terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah. Penyakit ini dapat menimbulkan nyeri sendi, membatasi aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas hidup, serta meningkatkan risiko komplikasi apabila tidak ditangani dengan baik. Peran keluarga sangat penting dalam mendukung pengelolaan penyakit melalui pemberian perawatan, penerapan diet rendah purin, pemanfaatan fasilitas kesehatan, serta kepatuhan terhadap pengobatan. Tujuan: Karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang asuhan keperawatan keluarga pada Ny. N dengan masalah gout arthritis. Metode: Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan keluarga yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Perencanaan keperawatan disusun berdasarkan lima tugas kesehatan keluarga yaitu mengenal masalah, mengambil keputusan yang tepat, memberikan perawatan kepada anggota keluarga yang sakit, memodifikasi lingkungan, dan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan. Intervensi yang diberikan pada masalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif berupa pendidikan kesehatan mengenai gout arthritis, pemberian motivasi kepada keluarga, mengajarkan penerapan diet rendah purin, memodifikasi lingkungan dengan menyediakan makanan rendah purin, serta menganjurkan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan untuk pemeriksaan kadar asam urat secara rutin. Intervensi pada masalah ketidakpatuhan berupa pendidikan kesehatan tentang pentingnya kepatuhan terhadap diet rendah purin dan pengobatan, melibatkan keluarga dalam memantau kepatuhan, memodifikasi lingkungan dengan membatasi makanan tinggi purin, serta mendorong kontrol kesehatan secara berkala. Kesimpulan: Setelah diberikan intervensi, keluarga menunjukkan peningkatan pengetahuan, kemampuan, dan motivasi dalam merawat anggota keluarga yang menderita gout arthritis serta mampu melaksanakan lima tugas kesehatan keluarga dengan lebih optimal. Saran: Diharapkan perawat di puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan dapat meningkatkan edukasi mengenai gout arthritis, penerapan diet rendah purin, pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan, serta mendorong keluarga untuk memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan secara rutin guna mencegah kekambuhan dan komplikasi.







