Gambaran Kepatuhan Diet DASH Pada Pasien Hipertensi Peserta Prolanis Di Puskesmas Tuban
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2400Kata Kunci:
Hipertensi, Diet DASH, Kepatuhan Diet, ProlanisAbstrak
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat meningkatkan risiko komplikasi seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Salah satu upaya pengendaliannya adalah melalui penerapan Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Keberhasilan penerapan diet ini sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kepatuhan Diet DASH pada pasien hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Tuban.
Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien hipertensi peserta Prolanis di Puskesmas Tuban. Sampel berjumlah 61 responden yang diambil dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan Diet DASH dengan skala Guttman, kemudian dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan tabulasi silang.
Sebagian besar responden berusia 46–55 tahun (55,7%), berpendidikan SMA (52,5%), bekerja sebagai wiraswasta (65,6%), dan berjenis kelamin perempuan (50,8%). Hampir setengah responden memiliki kepatuhan Diet DASH yang baik. Tabulasi silang menunjukkan bahwa kepatuhan baik lebih banyak pada kelompok usia 46–55 tahun, bekerja sebagai pedagang dan wiraswasta, serta berjenis kelamin laki-laki. Sementara itu, kepatuhan kurang lebih banyak ditemukan pada responden berpendidikan perguruan tinggi.
Karakteristik usia, pendidikan, pekerjaan, dan jenis kelamin berhubungan dengan gambaran kepatuhan Diet DASH pada pasien hipertensi peserta Prolanis. Sebagian besar pasien menunjukkan kepatuhan yang baik. Edukasi kesehatan yang berkelanjutan, dukungan keluarga, dan pemantauan rutin oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan Diet DASH sehingga pengendalian tekanan darah dapat berlangsung secara optimal.







