Gambaran Kualitas Tidur Pada Lansia Hipertensi Di Posbindu Desa Tambakreja Cilacap Selatan
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2436Kata Kunci:
Hipertensi, Kualitas Tidur, LansiaAbstrak
Proses penuaan secara alami memicu penurunan fungsi fisiologis pada lansia salah satunya pada sistem kardiovaskular. Gangguan tidur dapat meningkatkan risiko munculnya masalah kardiovaskular, terutama hipertensi. Kualitas tidur yang buruk pada lansia berdampak serius pada kesehatan fisik dan mental. Tujuan: Mengetahui gambaran kualitas tidur pada lansia hipertensi di Posbindu Desa Tambakreja Cilacap Selatan. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia hipertensi di Posbindu Desa Tambakreja Cilacap Selatan tahun 2026 sebanyak 80 orang. Sampel sebanyak 45 orang yang diambil dengan teknik quota sampling. Instrumen menggunakan lembar isian demografi dan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil: Lansia hipertensi semua berumur 60-74 tahun (100%), sebagian besar perempuan (51,1%), mengalami hipertensi derajat I (57,8%), serta lama menderita hipertensi 6-10 tahun (64,4%). Kualitas tidur lansia hipertensi sebagian besar dengan kategori baik (66,7%). Berdasarkan komponen kualitas tidur sebagian besar kualitas tidur subyektif dengan kategori cukup baik (48,9%), latensi tidur 16-30 menit (55,6%), durasi tidur 6-7 jam (48,9%), efisiensi tidur >85% (97,8%), gangguan tidur sekali seminggu (66,7%), penggunaan obat tidur tidak pernah (75,6%), dan disfungsi siang hari sekali seminggu (48,9%). Kesimpulan: Kualitas tidur lansia hipertensi di Posbindu Desa Tambakreja Cilacap Selatan sebagian besar berada pada kategori baik.







