Hubungan Kesiapan Psikologis Ibu Muda Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Wilayah Kerja Upt Puskesmas Leces Kabupaten Probolinggo
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2462Keywords:
Kesiapan Psikologi, Ibu Muda, Asi Eksklusif, Self-EfficacyAbstract
Rendahnya cakupan pemberian ASI eksklusif masih menjadi permasalahan kesehatan ibu dan anak. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif adalah kesiapan psikologis ibu, khususnya pada ibu muda yang masih beradaptasi dengan perubahan emosional dan peran sebagai ibu. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kesiapan psikologis ibu muda dengan pemberian ASI eksklusif serta memberikan informasi sebagai dasar penguatan edukasi dan dukungan bagi ibu menyusui. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah ibu muda yang memiliki bayi usia 6–12 bulan di wilayah kerja UPT Puskesmas Leces Kabupaten Probolinggo. Sampel berjumlah 40 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Kesiapan psikologis diukur menggunakan Breastfeeding Self-Efficacy Scale–Short Form (BSES-SF). Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan nilai α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak memberikan ASI eksklusif sebanyak 24 responden (60,0%), sedangkan 16 responden (40,0%) memberikan ASI eksklusif. Kesiapan psikologis ibu terbagi sama antara kategori siap dan tidak siap (masing-masing 50,0%). Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara kesiapan psikologis ibu muda dengan pemberian ASI eksklusif (p=0,000; Phi/Cramer’s V=0,766). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapan psikologis berhubungan dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada ibu muda. Penguatan edukasi dan dukungan psikososial direkomendasikan untuk meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif.







