Hubungan Self Compossion Dengan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Di Desa Dawuan Wilayah Kerja Puskesmas Suboh Kabupaten Situbondo
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i10.2475Kata Kunci:
Self Compossion, Kualitas Hidup, HipertensiAbstrak
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang tidak hanya meningkatkan risiko komplikasi kardiovaskular, tetapi juga berdampak pada aspek psikologis sehingga menurunkan kualitas hidup pasien. Rendahnya self-compassion menyebabkan pasien sulit menerima kondisi penyakit, lebih mudah mengalami stres dan kecemasan, serta kurang mampu mempertahankan perilaku kesehatan yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan self compassion dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 69 pasien hipertensi, dengan sampel sebanyak 59 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi kuesioner self compassion scale dan kuesioner world health organization quality of life bref. Analisis data menggunakan uji spearman’s rho. Penelitian ini telah memperoleh persetujuan etik nomor 472/KEPK-UNHASA/VI/2026. Hasil penelitian menunjukkan self compassion kategori rendah sebanyak 30 responden (50,8%) dan kualitas hidup kategori kurang sebanyak 27 responden (45,8%). Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara self compassion dengan kualitas hidup (p=0,001; r=0,741). Self-compassion yang baik membantu pasien menerima kondisi penyakit, mengelola emosi, dan meningkatkan kualitas hidup. Sebaliknya, rendahnya self-compassion berkontribusi terhadap meningkatnya stres, kesulitan beradaptasi, dan penurunan kualitas hidup pada pasien hipertensi.







