Hubungan Perceived Stigma Dan Self-Efficacy Dengan Motivasi Pasien TB Dalam Menyelesaikan Pengobatan Di UPT Puskesmas Yosowilangun

Authors

  • Imam Sugiantoro Universitas Hafshawaty Zainul Hasan
  • Suhari Suhari Universitas Jember
  • Iin Aini Isnawati Universitas Hafshawaty Zainul Hasan

DOI:

https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i10.2481

Keywords:

Perceived Stigma, Self-Efficacy, Motivasi, Tuberkulosis, Pengobatan TB

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan memerlukan pengobatan jangka panjang secara teratur hingga tuntas. Keberhasilan pengobatan TB dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis, diantaranya perceived stigma dan self-efficacy. Tingginya stigma yang dirasakan pasien dapat menyebabkan perasaan malu, takut dikucilkan, serta menurunkan semangat pasien dalam menjalani pengobatan, sedangkan self-efficacy yang baik dapat meningkatkan keyakinan pasien dalam menghadapi hambatan selama proses terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perceived stigma dan self-efficacy dengan motivasi pasien TB dalam menyelesaikan pengobatan. Penelitian ini menggunakan desain correlational study dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh pasien TB yang menjalani pengobatan di UPT Puskesmas Yosowilangun pada bulan Februari 2025 sebanyak 35 responden, dengan sampel sebanyak 32 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rho serta analisis multivariat menggunakan regresi logistik ordinal.  Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki perceived stigma tinggi, self-efficacy sedang, dan motivasi sedang. Terdapat hubungan yang bermakna antara perceived stigma dengan motivasi (r=-0,770;=0,000) dengan kekuatan kearah negatif, serta terdapat hubungan antara self-efficacy dengan motivasi  r=0,897; p=0,000) dengan kekuatan kearah positif. Hasil regresi logistik ordinal menunjukkan bahwa self-efficacy merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi motivasi pasien TB (p=0,012). Oleh karena itu, diperlukan edukasi menggunakan media audio visual, media komunikasi berbasis komunitas seperti group WhatsApp, pelibatan keluarga sebagai treatment supporter, serta pemantauan kepatuhan melalui kunjungan rumah untuk meningkatkan keyakinan diri pasien guna mendukung keberhasilan pengobatan TB.

Downloads

Published

2026-10-03

How to Cite

Imam Sugiantoro, Suhari Suhari, & Iin Aini Isnawati. (2026). Hubungan Perceived Stigma Dan Self-Efficacy Dengan Motivasi Pasien TB Dalam Menyelesaikan Pengobatan Di UPT Puskesmas Yosowilangun. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia, 5(10), 112–123. https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i10.2481

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

<< < 1 2 3 4 > >>