Smartphone Addiction Dengan Terjadinya Insomnia Pada Remaja Di SMK Taruna Jaya Prawira Tuban
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2390Kata Kunci:
Smartphone Adiiction, Insomnia, RemajaAbstrak
Latar Belakang: Penggunaan smartphone secara global mencapai 90% populasi dunia dan Indonesia pringkat ke 8 dengan durasi penggunaan hampir 5 jam setiap harinya Penggunaan smartphone berlebihan menjelang tidur bisa memicu terhambatnya produksi hormon melatonin yang menyebabkan terjadinya insomnia karena kebiasaan menunda tidur.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat terjadinya smartphone addiction dan insomnia, serta menganalisis hubungan smartphone addiction dengan terjadinya insomnia pada remaja SMK Taruna Jaya Prawira Tuban Kelas X jurusan Teknik Pemesinan.
Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional dengan populasi penelitian 266 remaja, dengan teknik purposive sampling sampel yang diambil berjumlah 160 remaja laki-laki, dengan kuesioner melalui Google Form. Uji statistik yang digunakan adalah Spearman Rank.
Hasil : Hasil penelitian menunjukan mayoritas remaja (91%) berada dalam kategori smartphone adaptif/normal, sedangkan (6%) lainya mengalami maladaptif berat. Ditinjau dari kualitas tidur (45%) remaja mengalami insomnia ringan. Berdasarkan hasil analisis Spearman Rank, diperoleh nilai p < 0,001$ dengan koefisien korelasi sebesar 0,343. Hal ini membuktikan adanya hubungan positif yang signifikan antara ketergantungan smartphone dan tingkat kejadian insomnia.
Simpulan : Semakin tinggi penggunaan smartphone maka semakin tinggi terjadinya insomnia. Penggunaan smartphone berpengaruh terhadap tidur dan bisa menganggu aktivitas. Rekomendasi yang dapat di lakukan dengan mengurangi frekuensi penggunaan smartphone menjelang tidur maka akan mengurangi masalah tidur.







