Penerapan Relaksasi Otot Progresif Untuk Menurunkan Kadar Glukosa Darah Pada Penderita DM Tipe 2
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2393Kata Kunci:
Diabetes Melitus tipe 2, Kadar Glukosa Darah, Relaksasi Otot ProgresifAbstrak
Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin. Pengendalian kadar glukosa darah tidak hanya dilakukan melalui terapi farmakologis, tetapi juga terapi nonfarmakologis, salah satunya terapi relaksasi otot progresif. Tujuan: Mengetahui kadar glukosa darah sebelum dan sesudah penerapan terapi relaksasi otot progresif pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Metode: Penelitian ini menggunakan penelitian terapan dengan desain studi kasus deskriptif pada dua penderita DM tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Intervensi berupa terapi relaksasi otot progresif dilakukan selama 10-15 menit, dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Kadar glukosa darah sewaktu diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan glukometer, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Sebelum intervensi, kadar glukosa darah Ny. K sebesar 466 mg/dL dan Ny. M sebesar 255 mg/dL. Setelah intervensi, kadar glukosa darah Ny. K menurun menjadi 235 mg/dL, sedangkan Ny. M menjadi 103 mg/dL. Kesimpulan: Terapi relaksasi otot progresif dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Melitus tipe 2 sehingga dapat dijadikan sebagai terapi pendamping dalam pengelolaan DM







