Pengetahuan Dan Sikap Pasien Tuberkulosis Paru Tentang Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Di Puskesmas Sumurgung
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2403Kata Kunci:
Pengetahuan, Sikap, Efek Samping OAT, Tuberkulosis ParuAbstrak
Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengobatan menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) memerlukan waktu yang lama dan berpotensi menimbulkan efek samping yang dapat memengaruhi kepatuhan pasien. Pengetahuan dan sikap pasien terhadap efek samping OAT berperan penting dalam menunjang keberhasilan pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap pasien Tuberkulosis Paru tentang efek samping Obat Anti Tuberkulosis di Puskesmas Sumurgung.
Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 40 pasien Tuberkulosis Paru yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara deskriptif melalui distribusi frekuensi serta tabulasi silang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir setengah responden memiliki tingkat pengetahuan cukup sebanyak 19 responden (47,5%), sedangkan sebagian besar memiliki sikap kurang sebanyak 28 responden (70,0%). Tabulasi silang menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan pengetahuan cukup memiliki sikap kurang terhadap efek samping OAT sebanyak 16 responden (84,2%), sedangkan paling sedikit terdapat pada responden dengan pengetahuan kurang dan sikap baik sebanyak 2 responden (16,7%).
Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang cukup belum diikuti oleh sikap yang baik terhadap efek samping OAT. Sikap pasien dipengaruhi tidak hanya oleh pengetahuan, tetapi juga oleh pengalaman, lingkungan, dan faktor emosional. Oleh karena itu, edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan diperlukan untuk membentuk sikap positif sehingga kepatuhan pengobatan tetap terjaga dan keberhasilan terapi Tuberkulosis Paru dapat tercapai.







