Pola Asuh Orang Tua Dengan Tingkat Depresi Remaja Kelas XI SMA Negeri 2 Tuban
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2422Kata Kunci:
Pola asuh, Tingkat depresi, RemajaAbstrak
Latar Belakang: Depresi dikategorikan sebagai salah satu isu kesehatan mental yang signifikan di kalangan remaja dan semakin meningkat secara global. Menurut laporan World Health Organization (2023), tingkat prevalensi depresi yang terjadi pada remaja rentang usia 15-19 tahun mencatatkan angka sebesar 3,4%. Sementara di Indonesia, depresi tercatat dialami sekitar 1,4% populasi, dengan rentang usia 15-24 tahun sebagai kelompok masyarakat yang paling berisiko. Di antara beragam faktor psikososial yang ada, pola asuh orang tua memegang peranan penting terhadap munculnya depresi pada remaja. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dan tingkat depresi pada remaja kelas XI di SMA Negeri 2 Tuban.
Metode : Penelitian ini menerapkan rancangan kuantitatif korelasional melalui pendekatan cross-sectional serta pengumpulan data secara retrospektif. Populasi penelitian berjumlah 323 remaja, sampel yang diambil berjumlah 179 remaja. Penentuan sampel dilakukan melalui metode random sampling yang memanfaatkan kuesioner Google Form, yang kemudian dianalisis menggunakan pengujian statistik Chi-Square.
Hasil : Berdasar dari hasil penelitian diketahui hampir seluruh responden (86,0%) memiliki orang tua yang pola asuhnya demokratis, hampir seluruh responden (84,4%) tidak mengalami depresi dan sebagian kecil (15,1%) mengalami depresi ringan. Adanya hubungan antara pola asuh orang tua dengan tingkat depresi pada remaja terkonfirmasi melalui hasil uji Chi-Square yang memperoleh nilai p< 0,001 (p < 0,05).
Simpulan : Hampir seluruh orang tua dari remaja kelas XI SMA Negeri 2 Tuban menerapkan pola asuh demokratis sehingga hampir seluruh remaja tidak mengalami depresi. Pola asuh demokratis terbukti berperan dalam menjaga kesehatan mental remaja. Hal ini dipengaruhi oleh layanan sekolah berupa Bimbingan Konseling (BK) yang berperan memberikan edukasi parenting dan fasilitas terkait perkembangan akademik murid.







