Pemberian Susu Formula Dengan Kejadian Diare Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Puskesmas Tuban
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2439Kata Kunci:
Susu Formula, Diare, Bayi Usia 0 – 6 BulanAbstrak
Diare merupakan salah satu masalah kesehatan pada bayi. Berdasarkan SKI (2023), prevalensi diare pada bayi sebesar 7,8%, sedangkan capaian penemuan kasus diare di Jawa Timur tahun 2024 mencapai 442,1%. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko diare adalah pemberian susu formula karena berisiko mengalami kontaminasi dan tidak mengandung zat kekebalan tubuh seperti ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi usia 0 – 6 bulan di Puskesmas Tuban.
Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh Ibu yang memiliki bayi usia 0 – 6 bulan di Puskesmas Tuban. Sampel sebanyak 86 responden diperoleh menggunakan teknik total sampling. Variabel independen adalah pemberian susu formula dan variabel dependen adalah kejadian diare. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (67,4%) bayi diberikan susu formula dan hampir seluruhnya (79,1%) bayi mengalami diare. Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,019 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan antara pemberian susu formula dengan kejadian diare pada bayi usia 0 – 6 bulan di Puskesmas Tuban.
Bayi yang diberikan susu formula memiliki kecenderungan lebih besar mengalami diare dibandingkan bayi yang tidak diberikan susu formula. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebersihan penyajian dan ketepatan penggunaan susu formula perlu diperhatikan. Oleh karena itu, edukasi kepada orang tua mengenai pemberian ASI eksklusif dan penyajian susu formula yang higienis perlu ditingkatkan sebagai upaya pencegahan diare pada bayi.







