Penerapan Teknik Relaksasi Benson Terhadap Penurunan Tingkat Stres Pada Lansia Di Desa
Keywords:
Lansia, Stres, Terapi Relaksasi BensonAbstract
Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami stres akibat perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Lingkungan yang tidak kondusif dapat menjadi faktor pencetus munculnya stres pada lansia. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tingkat stres adalah terapi relaksasi Benson yang memberikan efek relaksasi melalui pengaturan napas dan fokus pada kata atau frasa yang menenangkan. Tujuan: Mengetahui penerapan terapi relaksasi Benson terhadap penurunan tingkat stres pada lansia di Desa Guwosari RT 04 RW 27. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada dua responden lansia yang mengalami stres. Pengukuran tingkat stres dilakukan menggunakan instrumen DASS-21 sebelum dan sesudah intervensi. Terapi relaksasi Benson diberikan selama 10–15 menit sebanyak empat kali berturut-turut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat stres pada kedua responden setelah diberikan terapi relaksasi Benson. Pada Ny. M skor stres menurun dari 30 (stres berat) menjadi 18 (stres ringan), sedangkan pada Tn. B skor stres menurun dari 28 (stres berat) menjadi 16 (stres ringan). Kedua responden juga menunjukkan perubahan perilaku menjadi lebih tenang, fokus, dan mampu berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Kesimpulan: Terapi relaksasi Benson efektif dalam menurunkan tingkat stres pada lansia dan dapat digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis untuk membantu mengontrol stres pada lansia.







