Pola Makan Dan Aktivitas Fisik Dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Peserta Prolanis Di Puskesmas Tuban
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2374Kata Kunci:
Pola Makan, Aktivitas Fisik, Diabetes Melitus Tipe 2, ProlanisAbstrak
Diabetes Melitus jenis 2 adalah penyakit yang tidak dapat ditularkan dengan tingkat prevalensi yang berkembang. Di Indonesia, sekitar 70% pasien DM Tipe tidak mampu mengontrol gula darah dengan baik. Fokus Studi ini mencakup untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan kadar gula darah pada pasien DM Tipe 2 peserta Prolanis di Puskesmas Tuban. Metode analitik korelasional dan cross-sectional digunakan dalam studi ini. Sampel dari 65 peserta prolanis dikumpulkan dengan metode total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) untuk aktivitas fisik, kuesioner frekuensi makan (FFQ), dan rekam medis untuk kadar gula darah. Untuk melakukan analisis, uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 digunakan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar (52,3%) peserta prolanis memiliki kebiasaan makan yang sehat, mengontrol gula darah, dan hampir setengah (47,7%) peserta prolanis memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat, dengan aktivitas ringan. Kadar gula darah dan pola makan berkorelasi, hasil menunjukkan bahwa seluruh (100%) peserta prolanis memiliki kadar gula darah normal dan menjaga pola makan yang sehat. Aktivitas fisik dan kadar gula darah berkorelasi positif. Makanan sehat dan aktivitas fisik yang lebih tinggi secara substansial berhubungan dengan terkendalinya kadar gula darah. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi gizi dan program aktivitas fisik kelompok dalam Prolanis secara berkelanjutan.







