Pola Makan Dengan Ststus Gizi Pada Remaja Di MTs Sumbersari Kowang Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2394Kata Kunci:
Pola Makan, Status Gizi, RemajaAbstrak
Target pemerintah dalam meningkatkan proporsi remaja berstatus gizi normal belum tercapai secara optimal. Kementerian Kesehatan RI (2023) mencatat bahwa proporsi remaja berstatus gizi normal berlandaskan Indeks Massa Tubuh berdasar Umur (IMT/U) baru mencapai sekitar 75%. Studi pendahuluan di MTs Sumbersari Kowang menunjukkan bahwa 60% dari 10 siswa Kelas VII teridentifikasi mengalami gizi kurang (kurus). Penelitian ini bertujuan guna menganalisis ikatan antara pola makan dengan status gizi pada remaja di MTs Sumbersari Kowang Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban.Metode penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa Kelas VII MTs Sumbersari Kowang, dengan teknik total sampling yang menetapkan sampel sebanyak 49 responden. Variabel independen (pola makan) diukur menggunakan instrumen kuesioner, sedangkan variabel dependen (status gizi berbasis IMT/U) diukur melalui lembar observasi antropometri. Analisis data bivariat diuji memakai uji korelasi Spearman Rank.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa mayoritas dominan responden (85,7%) memiliki pola makan pada kategori kurang, dan mayoritas responden (77,6%) mempunyai status gizi dalam kategori kurus. Analisis statistik Spearman Rank menghasilkan nilai p = 0,001 (alpha < 0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,737. Temuan ini membuktikan adanya ikatan positif yang signifikan dan kuat antara pola makan dengan status gizi pada remaja di MTs Sumbersari Kowang.Penerapan pola makan yang teratur dan mematuhi prinsip Gizi Seimbang memegang peranan krusial dalam mempertahankan status gizi normal, sedangkan deviasi konsumsi berisiko memicu masalah malnutrisi (gizi kurang atau gizi lebih). Maka, sinergi edukasi gizi dan pemantauan antropometri secara berkala di lingkungan sekolah sangat direkomendasikan.







