Implementasi Latihan Koordinasi Jari Menggunakan Terapi Genggam Bola Karet Untuk Peningkatan Kekuatan Motorik Halus Pada Pasien Stroke Non Hemoragik
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2441Kata Kunci:
Stroke Non-Hemoragik, Terapi Genggam Bola Karet, Motorik Halus, Kekuatan Otot, Asuhan KeperawatanAbstrak
Stroke non-hemoragik menyebabkan gangguan motorik halus dan kelemahan anggota gerak (hemiparesis) yang membatasi kemandirian pasien. Terapi genggam bola karet bergerigi merupakan intervensi keperawatan rehabilitatfif untuk merangsang kinerja otot dan meningkatkan kekuatan genggaman tangan. Tujuan: Menerapkan terapi genggam bola karet untuk meningkatkan kekuatan motorik halus pada pasien stroke non-hemoragik di Ruang Krisan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Metode: Studi kasus deskriptif pada seorang pasien stroke non-hemoragik (Tn. J, 58 tahun) dengan gangguan mobilitas fisik. Intervensi dilakukan selama 4 hari (14–17 Juli 2026), durasi 10–15 menit per sesi. Evaluasi kekuatan otot mengukur instrumen Manual Muscle Testing (MMT). Hasil: Setelah 4 hari intervensi, pasien kooperatif mengikuti terapi. Skor kekuatan otot (MMT) ekstremitas kiri atas dan bawah pasien berada pada nilai 3 (mampu melawan gravitasi, belum mampu menahan tahanan), menunjukkan pemulihan neuromuskular memerlukan latihan berkelanjutan. Kesimpulan: Terapi genggam bola karet efektif sebagai intervensi mandiri untuk melatih motorik halus, dan disarankan untuk dilanjutkan secara konsisten di rumah.







