Efektivitas Teknik Grounding Terhadap Regulasi Emosi Dan Tingkat Kecemasan Pada Siswa Di SMK Negeri 5 Pekanbaru
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2442Kata Kunci:
Teknik Grounding, Regulasi Emosi, Tingkat Kecemasan, Remaja, SiswaAbstrak
Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial sehingga remaja rentan mengalami berbagai permasalahan kesehatan mental, salah satunya kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik grounding terhadap regulasi emosi dan tingkat kecemasan pada siswa di SMK Negeri 5 Pekanbaru. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Sampel berjumlah 424 responden yang terdiri atas 212 responden kelompok intervensi dan 212 responden kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) dan Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test dan Mann–Whitney U Test dengan α=0,05. Pada kelompok intervensi, rata-rata skor kecemasan menurun dari 6,79 ± 2,525 menjadi 3,77 ± 1,289 (p=0,000), sedangkan skor regulasi emosi meningkat dari 37,35 ± 4,773 menjadi 47,83 ± 5,685 (p=0,000). Pada kelompok kontrol, perubahan kecemasan tidak bermakna (p=0,225), sedangkan regulasi emosi mengalami perubahan kecil namun signifikan secara statistik (p=0,012). Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan perubahan tingkat kecemasan (p=0,000) dan regulasi emosi (p=0,000) antara kedua kelompok. Teknik grounding efektif menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan regulasi emosi pada siswa SMK Negeri 5 Pekanbaru.







