Hubungan Persepsi Akseptor KB Tentang Efek Samping KB Implan Dengan Motivasi Dalam Pemilihan KB Implan Sebagai Alat Kontrasepsi Di Posyandu Seruni
DOI:
https://doi.org/10.70570/jikmc.v5i9.2463Kata Kunci:
Persepsi, Efek Samping, Kontrasepsi Implan, MotivasiAbstrak
Kontrasepsi implan merupakan metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif, namun persepsi terhadap efek samping dapat memengaruhi motivasi akseptor dalam memilih metode tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi akseptor KB tentang efek samping kontrasepsi implan dengan motivasi dalam memilih kontrasepsi implan. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah akseptor KB implan yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat signifikansi 5%. Sebagian besar responden memiliki persepsi negatif terhadap efek samping kontrasepsi implan sebesar 84,6% dan menunjukkan motivasi rendah sebesar 80,8% dalam memilih metode tersebut. Hasil uji Spearman’s Rho menunjukkan nilai p = 0,01 (p < 0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi akseptor KB tentang efek samping KB implan dengan motivasi dalam memilih kontrasepsi implant. Semakin positif persepsi responden terhadap efek samping kontrasepsi implan, semakin tinggi motivasi mereka dalam memilih metode kontrasepsi tersebut. Persepsi yang baik dapat meningkatkan penerimaan terhadap kontrasepsi implan karena responden memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai manfaat dan efek samping yang mungkin terjadi. Edukasi yang tepat dari tenaga kesehatan diperlukan untuk meningkatkan motivasi penggunaan kontrasepsi implan.







